My Sexy Wolf In Qatar

My Sexy Wolf In Qatar
Bab 31 Gerbang ke dimensi lain



Ameer saat ini berada di kota Mogadhisu, yang merupakan pusat ibu kota Somalia, dirumah teman Somalia nya yang bernama Aiden, Aiden adalah orang asli Somalia yang berprofesi sebagai budayawan.


keduanya sama sama tertarik dengan hal hal mitos berbau mistis..


"Aku mendapatkan panggilan aneh dari nomor tak dikenal, apa kamu tahu tentang suku tertua disini ?" tanya Ameer.


"Ada banyak suku kuno yang keberadaan nya tidak diketahui dunia modern, tapi hanya ada satu suku yang memiliki hubungan erat dengan bangsa serigala.. " Aiden duduk di sebelah Ameer, mereka sedang menikmati secangkir kopi.


"Bantu aku menemukan letak suku itu ? Sepupu ku Aleea ada disana, aku harus menemukan dirinya sebelum terjadi hal hal buruk yang tak diinginkan"


"Kamu baru saja tiba Ameer, setidaknya habiskan dulu kopi ini dan istirahat sambil makan siang, kita berangkat malam hari saja.. "


"Kamu sungguh dewa penolongku Aiden, terima kasih ya.. "


"Easy bro.. "


Hari itu Ameer dan Aiden mempersiapkan semua peralatan yang mungkin akan mereka butuhkan,


ponsel Ameer masih belum ada notifikasi baik dari Aleea maupun dari nomor Asing..


Hanya ada satu suku tertua yang menjadi tujuan perjalanan mereka malam ini.


Perjalanan menuju pedalaman suku tertua yang konon terletak diwilayah hutan bebas terlarang, tidak sembarang orang bisa keluar masuk hutan karena energi gaib yang menyelimuti hutan tersebut.


Suku Canis adalah satu satunya suku tertua yang dipercaya mendiami wilayah hutan terdalam, Mitos suku Canis berkembang seiring rumor yang beredar tentang dunia lain, dunia yang berisi makhluk mitologi Manusia serigala dengan segala kasta nya.


Menurut cerita turun temurun dari para tetua keduanya saling berkaitan saling melindungi dan menjaga keberadaan mereka dari dunia luar yang hendak merusak atau mengeksplorasi kehidupan mereka.


Sama seperti jalanan yang dilewati Aleea dan Romain, saat ini mobil yang ditumpangi Ameer dan dikemudikan oleh Aiden memasuki wilayah jalanan rusak yang gelap, sinar penerangan jalan tampak temaram semakin masuk kedalam hutan semakin terasa sunyi menakutkan.


"Aku punya firasat jika sepupu mu dalam bahaya Ameer.. tidak setiap orang bisa masuk kedalam wilayah mereka, tapi sepupumu dengan mudahnya.. "


"Aku hanya ingin bertemu sepupuku Aleea, aku khawatir dengan kutukan serigala Aiden. "


Ulang tahun Aleea yang ke 25 hanya beberapa hari lagi, Sungguh Ameer tidak ingin sepupunya berubah menjadi bagian dari bangsa makhluk terkutuk..


Kedatangan mobil disambut secara langsung oleh seorang tetua adat, Ameer dan Aiden saling menoleh sama sama bingung,


Sosok tetua mempersilakan Ameer dan Aiden untuk masuk kedalam kediamannya, tidak banyak yang dikatakan, sosok tetua hanya mengatakan jika Kedatangan Ameer dan Aiden sudah ditunggu.


Wanita dan teman pria yang mereka cari sedang beristirahat saat ini, karena waktu sudah menunjuk ke tengah malam, sang tetua meminta Ameer dan Aiden juga istirahat dikamar yang sudah disiapkan.


Malam hari terasa sunyi terlebih karena kurangnya pencahayaan di tempat itu.


sungguh tidak menduga jika suku Canis yang terkenal sebagai suku tertua kuno yang dianggap musnah justru miliki peradaban yang mirip dunia maju versi mereka sendiri.


Rumah rumah terbuat dari tumpukan batu yang disusun membentuk dinding kokoh dengan atap terbuat dari kerangka kayu yang ditutupi dengan susunan lembaran kayu yang yang lebih ringan dilapisi getah pohon agar tidak bocor.


penerangan masih menggunakan getah dan minyak alami, mirip nyala obor.. Suku Canis juga memiliki lahan yang diolah Sendiri sebagai sumber pangan, dan kebutuhan lainnya. Sesekali mereka juga keluar ke dunia manusia normal, membaur di pasar melakukan perdagangan dengan penampilan aneh mirip suku gothic yang masyarakat menganggap itu karena kaum pedagang memang seperti itu.


Keesokan harinya..


Suara burung burung riuh berkicau bersamaan dengan sinar matahari yang menyusup melewati pepohonan didalam hutan, para warga suku Canis sudah sibuk beraktivitas sejak sebelum matahari muncul.


para warga lalu lalang menuju lahan di belakang perkampungan, sebagian lagi ada yang sedang mengolah hasil lahan yang akan dijual,


tetua adat mengumpulkan tamu istimewa nya, masih diruangan yang sama seperti semalam,


Ameer dan Aiden duduk dengan tenang menikmati suguhan makanan hangat yang lezat Meskipun bentuk olahannya aneh.


tak berselang lama Aleea dan Romain juga memasuki kediaman tetua adat.


"Ameer !!!"


"Aleea !!!"


saat Ameer dan Aleea mau menyuarakan kata kata meluapkan emosi mereka saat ini, sang tetua suku berdehem meminta perhatian para tamu,


Usai berpelukan sesaat Akhir nya mereka kembali duduk, sang tetua suku duduk di kursi kebesarannya.


"Suku kami sudah mengetahui kisah yang terjadi diantara kalian.. " sang tetua membuka pembicaraan.


Tidak seorangpun berani berucap, aura wibawa kepemimpinan sang tetua sangat terasa menyeramkan dan garang.


"Terkumpulnya kalian semua disini tentu memiliki alasan dan aku yakin kalian semua heran tapi.. "


sang tetua menjelaskan jika suku Canis akan membantu Aleea yang ingin terbebas dari kutukan.


"Hanya ada satu cara.. Yaitu membawa Aleea masuk ke dimensi dunia lain, bertemu langsung dengan sang penguasa "


"Apakah aku bisa menemani Aleea ??" tanya Ameer


sang tetua menjawab, Hanya yang memiliki hubungan darah dengan sang penguasa yang bisa masuk ke dimensi itu, manusia biasa tidak akan mampu menyinkronkan energi disana bisa saja justru tubuh akan hancur karena gesekan energi ketika melewati lorong gaib.


Kemudian setelah berbagai penjelasan dari sang tetua adat, diputuskan hanya Aleea yang akan melintasi dimensi didampingi oleh Romain.


Siang hari..


Para tetua suku berkumpul di dekat pohon besar yang suku Canis yakini merupakan gerbang gaib ke dimensi lain.


para tetua mengucapkan rapal rapal mantra ajaib yang secara perlahan membuka sebuah gerbang diantara dua pohon besar.


saat pintu gerbang terbuka sempurna, silau cahaya lorong dimensi gaib menyilaukan mata semua orang.


para tetua meminta Aleea untuk maju, mereka kembali merapalkan mantra kemudian diusapkan dikepala, sama juga dengan Romain.


lalu Aleea bergandengan tangan berjalan bersama melangkah masuk kedalam gerbang .seperti pusara lorong waktu yang mengandung magnet kedua insan itu seakan tersedot kedalam, semakin dalam dan dalam..


atmosfer terasa benar benar sesak bagi Aleea, ini adalah perjalanan gaib yang pertama dan rasanya ingin muntah, Sekujur tubuh Aleea berkeringat dingin , Aleea pucat pasi hanya berani memejamkan mata lekat berharap siksaan ini segera berlalu.


Benar seperti yang tetua katakan, jika manusia biasa pasti akan tertekan dan bisa saja hancur didalam lorong gaib ini.


Aleea mengeratkan pegangan pada Romain, entah seperti apa kondisi Romain saat ini, Aleea yakin ini juga pengalaman pertama bagi Romain.


pluung...


Mereka berdua mendarat diatas tumpukan jerami, Aleea mengerjap beberapa kali saat Romain berkata,


"Kita sampai Aleea.. buka matamu.. "


dan saat mata wanita manis yang kini sedang pucat pasi itu terbuka..



Waaahhhh....


Aleea dan Romain seperti berada diatas bukit.


Aleea begitu takjub dengan hamparan luas di depan matanya..


ini seperti surga.. seperti lembah firdaus yang agung...


"Seperti nya bangsa serigala disini tidak seseram yang kita bayangkan.. "


"Ayo kita cari tahu Romain, ada apa di dalam sana.. "


Aleea menunjuk sebuah gerbang yang dia yakin adalah gerbang menuju pusat peradaban