My Name Is Alicia

My Name Is Alicia
Bisnis pertama William



Kediaman keluarga Winarta.


Kamar tidur Ginza


Tok tok tok.. Pintu kamar Ginza diketuk oleh seorang pelayan pria.


"Tuan muda, maafkan saya karena mengganggu anda. Tapi saya memiliki informasi yang harus segera dilaporkan kepada anda! "


Ginza sedang berada di kamar tidurnya bersama dengan seorang wanita. Wanita itu adalah Reggina, sepupu Sarah. Selama ini Reggina menaruh hati dan harapan kepada Ginza. Dengan wajah tampannya, terlalu mudah untuk Ginza menaklukan hati wanita.


"Gin, aku keluar dulu sebentar. Urusanku belum selesai denganmu. Diam dan tunggu aku! " sambil mengedipkan mata, Ginza bangkit dari tempat tidurnya.


Ginza keluar meninggalkan Reggina dan diikuti oleh pelayan menjauh dari kamarnya.


"Tuan muda, ada berita buruk. " Pelayan kepercayaan Ginza, Onel memberitahu.


"Katakan! "


"Nona Clara sudah mengetahui hubungan anda dengan nona Sarah! "


"Dari mana kau tahu itu? " Dengan mata melotot, Ginza bertanya pada Onel.


"Dari detektif kita yang mengikuti gerak-gerik nona Clara. " Onel menjelaskan. "Dan nona Clara menyadap ponsel nona Sarah. Lalu solusi apa yang anda pikirkan, tuan muda? "


"Mmm.. Mari kita beralih ke rencana B. Saya akan memberitahu Sarah. Segera siapkan ponsel baru untuknya! "


"Baik, tuan muda. Saya mohon pamit. "


Onelpun pergi dengan cepat. Ginza terdiam di depan pintu kamarnya. Di otaknya terbayang sosok Clara yang cantik dan manja. Tapi dibalik wajah palsunya itu, Clara menyimpan banyak rahasia yang tidak diketahui banyak orang.


"Aku menyukai Clara dengan paras cantiknya dan kekayaannya. Tapi aku tetap mencintai Sarah. Kalau aku bisa menjadikan Clara sebagai istri masa depan dan menjadikan Sarah sebagai wanita simpanan, tentunya itu akan semakin membuatku senang. Haaahaaa... Sarah akan menuruti apa saja kemauanku. Sebaiknya aku tidak meninggalkannya. Dan aku akan memberikan perhatian lebih pada Clara agar dia tidak mencurigaiku." Ginza menyiapkan sebuah rencana untuk Clara dan Sarah.


Kriiing kriiinggg..


"Hallo sayang! Ada apa meneleponku? "


"Ya Sarah, ada beberapa hal yang ingin kuberitahu padamu sayang. "


"Ada masalah apa? "


"Tidak ada apa-apa. Hanya aku yang terlalu rindu. Aku ingin mendengar suara manjamu. "


"Ahhh sayang, kau selalu membuat hatiku meleleh heehee.. "


"Sampai jumpa nanti malam. Muuaaahh. "


"Muuuaahh, ya sayang. Hati-hati ya"


Ginza kembali ke dalam kamarnya. Reginna terlihat sangat bosan menunggu Ginza.


Dengan manja, Reggina bertanya pada Ginza, "kenapa kamu lama sekali, sayang? "


"Maafkan aku, ada masalah mendadak. Tapi semua sudah kuatasi. Jangan khawatir. Ayo kita lanjutkan.. "


"Gin, nanti malam saat acara grand opening resort tolong bantu aku awasi Clara. Jika ada yang mencurigakan, segera beritahu aku!"


"Ya sayang. Dengan satu syarat ya.. "


"Beritahu aku apa syarat yang kau ajukan itu! "


"Sangat mudah, sayang. Tolong cium aku dengan mesra seperti kau mencium Sarah! "


"Haaahaaa, apakah hanya itu? "


"Ya, bagaimana? "


"Oke! Tidak hanya itu, aku akan memberikan lebih untukmu! "


Merekapun meneruskan kegiatannya hingga puas dan tertidur. Ginza tidak menyadari bahwa Reggina memasang kamera diam-diam untuk merekam semua yang telah mereka lakukan. Reggina berpikir, bahwa dia pasti membutuhkan rekaman video itu suatu saat nanti.


Taman bunga di kediaman rumah Clara


"Uhhh shit! Sangat menyebalkan. Aku sungguh-sungguh ingin melemparkan kotoran ke wajah pasangan itu! " Wajah Clara memerah karena marah. "Kita lihat saja nanti malam. Aku akan membuka topeng kalian berdua. Semoga di kehidupan yang akan datang, kalian akan menjadi orang baik dan setia! "


"Nona, apa anda baik-baik saja? " Tanya Sonia.


"Ya, saya merasa sakit hati karena perlakuan mereka. Saya akan membalas dendam. Mari kita ikuti permainan mereka! "


"Ya nona. Anda harap bersabar. Mainkan peran anda dengan sebaik mungkin agar Ginza tidak curiga. Dan anda harus bersikap seperti biasa kepada nona Sarah! "


"Baiklah, saya tahu. "


"Mari, kita coba gaun yang akan nona pakai ke acara Grand opening resort tuan muda William! " Sonia mengambil beberapa gaun untuk dicoba Clara. Diantaranya terdapat satu gaun yang paling cocok dengan Clara. Gaun itu berwarna ungu muda.


"Nona, anda harus tampil cantik dan mempesona. Anda harus menjadi pusat perhatian di pesta grand opening malam ini! " Sonia meyakinkan Clara. "Anda harus membuat tuan Ginza berlutut dan mengagumi anda. "


"Haaa.. Haaaa.. Kau selalu mengerti apa yang kuinginkan! " Clara merasa sangat puas.


Kediaman keluarga Chandrawijaya


Ruang tengah keluarga


"Henry dan Billy, kalian berdua berjaga untuk mengawasi anak-anakku. Manda dan Cherry akan mengawasi tiap gerak-gerik mr Yoga dan kaki tangannya. Sedangkan Zack, aku tugaskan untuk menjaga rumah ini. " tuan Brata memberi pengarahan kepada seluruh anggota kediaman keluarga Chandrawijaya.


"Suamiku, memangnya tidak berbahaya jika kita tetap datang ke pesta grand opening tuan muda William? " tanya nyonya Calista.


"Sampai kapanpun, kita tidak bisa menghindar darinya terus menerus. Menghadapinya adalah yang terbaik. "


"Benar, bu. Kita tunjukan bahwa kita adalah keluarga yang kuat. "


"Ingatlah, paket jari-jemari Maulana dan Baim yang dikirimkan tuan Yoga. Itu adalah alasan dari rencana kita untuk membalas mereka." tuan Brata mengingatkan kejadian malam itu.


Jauh di dalam hatinya tuan Brata berkata, karena tuan Yoga sudah menyinggung keluarga Chandrawijaya, maka sudah saatnya membalas. Nyawa dibayar dengan nyawa. Begitupun dengan jari-jemari.


Clover Hills, Indonesia


Kamar tuan muda William


"Tuan muda, semua sudah siap. Silahkan anda turun. Mobil sudah menunggu. " tuan Santo mempersilahkan William dengan hormat.


"Ya"


"Tuan muda, Apakah tuan besar dan nyonya akan datang ke acara ini? Karena ini adalah bisnis pertama yang anda jalani. "


"Ya mungkin. " jawab William dengan singkat.


Mobil Wlliam melaju di tengah. Satu mobil berada di depan dan yang satu mengikuti di belakangnya. Pikiran William melayang membayangkan Alicia yang berada di sisinya. Dia melihat pemandangan malam di luar kaca mobilnya itu.


"Stoooop! " William memberi perintah sambil berteriak.


"Ada apa, tuan muda? "


"Kepalaku mendadak pusing. Bisakah kau memberiku obat? "


"Ya, tuan. " jawab mr Santo. "Ambil dan minumlah, tuan. Anda akan segera baik-baik saja. "


"Jalan! "


Mobilpun berjalan menuju NEON BALLROOM, tempat dimana acara itu diadakan. William berusaha melupakan kejadian sepuluh tahun yang lalu. Karena setiap teringat, dia akan kembali sakit kepala. William melihat iklan dan foto-foto Sarah di sepanjang jalanan ibukota. Namun, di mata William foto-foto itu bukanlah Sarah melainkan Alicia.


"Tuan muda, kita sudah sampai. Banyak media di sini. Harap tuan berhati-hati! " Tuan Santo mengingatkan. "Silahkan anda keluar dari mobil, tuan. "


Akhirnya William sampai. Dengan ciri khasnya, tuan muda William keluar dari mobil dan berjalan dengan elegan. Rambut yang tertata rapih, dan setelan jas yang serasi dengan dasi membuat orang tidak bisa mengalihkan pandangan dari sosoknya. Dimanapun William, dia akan menjadi pusat perhatian.


"Selamat datang, tuan muda. "


Banyak yang menyambut kedatangan tuan muda William. Tuan besar dan nyonya Monica telah tiba lebih awal.


"Kau sudah datang, Will? " nyonya Monica menggandeng lengan William.


"Tak apa, anakku! " jawab nyonya Monica.


William menyambut semua para pemegang saham di resortnya. Diantaranya terdapat Nikko Atmadja perwakilan dari Pt Fantastic Prima Indonesia.


"Selamat malam, tuan muda William. " sapa Nikko. "Anda sungguh hebat telah membangun bisnis di usia yang masih muda! "


"Anda terlalu berlebihan menilai saya, tuan muda Nikko. " balas William. "Saya masih perlu banyak belajar dari anda. "


"Haa.. Haa.. Anda terlalu merendah. Itu tidak baik untuk reputasi keluarga Alexander! "


"Yaa, mengenai tentang reputasi sepertinya keluarga Atmadja lebih paham dariku. Maksudku adalah lebih paham bagaimana caranya merebut sesuatu yang bukan miliknya! Tapi untuk keluarga Alexander itu tidak berlaku. Dan keluarga kami selalu mengingat suatu pepatah, di saat kita berada di atas maka angin semakin kencang. Lebih baik menjadi padi yang selalu merunduk. "


"Oke oke.. Suatu saat nanti, kau pasti akan lebih hebat dari ayahmu! "


Nikko sedikit kesal karena sindiran William. Entah apa yang dipikirkan William sampai mengeluarkan sindiran seperti itu.


"Saya permisi, tuan muda Nikko! " William pamit untuk menyapa beberapa tamu penting.


Sarah sedang memperkenalkan mildtown resort kepada para tamu undangan dan membagi-bagikan voucher discount. Pak Gubernur, Daya Dharmasetya menghampiri William dan berjabat tangan.


"Kita bertemu lagi, tuan muda William. Apa kabar? "


"Sangat baik. Terimakasih telah datang, pak Gubernur. Dengan jadwal anda yang begitu padat tentunya tidak mudah hadir di acara kecil seperti ini. "


"Saya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan anda telah menjadikan putriku sebagai brand ambassador dari bisnismu ini! "


"Itu bukan apa-apa. Karena putrimu berada di bawah nama besar TEN ENTERTAINMENT. Dan dia masih terikat kontrak kerja, jadi ini merupakan salah satu jobnya. "


"Haa.. Haaa.. Benar. Anda sangat berbaik hati telah membesarkan namanya, tuan muda! "


"Orang ini, di usia yang masih sangat muda begitu pintar menyindir dan sangat suka dipuja. Sepertinya aku harus sering menjilatnya. Bagaimanapun juga, anakku memiliki banyak kesempatan untuk lebih dekat dengannya. Dengan begitu, aku akan merasa tenang di posisiku yang sekarang ini. Jika anakku macam-macam, dia akan terkena pinalti di perjanjian kontrak kerjanya. Aku harus membujuk Sarah untuk lebih dekat dan sering-sering bersama dengan William! " Pikir tuan Daya Dharmasetya.


Tuan Gubernur berpikir tentang William yang tidak mudah goyah dengan prinsipnya. Selain suka menyindir dan bernegosiasi, Williampun sangat pintar merendah yang dimaksudkan untuk menyinggung lawannya.


"Tuan muda, apa kabar? Senang sekali bisa menerima undangan pembukaan resortmu ini! " Sapa seorang nona cantik yang tidak lain adalah Clara.


"Hallo nona Clara! Anda sangat cantik malam ini. Bagaimanapun juga anda adalah salah satu pemegang saham di resort ini. Sudah menjadi kewajiban kami untuk membuat anda puas! "


"Kau selalu tahu kapan harus bercanda, tuan muda tampan. " Clara dengan centilnya menggigitkan bibir tipisnya dan tersenyum pada William.


Williampun membalas dengan tersenyum lembut. Melihat pemandangan itu, orangtua William segera bertanya pada asisten pribadi William.


"Siapakah wanita itu?" tanya nyonya Monica kepada tuan Santo, asisten pribadi tuan muda William. "Apakah mereka begitu dekat? Apakah William sudah benar-benar melupakan Alicia? "


"Tidak, nyonya. Wanita itu adalah Clara. Sahabat nona Alicia. " Jawab Tuan Santo.


"Ohh, rupanya seperti itu. Aku tidak perlu khawatir jika anakku tidak memiliki teman wanita. "


"Sepertinya dia bukan berasal dari kalangan biasa, aku seperti pernah melihatnya tapi entah dimana! " Tuan besar Samuel berkata dengan mengerutkan dahi.


"Ya, tuan dan nyonya. William pernah bercerita sedikit tentang nona Clara. Dan nona Clara ini adalah pacar dari tuan muda Ginza."


"Maksudmu adalah anak kedua dari keluarga Winarta itu? " Tanya nyonya Monica.


"Ya, benar. Ginza Winarta. " Jelas tuan Santo.


"Oh, begitu rupanya." Ucap nyonya Monica.


"Mari kita mulai acara malam ini. Untuk pembukaan, mari kita sambut CEO dari MILDTOWN RESORT yaitu tuan muda WILLIAM ALEXANDER untuk menyampaikan pidato pembukaan. Di usia yang masih sangat muda ini, Tuan William berhasil mendirikan resort dengan kemampuannya sendiri. "


Acara telah dimulai. Diawali dengan pidato pembukaan dari tuan William. Dan setelahnya, terdapat berbagai macam games dengan hadiah yang sangat menarik.


Orang -orang terkagum dengan penampilan William yang sangat mempesona.


"Lihat itu, tuan William. Begitu berbeda dari di televisi. Lebih tampan dilihat langsung. "


"Ya, lihat itu! Bibirnya tebal, merah, dan seksi. "


"Wanita mana yang tidak akan tergila-gila padanya! "


"Mana mungkin kita memiliki kesempatan mendekatinya. Yang kutahu, dia memiliki kekasih masa kecil dan sampai sekarang mereka masih bertunangan. "


"Ahh, tapi lihat saja di jarinya itu tidak ada cincin pertunangan! "


"Benar! Mungkin kau yang salah informasi. "


Para wanita senang bergosip tentang William. Dan seorang wanita mencoba mendekatinya.


"Hai, Will! Mengapa kau duduk sendiri? Dimana wanita cantik yang menemanimu? "


"Hmm.. Wanita cantik itu baru saja datang untuk melekat padaku! " William tersenyum dingin membuat orang yang menatapnya membeku sesaat.


"Heeheee, kau sangat tahu keinginanku. Maka biarkanlah aku melekat padamu seumur hidupku! "


"Kau tentunya tahu bahwa aku tidak senang direpotkan dengan wanita! "


"Yaa tentu, aku tidak akan menjadi wanitamu yang merepotkan! "


"Berhentilah merayuku, Fre! Tidak baik untuk masa depanmu di TEN ENTERTAINMENT. "


"Baik, tuan muda. Izinkan aku bersulang untuk keberhasilanmu malam ini! "


"Hanya satu kali saja. "


"Ya, dan itupun telah membuatku tergila-gila padamu! "


Mereka berdua bersulang dengan penuh tawa. William sudah lama tidak tertawa seperti itu. Merekapun telah mengenal satu sama lain sejak lama dan selalu berhubungan baik. Bahkan, Freya banyak membantu William. Tapi perasaan Freya begitu mendalam untuk William. Sebaliknya William tidak pernah menanggapinya dengan serius.


Sean dan Brimma membiarkan mereka berdua. Banyak mata-mata keluarga Atmadja yang tersebar di pesta itu. Sean sedang memantau keadaan pesta.


"Mereka terlihat dekat. Mungkinkah wanita itu adalah pacarnya? " tanya seorang wanita yang mengenakan gaun biru yang tak lain adalah Sarah.


"Tidak mungkin. Semua orang tahu bahwa William hanya memiliki Alicia. " Reggina membantah ucapan Sarah. "Apakah kau tidak pernah bertemu wanita itu? Dia adalah Freya Elizabeth. Salah satu artis seni peran pendatang baru di bawah manajemen yang sama denganmu! "


"Maksudmu, dia dibawah nama TEN ENTERTAINMENT juga? " tanya Sarah kaget.


"Benar! "


"Lihat itu! " Sarah menunjuk ke arah Clara dan Ginza yang sedang bermesraan. "Ciihh, jijik sekali aku melihat wanita penggoda itu. "


"Mari kita pergi dari sini! Lebih baik menikmati musik dansa saja" ajak Reggina.


Seorang pelayan jalan mendekati Sarah. Pelayan itu membawakan minuman untuk Sarah dan berkata,


"Halo apakah anda nona Sarah? Tuan muda yang di sebelah sana memintaku untuk mengantarkan minuman ini dan bersulang untuk anda! " pelayan itu menunjuk seorang pria tampan yang tinggi dengan senyum manis yang meluluhkan hatinya.


Pria itu mengangkat gelasnya, yang menandakan mengajak Sarah untuk bersulang. Sarah tak kuasa menolak. Pria itu adalah tuan muda Nikko Atmadja.


"Ternyata masih ada yang lebih tampan dan menarik selain Ginza. Aku akan membuat Ginza dan Clara membayar semua ini!" Sarah mengutuk Ginza dan Clara.


"Sarah, aku pergi menemui Fanny dulu ya. Telepon aku jika kau membutuhkanku! " Reggina pergi meninggalkan Sarah yang masih terbengong menatap pria itu.


"Aku akan pergi memata-matai Clara. Aku tidak mau kehilangan cinta Ginza padaku. Setelah semua usaha yang kulakukan, aku tidak mau kehilangan kesempatan merebut Ginza darimu, Sarah. " Reggina berbicara sambil tersenyum licik.


Akhirnya Sarah meminum anggur yang telah dibawakan oleh pelayan tadi. Dan tuan muda Nikko tersenyum penuh kemenangan.


"Haaa.. Haaaa.. Kau telah masuk ke dalam perangkapku, Sarah! Putri sang Gubernur telah jatuh ke dalam genggamanku! " Sambil tertawa, tuan muda Nikko memberi kode kepada para pengawalnya untuk segera membawa Sarah.


Sarah berjalan keluar dari ballroom dengan sempoyongan.


"Huuhh, baru minum satu gelas kenapa kepalaku mendadak berat? Aduhh sangat pusing! Mungkinkah di dalam minuman itu ada sesuatu?? "


Sarah terus berjalan menyusuri koridor resort dan menjauh dari ballroom. Beberapa pengawal keluarga Atmadja mengikutinya sampai ke pojok koridor.


Brukk.. Sarah terjatuh. Lalu pengawal keluarga Atmadja menangkapnya dan dengan cepat membawanya menuju satu kamar yang telah disiapkan.


*** Terimakasih kepada para pembaca yang telah mampir ke novelku. Maaf jika ada penulisan kata yang kurang tepat. Jangan lupa untuk dilike, jadikan favorit dan tinggalkan comment ya. #salamembaca ***