My Name Is Alicia

My Name Is Alicia
Love is feeling



Ricky dan Rose memiliki hubungan spesial setelah acara penggalangan dana kemarin malam. Ricky berhasil masuk ke dalam hati Rose. Dia sangat ingin mengenal dekat dengan adiknya yaitu Margaret.


Margaret adalah teman satu sekolah Alicia yang memasukan racun ke makanan saat pameran berlangsung. Tidak mudah mendekati Magaret karena penjagaan yang ketat. William yang mengetahui hal ini, segera mengirimkan Ricky untuk masuk ke dalam keluarga tuan Keneddy dengan cara mendekati Rose, anak perempuan pertama keluarga Keneddy.


Beverly Hills, kota di California


Rose tinggal di rumah mewahnya. Meskipun belum menikah, dia memiliki rumah dengan desain sendiri.


"Aku telah sampai di depan rumahmu, Rose. " Ricky memberitahu posisinya melalui panggilan telepon.


"Baiklah, aku akan menyuruh pelayan menyambutmu! " Rose menjawabnya.


Ricky melihat-lihat rumah Rose. Bukan karena iri, tapi Ricky ingin mengetahui seluk beluk terperinci tentang rumah ini.


Ricky membunyikan klaksonnya. Seorang petugas keamanan keluar dan memeriksa identitas Ricky dan juga mobilnya.


"Silahkan masuk, tuan. Nona Rose sudah menunggu kedatangan anda! "


Pintu gerbang terbuka. Dan Ricky segera menancap gas.


"Rumah putihnya terlihat biasa jika dilihat dari luar. Namun setelah memasuki gerbang tingginya, mataku dimanja dengan pemandangan yang begitu indah." Ricky berkata dalam hatinya.


Ricky melihat pos keamanan yang terletak di sebelah kanan, lalu dia memarkirkan mobilnya.


Dan Ricky terperanjat dengan koleksi mobil mewah Rose yang sedang terparkir. Diantara empat koleksi mobil mewah tersebut adalah Ferari Spider couple berwarna deep blue, yang hanya memiliki dua kursi penumpang. Desainnya sangat elegan dan sporty. Lalu Porsche Cayman yang berwarna putih dengan didesain seperti mobil convertible yang berkelas tinggi. Tepat di depan mobilnya terdapat Maybach Exelero yang merupakan salah satu mobil asal Jerman dengan kecepatan 351km per jam. Dan yang diparkir di sebelah mobilnya adalah Lamborghini Veneno yaitu salah satu mobil tercepat dan paling mewah di dunia.


"Woww.. Sungguh pecinta mobil. Aku tidak menyangka bahwa Rose memiliki selera yang bagus pada mobil-mobil ini." gumam Ricky.


Setelah melihat sebentar koleksi mobil Rose, Ricky keluar dari halaman parkir yang tepat berada di depan rumahnya. Di depan Ricky berdiri seorang pelayan wanita berpakaian hitam dan putih.


"Apakah anda adalah tuan Ricky? "


"Ya,itu aku. " sahut Ricky.


"Nona sudah menunggu anda di dalam. Silahkan ikuti saya! "


Ricky melangkahkan kakinya mengikuti pelayan itu. Dia melihat pemandangan di kanan dan kirinya yang penuh bunga. Di samping kanan pojok, terdapat kandang anjing kosong berukuran besar. Lalu Ricky menaiki tangga. Dan beberapa pelayan menyambutnya di depan pintu. Ternyata pelayan di rumah Rose memakai seragam perpaduan warna hitam dan putih. Dengan rok di atas lutut dan memakai heels 5 cm.


"Selamat datang di kediaman nona Rose, tuan! "


"Terimakasih. " Ricky menjawab mereka dengan singkat.


"Woww! " lagi-lagi Ricky dibuat kaget dengan rumah mewah ini. Desain interiornya benar-benar menciptakan kesan elegan dan romantis.


"Tuan silahkan ikut saya ke ruang tengah! "


"Oke"


Ricky berjalan ke ruang tengah. Antara ruang tamu dan ruang tengah dipisahkan dengan aquarium panjang yang disekelilingnya terdapat bunga poppy. Hiasan dindingnya terbuat dari marmer berkualitas terbaik.


Di ruang tengah yang menurut Ricky nyaman ini, terdapat sofabed berwarna hitam dengan garis putih sama seperti zebra. Di sisi kirinya terdapat jendela yang mengarah ke barat. Di depan tempat Ricky berdiri, terdapat tangga dengan bentuk melengkung dan diisi dengan lampu gantung mewah.


Pelayan membawakan Ricky minuman.


"Silahkan diminum, tuan. Anda pasti lelah di perjalanan. "


"Terimakasih. Dimana nonamu? "


"Sebentar lagi nona akan turun, tuan. "


Pelayan itu pergi. Dan Ricky duduk di sofabed menunggu Rose turun dari kamarnya.


Tak tak tak.. Suara kaki seorang wanita yang memakai heels sedang menuruni tangga.


Wangi parfum yang romantis menyerbu hidung Ricky. Rose melambaikan tangan padanya dengan disertai senyum manisnya.


"Halo, sayang! " sapa Rose.


Rose sangat seksi. Dia memakai mini dress berwarna gold yang memperlihatkan bahunya dan dengan rambut panjang yang terurai menambah kesan cantik pada dirinya.


"Mengapa kau membiarkan tamu menunggu terlalu lama? " Ricky bangun dan bertanya sambil mencium pipinya.


"Kau bukan tamuku lagi. Sekarang kau adalah pacarku! Lain kali jika kau sudah datang, carilah aku ke kamar. "


"Bagaimana aku tahu kamarmu itu? "


"Mmm, kau bisa bertanya pada pelayanku! " tangan Rose meraba pipiku dengan lembut.


"Kau lebih cocok tinggal di sini daripada di apartemenmu itu! "


"Tapi aku kadang merasa bosan berada di sini! " Rose berkata dengan manja.


"Kau bisa pergi ke rumahku! Aku akan menyuruh orang untuk menjemputmu. "


"Kau memang yang terbaik " Rose merangkul leher Ricky.


Ricky yang tidak tahan dengan sikap manja Rose, langsung memeluk pinggulnya dan mencium bibir Rose yang manis itu.


Mmuaahh mmuuaahhh.. Kedua sejoli itu sedang dimabuk cinta.


"Bagaimana kalau kita makan siang? " tanya Rose lembut.


Ricky berhenti menciumnya, "oke. "


"Kokiku akan membuatkan makanan spesial untukmu! "


Plok plok plok.. Rose memanggil pelayan.


"Tolong siapkan makan siang untuk kami! "


"Baik, nona. "


"Sambil menunggu, bagaimana jika kau mengajak aku berkeliling rumahmu? "


"Oke, baiklah. "


Ricky menggandeng tangan Rose.


"Kau ingin ke mana dulu, sayang? "


"Bawa aku ke kamarmu! "


"Oh? Kamarku? baiklah.. "


Mereka menaiki tangga sambil tertawa ringan.


"Nah, inilah kamarku! "


Rose membuka pintu kamarnya. Mata Ricky tertuju pada sebuah foto yang terpajang di meja riasnya.


"Siapakah ini yang foto bersama denganmu? "


"Oh, itu adalah adikku, Margaret. "


"Oh, sepertinya adikmu ini masih bersekolah ya? "


"Ya, usianya tujuh belas tahun di tahun ini. Dia bersekolah di Angela High School. "


"Hmm, sekolah favorit di California rupanya! "


"Benar. "


"Apakah adikmu tinggal bersama orangtuamu? "


"Ya, dia tinggal di kediaman ayahku! " Rose memandangi Ricky. "Sepertinya kau lebih tertarik pada adikku dibandingkan dengan aku? "


"Mana mungkin! Dari awal bertemu, aku sudah jatuh cinta padamu, Rose! "


Ricky mendekat dan memeluk Rose dengan hangat. Dia mencium bahunya. Ricky menggendong Rose. Lalu dia duduk di jendela yang terbuka. Rose duduk di atas pangkuan Ricky.


Ricky membelai rambut Rose, "Apakah kau benar mencintaiku? Atau aku hanyalah pelarianmu saja setelah kau dicampakan oleh Nikko? "


"Tidaakk! Kau bukan pelarian untukku! "


"Aku tahu, matamu telah mengatakannya! "


Ricky membuka resleting bagian atas mini dress Rose. Tangannya masuk menyusuri punggung Rose yang lembut dan indah. Sambil mencium lembut kekasihnya, Ricky meraba bagian kembar sensitif milik Rose.


"Apakah sekarang kita bisa melakukannya? " tanya Ricky lembut. "Aku tidak akan memaksa jika kau belum siap! "


"Siap atau tidak hanya masalah waktu. Pada akhirnya kita akan melakukannya bukan? "


Setelah mendengar jawaban Rose, dengan cepat Ricky membuka semua pakaian yang dikenakan Rose hingga tak sehelaipun di tubuhnya. Ricky berdiri dan menggendong Rose ke atas ranjang.


Ricky mulai membuka bajunya dan berbaring di atas Rose.


Rose melihat badan Ricky yang menggoda. "Aku pikir Nikko adalah yang terseksi. Ternyata Ricky juga tidak kalah seksi dengan ototnya dan bentuk perut yang sixpack! "


Angela High School, California


"Apakah kau sudah bertanya pada mr Adam? " Lewis dan Britany sedang duduk di kelas membicarakan Adam.


"Apalagi yang akan kutanyakan? Mr Adam pasti akan menjawab 'tidak tahu'! Dia menutup kasus ini. Sebenarnya apa yang terjadi? Aku tidak tahu pasti. "


"Yaa, itu benar. Bahkan kita tidak tahu alamat jelas rumah Alicia. " kata Lewis.


"Yang paling kusesali adalah kita tidak bisa menangkap pelaku yang memasukan racun itu ke dalam makanan Alicia! "


"Ya, akupun berpikir seperti itu! "


Margaret dan Linda datang dengan membawa setumpuk buku tugas yang diberikan guru pada mereka.


Margaret duduk di samping Lewis. "Kalian sedang bicara apa? "


"Membicarakan Alicia! "


Mata bulatnya Margaret melotot karena kaget. Deg deg deg. Jantungnya tidak beraturan. "Ada apa dengan Alicia? Apakah kalian sudah mendengar kabarnya? "


"Belum, kami tidak bisa menanyakan alamatnya! "


"Aku akan mencoba. " jawab Margaret dengan lesu.


"Bagaimana ini? Apa yang akan kulakukan? " Margaret berpikir keras.


"Yang kutahu, keluarga Alicia mengajukan permohonan cuti agar Alicia tidak dikeluarkan dari sekolah. " Linda memberitahu.


"Aku harus menemukan Alicia dan memastikan kalau dia baik-baik saja. " Margaret berpikir.


Mountainview, California


Nikko sedang manemaniku duduk di atas ayunan balkon kamarnya.


"Apakah kau tidak ke kantor hari ini? " tanyaku.


"Tidak, al! Aku sudah menyuruh Malik untuk membereskan beberapa urusan kantor. "


"Apakah kau tidak akan menceritakan orangtuaku? "


"Belum saatnya. Aku tidak ingin sakit kepalamu kambuh. "


"Oh.. Baiklah"


Aku menyandar di pundak Nikko. Dia membelai lembut rambutku. Sesekali dia menggodaku.


"Aku sangat bosan di rumah. " aku akan mencoba merayu Nikko untuk mengajakku pergi jalan-jalan ke luar.


"Hmm, apa yang kau pikirkan? "


"Aku ingin kau membawaku jalan-jalan! "


"Boleh! "


"Benarkah? " aku bangun dan membenarkan posisi dudukku menghadap Nikko.


"Ya, setelah kau bersikap baik dan menurut padaku. "


"Baiklah, baiklah. Itu hal yang mudah. "


"Aku akan membawamu ke Golden Gate Garden. Di sana akan ada acara taman bunga tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintahan daerah. "


"Apakah kau tidak akan mengingkari janji? "


"Aku akan mencarikan tiket untuk kita ke sana. Tapi sebelumnya, kau harus menuruti kata-kataku! Bagaimana? "


"Mengapa kau sungguh cerewet dengan mengulang kata-kata yang sama! "


Nikko tersenyum, "itu semua demi kebaikanmu! "


"Oke oke, sekarang tolong pijat aku! Bahuku pegal. "


Nikko selalu menuruti keinginan Alicia. Dia selalu mencari cara agar Alicia bahagia bersama dengannya.


"Al? Apakah kau ingat aku sedikit? "


Mengapa Alicia tidak menjawab pertanyaanku? Bahkan dia tidak bereaksi sedikitpun.


Nikko melirik Alicia yang terdiam.


"Apakah kau tertidur, Al? " tanya Nikko.


Nikko menepuk-nepuk lembut pipinya Alicia. Lalu Nikko menggendongnya masuk ke kamar.


Srak srak. Nikko membaringkan Alicia dengan lembut ke atas ranjangnya.


"Kau mengantuk rupanya. " Nikko berbaring di samping Alicia sambil mengelus lembut pipinya. Lalu Nikko mencium lembut bibir tipisnya dan memeluknya dengan hangat.


Nikko selalu memperlakukan Alicia dengan baik. Tidak seperti wanita lain yang dipandang rendah olehnya. Karena itulah, Pingkan selalu cemburu pada Alicia.


Pt Fantasia Liu, Jepang


"Tuan Han, apakah tuan Adit akan datang ke perusahaan kita? "


"Dia sedang mencari putrinya yang hilang! "


"Apakah tuan Adit tidak tahu, jika putrinya bersama dengan tuan muda Atmadja? "


Melissa, sekretaris tuan Han Liuliu sedang berdiskusi di ruangan CEO.


"Saya mengenal sifat tuan Adit. Dia tidak akan percaya pada apapun sebelum dia melihat dengan kedua matanya sendiri. "


"Sungguh seorang pria yang berprinsip. "


"Apakah kau mengagumi tuan Adit? Katakan padaku, Mel? "


"Ah tuan, saya tidak berani! "


"Mengapa? Suka atau tidak suka adalah sesuatu hal yang wajar. Itu merupakan hak semua orang. Apalgi tuan Adit masih sangat muda. Setelah istrinya meninggal, banyak wanita yang mendekatinya! "


"Benarkah yang anda katakan itu, tuan? "


"Ya, beberapa wanita mencoba mendekatinya dan tuan Adit tidak pernah memberi peluang pada mereka. " tuan Liuliu memandang Melissa. "Undang dia segera ke kediamanku. Karena yang kutahu dia sangat kesepian. "


"Baik, tuan. Saya akan menghubungi tuan Farhan.


Melissa membayangkan tuan Adit, " Aku akan mencoba mendekati tuan Adit. Aku akan memberikan informasi mengenai keberadaan Alicia. Dengan begitu mungkin dia akan berterimakasih padaku! "


Kring kring kring.. Ponsel tuan Farhan berdering.


"Hallo nona Melissa, apa kabar? "


"Hai tuan Farhan, kabar baik. Tuan Liuliu mengundang tuan Adit untuk menghadiri penjamuan di kediamannya! "


"Kapan penjamuan itu akan diadakan? "


"Bulan depan di minggu kedua, undangan khususnya akan kusampaikan lewat email. "


"Baiklah, saya akan mengabarkan tuan Adit. Terimakasih nona Melissa. "


Melissa segera menutup teleponnya. Dan lagi-lagi dia berpikir, "Aku sudah memberi kabar kepada tuan Farhan. Kuharap tuan Adit akan datang. "


Stanford, California


Dylon keluar rumah dengan mengendarai mobil sedannya. Dia tidak sadar diikuti oleh seorang mata-mata suruhan Nikko.


Aku akan menelepon tuan Malik.


"Tuan, saya ingin mengabarkan bahwa saat ini saya sedang mengikuti nona Dylon. "


"Dimana kau sekarang? "


"Orange Highway menuju ke Long Beach! "


"Aktifkan alat pelacakmu segera! "


"Baik, tuan. "


"Saya akan segera memberikan kabar kepada tuan Nikko! "


Tut tutt tuttt..


"Apa yang akan kulakukan? Tuan Nikko sedang bersama dengan nona. Sedangkan aku masih di kantor dengan pekerjaan yang menumpuk! " Malik berpikir. "Sebaiknya, aku mengirimkan anak buahku untuk berjaga di sekitar Long Beach! "


Kring kring kring..


"Ya, tuan Malik. Ada apa? " suara Dido terdengar akrab di telinga tuan Malik.


"Kirim beberapa anak buah ke Long Beach segera. Mata-mataku berkata bahwa Dylon akan berada di sana. "


"Baik, tuan. Akan kulaksanakan. "


"Apa yang sedang tuan muda lakukan sekarang? "


"Tuan muda sedang menemani nona tidur di kamar nona. "


"Oke, baiklah. Katakan tentang masalah ini jika tuan muda terbangun! "


"Ya, tuan. "


Tuan Malik melanjutkan pekerjaannya. Para karyawan memperhatikan tuan Malik.


"Akhir-akhir ini, CEO kita jarang pergi ke kantor! " kata Alena.


"Ya, tuan Malik menggantikannya! " Nelly menunjuk tuan Malik yang sedang sibuk.


Jasmine mengecilkan suaranya, "Menurut kabar yang beredar bahwa tuan Nikko memiliki gadis simpanan di rumahnya! "


"Hah? Apakah itu benar? " Alena dan Nelly kaget.


"Dari mana kau tahu itu? " tanya Nelly.


"Waktu itu aku tidak sengaja mendengar pembicaraan antara tuan Malik dengan tuan Dido. " Jasmine menjelaskan kepada mereka berdua dengan serius.


Alena mengerutkan keningnya, "Benarkah itu? Wanita cantik mana lagi yang bersama dengan tuan Nikko? "


"Yang jelas bukan salah satu diantara kita! " Jasmine menjawab dengan datar.


"Ya, itu benar. Karena selera tuan Nikko begitu tinggi dan apakah kalian ingat nona Rose ditolak oleh tuan Nikko? " Alena membenarkan opini Jasmine.


"Ah, ya! Benar! " Nelly dan Jasmine kompak menjawab.


Jasmine memperhatikan tuan Malik. Tidak sengaja tuan Malik melihat ke arah Jasmine.


"Ups! " Jasmine mengalihkan pandangannya dari tuan Malik.


"Kenapa aku bertindak ceroboh? Bagaimana jika tuan Malik tahu bahwa aku memperhatikannya? Habislah aku! " Jasmine berkata dalam hatinya.