
Mountainview, California
Kehangatan yang Nikko berikan untuk Alicia tidak lain karena ingin memiliki Alicia seutuhnya. Selain membuatnya merasa nyaman, Nikko juga ingin membuat Alicia tidak akan pernah meninggalkan dirinya meskipun suatu saat nanti William akan datang padanya.
"Cepat atau lambat, ancaman dari William akan datang! Hingga tiba saatnya, Alicia akan sangat berat melepasku. Dan kesempatan William untuk bersama Aliciapun akan berakhir! " Nikko berjalan meninggalkan kamar Alicia setelah Alicia tertidur.
Brak..
Pintu ruangan Jaringan Zero terbuka. Semua orang yang berada di sana diam.
Selain mempekerjakan beberapa dokter, Nikko juga memiliki sepuluh orang hebat dalam bidang teknologi.
"Ada kabar menarik apa lagi dari Dido? " Tanya Nikko kepada Malik.
"Ya, tuan muda. " Tuan Malik segera memberi perintah pada Andrew. "Andrew, cepat beritahu tuan muda! "
"Ya, silahkan kesini tuan dan lihatlah! " Andrew segera membuka beberapa foto dan video yang dikirim oleh Dido dengan menggunakan B Cyber.
Munculah beberapa foto Dylon dan video yang memperlihatkan kedekatan Dylon dengan tuan Ricky.
"Apa hubungan mereka berdua? " Nikko bertanya pada Malik dan Andrew.
Tuan Malik memperhatikan Nikko yang sedang gusar. "Mereka adalah anggota dari organisasi Q&L the Darkness'! Apakah anda tahu organisasi itu,tuan?"
"Ya, organisasi ini berdiri dua tahun yang lalu. Tepatnya ketika seorang hacker berhasil membobol jaringan perusahaan milik keluarga Alexander. Dan saya tidak menyangka jika organisasi ini berkembang begitu pesat setelah nona menghilang! "
"Tapi sekarang, apakah salah satu tujuan organisasi ini adalah untuk menemukan nona? " Tanya tuan Malik.
"Sekiranya begitu! " Jawab Nikko datar.
"Lalu tuan, Siapakah hacker yang berhasil membobol jaringan keluarga Alexander? Karena sistem keamanan jaringan tersebut sangat sulit diretas! " Tanya Andrew.
"Orang itu telah mati! "
Tuan Malik dan Andrew terkejut saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut tuannya.
"Hah! " Setengah sadar mulut Andrew terbuka.
"Tenang saja! Kau aman berada di bawah perlindunganku! " Nikko menatap tajam ke arah Andrew.
"Saya percaya pada anda, tuan! "
"Segera kirimkan semua file dari B Cyber ke email saya! Dan kau, Malik.. Ikut saya ke ruang kerja! "
Nikko pergi meninggalkan ruangan itu. Andrew dan timnya segera berkomentar tentang apa yang baru saja mereka dengar.
"Gila! Keluarga Alexander benar-benar kejam!" Moggy berkomentar.
"Tapi jika kita berada dalam situasi tersebut, membunuh adalah hal yang wajar! " jawab Andrew.
"Ya, dan sampai sekarang belum ada yang bisa membobol jaringan keluarga Alexander lagi! " Tan Shu membenarkan.
"Sudah.. Sudah.. Jangan sampai terdengar oleh tuan Malik! " Andrew memberi peringatan.
Tuan Malik mengikuti Nikko ke ruang kerjanya yang berada di lantai satu tepatnya di sebelah ruang makan.
"Malik, kau sudah berapa lama ikut denganku? " Tanya Nikko.
"Lima tahun, tuan. Saya selalu ikut kemanapun anda pergi! " jawab Malik tanpa ragu.
"Lalu mengapa kau lupa tentang kejadian lima tahun yang lalu? "
Tuan Malik menyipitkan matanya. "Maksud anda, tuan? "
"Ingatkah kau saat pertama kali kau bertemu denganku? "
*****
Flashback Lima Tahun Yang Lalu
Saat itu hari Jumat setelah wisuda sekolah Nikko.
Aku, ayah, ibu, dan Nikky pulang dari acara wisuda di sekolahku. Yaitu sekolah menengah atas St Petra High School. Sekolah swasta terkenal di kotaku.
Hari itu setelah pulang dari acara tersebut, kami datang ke restoran yang sudah dipesan oleh ibu dari jauh-jauh hari. Kami merayakan kesuksesanku karena lulus dengan nilai terbaik dan sekaligus sebagai perpisahan keluarga karena minggu depan aku harus pergi melanjutkan kuliah di Jerman. Saat sedang menikmati hidangan mewah, ayah menerima telepon darurat.
"Ya, hallo? " ayah mengangkat teleponnya dan pergi menjauh dari tempat kami.
"Ada sesuatu yang ingin kuberitahu, tuan! "
"Katakan! ada apa? " perintah ayah.
Karena kulihat ayah agak lama menerima telepon itu, maka kuputuskan untuk membujuknya mengakhiri telepon tersebut namun aku mendengar pembicaraan ayah dengan seseorang yang sungguh di luar dugaan.
"Kami tidak berhasil menjebak tuan Adit! "
"Apa yang kau katakan? Kau gagal menjebak Adit lagi? "
"Ya, tuan. Penjagaan mereka sangat luar biasa. "
"Baiklah. Jika kau tidak bisa menculik putrinya maka aku akan memikirkan cara lain! " ayah bicara dengan nada kecewa.
"Maafkan kami, tuan. "
"Lalu, bagaimana dengan ayah dari Nikko? Apakah kalian sudah selesai membereskannya? "
"Sudah, tuan. Kami sudah membuang mayatnya di pinggiran kota. "
"Lalu bagaimana dengan keluarga Alexander? "
"Sedikit lagi kami berhasil meretas jaringan perusahaannya, tuan. Kira-kira 30% lagi. "
"Baiklah. Kutunggu hasil kerjamu malam ini! "
Ayah mematikan teleponnya dan aku masih berdiri di pojok tempatku berdiri. Ayah yang terkejut melihatku langsung buru-buru menyimpan ponselnya di saku celana dan menghampiriku.
"Apa yang kau lakukan di sana, Nikko? Apakah kau mendengar semua pembicaraan ayah? "
"Ayah? Katakan padaku jika semua yang kudengar adalah sebuah kebohongan? "
"Nikko, setelah pulang ke rumah, datanglah ke ruang kerja ayah! "
"Apa maksudmu dengan ayahku? Apakah aku bukan anak kandungmu? "
"Kau ingin ayah menjelaskannya, bukan? Maka datanglah ke ruang kerja ayah! Sekarang mari kita kembali. Ibu dan adikmu akan khawatir jika kita tidak kembali. "
Demi sebuah jawaban, akhirnya Nikko menurut. Merekapun kembali menikmati hidangan.
Setelah sampai di rumah, ibu dan Nikky langsung ke kamar mereka untuk beristirahat lebih awal atas perintah ayah.
Aku dan ayah kini berada di ruang kerja. Ayah mengeluarkan album foto berwarna gold. Lalu ayah membuka lembar demi lembar. Terlihat foto anak kecil laki-laki dan perempuan yang ayah jelaskan bahwa itu adalah aku dan Nikky.
"Lihatlah! Ini adalah foto masa kecilmu dan adikmu, Nikky kita tercinta. "
"Ya, ayah. Lalu bisakah ayah menjelaskan arti pembicaraan ayah tadi di telepon? "
"Baiklah! Setelah kau mendengarkan ayah, ayah tidak yakin kau masih akan mempercayaiku dan ibumu atau tidak! "
Aku melihat raut wajah ayah berubah. Terlihat sedih dan tertekan. Lalu beliau memulai ceritanya.
"Saat aku dan istriku menginginkan seorang anak, dokter memvonis bahwa istriku tidak bisa memberikanku keturunan. " ayah mengenang masa itu dengan tatapan kosong."
"Lalu ada kerabat ayah yang miskin dan tidak dapat menebus istrinya yang telah melahirkan di rumah sakit. Sampai istrinya meninggal, diapun tidak bisa menebus anaknya. " Mata ayah mulai berkaca-kaca. "Dia datang kepada ayah memohon. Ayah dan ibumu akhirnya datang ke rumah sakit melihat anak itu dan membawanya pulang dengan jaminan akan membesarkan dan merawat anak itu seperti anak kandung sendiri. Bahkan kerabat ayah setuju dengan satu syarat. "
"Apa syaratnya, yah? "
"Syaratnya adalah memberikan sejumlah uang, rumah dan pekerjaan untuknya. "
"Apakah dia sudah gila menukar anak kandungnya sendiri demi uang semata? " aku marah mengetahui watak ayah dari anak itu.
"Ya, hingga kini orang itu terus meminta sejumlah uang dan fasilitas kepada ayah. Apalagi setelah mengetahui bahwa anaknya telah berhasil menempuh pendidikan dengan pencapaian yang menakjubkan! " Ayah mulai menangis. "Dia selalu datang dengan mengancam akan mengambil anak itu dariku! "
"Apakah anak itu adalah aku? " tanyaku dengan sangat hati-hati.
Ayah tidak menjawab, tapi matanya mengisyaratkan jawaban pasti. Aku berdiri dan memeluk tuan yoga, yang baru kuketahui bahwa beliau adalah ayah angkatku!
"Jika kau masih ragu padaku, pergilah ke rumah sakit bersalin Helina Hospital di jalan raya Hos Cokroaminoto. Tanyakan datamu di sana. Kau akan menemukan siapa orangtua kandungmu! "
"Aku akan mencari tahu tapi bukan berarti aku akan pergi meninggalkan ayah, ibu, dan Nikky. Aku menyayangi kalian. Terimakasih ayah, sudah merawatku dengan tulus! "
"Kau adalah anakku. Selamanya tidak akan merubah apapun! "
"Apakah Nikky tahu semua ini? "
"Selain aku dan istriku, orang lain tidak tahu! "
"Dan ayah kandungku, apakah sudah meninggal? "
"Ya, ayah terpaksa membunuhnya karena dia akan mengambil dirimu dan juga menjebakku di perusahaan. "
"Aku percaya padamu, ayah. "
Setelah hari itu, kebenaran demi kebenaran telah terungkap. Saat aku putus asa, ayah memanggilku.
"Nikko, ikutlah denganku ke perusahaan sebelum kau berangkat ke Jerman! "
"Baik, yah. "
"Dia adalah tuan muda. Cepat sapa dia! " Ayah menyuruh orang itu hormat padaku.
"Tuan muda, perkenalkan. Nama saya Malik Abraham. Mulai saat ini, saya setia melayani anda. "
Itulah janji setia yang diucapkan Malik. Usia Malik dan aku selisih tiga tahun. Ayah memperkenalkanku padanya di saat dia akan dibunuh oleh keluarga Alexander.
Malik tidak bersekolah. Tapi dia memiliki IQ tinggi. Dia sangat mahir menggunakan alat berteknologi canggih. Dirinya adalah seorang peretas. Ayah mempekerjakannya saat bertemu dengannya di sebuah bar.
Saat itu ayah frustasi karena tidak berhasil meretas jaringan perusahaan lawan. Lalu saat sedang berada di cafe Ten yang berlokasi jalan Cikoko, beliau tidak sengaja mendengar pembicaraan Malik dengan temannya yang berhasil meretas sebuah situs. Karena penasaran, ayah mulai mencoba memberinya sebuah misi, yaitu meretas jaringan perusahaan keluarga Alexander.
Dalam waktu kurang dari empat belas hari, Malik berhasil menyelesaikan misi tersebut.
Setelah ayah mengetahui Malik dicari dan akan dibunuh oleh keluarga Alexander, ayahpun segera menyembunyikan keberadaannya dan membuatkan identitas baru untuknya. Ya, dengan nama aslinya Sanjaya Gunawan kini Malik memiliki identitas baru dan hidup baru bersama denganku.
*****
"Bagaimana? Apa kau mengingat sesuatu di masa lalu? "
Tuan Malik menatap Nikko. "Tentu saja, tuan. Anda dan keluarga telah banyak berjasa dalam hidup saya. "
"Lalu mengapa kau terkejut dengan perkataan saya tadi di ruang Jaringan Zero? "
"Saya cemas bila mengingat kejadian itu! " Wajah tuan Malik memerah.
"Tidak perlu cemas berlebihan. Dirimu yang saya kenal memiliki banyak topeng yang bisa kau pakai di segala situasi. Tenanglah dan selalu berpikir positif. Dengan begitu kau akan terhindar dari bahaya! "
"Saya mengerti! "
"Malik, saya tidak ingin kehilangan dirimu yang berharga! " Nikko berkata dengan serius. "Kami telah banyak memberimu pelajaran. Kau yang sangat pintar, dapat belajar banyak hal dengan mudah. Saya sangat bangga padamu! "
Ya, keluarga Tuan Yoga telah banyak mengeluarkan dana mendatangkan guru multitalenta dari berbagai negara untuk melatih Malik. Itulah kenapa Malik menjadi seorang yang tangguh pendamping Nikko.
Tuan Malik tidak menyangka dirinya dapat diakui oleh tuan muda Nikko. Tuan Malik mambungkukkan badannya memberi hormat.
"Terimakasih atas pujian tuan muda. Saya akan selalu berusaha menjadi yang terbaik! "
"Bagus! Jangan biarkan dunia tahu bahwa kau adalah seorang jenius. Karena mereka pasti mengejarmu untuk kepentingan pribadi mereka. "
Setelah keluar dari ruang kerja tuan muda Nikko, tuan Malik kembali ke kamarnya. Dia mengeluarkan satu foto yang selama ini selalu disimpan rapih di dompetnya.
"Foto ini adalah foto pertamaku dengan tuan Nikko di Jerman saat acara December Hope! "
December hope adalah festival membuat dan menerbangkan lentera. Saat itu tuan muda Nikko sangat rindu kepada nona Alicia sehingga membuatnya putus asa. Lalu dia mendengar dari salah satu teman dekat di kampusnya bahwa terdapat festival December Hope yang bisa memenuhi apapun harapanmu. Itulah alasan mengapa tuan muda Nikko pergi ke acara tersebut yang berlokasi di Munich. Biasanya acara tersebut diselenggarakan selama dua hari dan disediakan makanan khas daerah itu. Ya, perayaan daerah yang sangat sederhana itu membuat tuan muda Nikko terhibur dan memiliki beberapa teman baru di sana. Tuan muda Nikko pernah berencana ingin membawa nona Alicia suatu saat nanti ke acara ini.
"Tuan Nikko tidak pernah ragu memberikan kebahagiaannya padaku! " pikir Tuan Malik.
Kapal Pesiar Golden Love
President Suite no. 1
Di kamar mewah inilah Sean, Brimma, Clara dan Ricky berkumpul. Di kamar President Suite ini terdiri dari kamar tidur utama yang berukuran besar, kamar tidur tamu, ruang makan privat, ruang santai, ruang sauna, dan area spa.
Saat ini, mereka berkumpul di ruang santai.
"Apa ini? " Tanya Brimma pada Ricky.
"Saya menemukan chip ini terjatuh dari pelayan restoran Italia yang menuangkan minuman para tamu. "
"Hah? Benarkah? " Clara tidak percaya.
"Benar! " Ricky meyakinkan Clara. "Lihatlah! Saya memotretnya. "
Ricky menyalakan ponselnya dan memberitahu foto Dido.
"Dia..." Clara kaget. "Pelayan ini memang menuangkan minuman untukku! " Clara menjelaskan. " Pak Randi kerap memergoki dia sedang menatapku. Dan pak Randi juga curiga pelayan itu memotretku diam-diam! "
"Baiklah, kita akan mengawasinya dengan ketat. " Sean berkata dengan yakin. "Aku akan segera mengabarkan William. "
"Terimakasih, Ricky. Kau bekerja dengan sangat baik. " kata Brimma sambil menepuk pelan bahunya.
"Sekarang mari kita lihat, apa yang ada di dalam chip ini! " ujar Sean.
Brimma dan Sean adalah dua orang yang cemerlang di bidang teknologi. Meskipun begitu, Malik tetap yang terbaik.
Brimma memasukan chip itu ke dalam laptopnya. Klik. Laptop masih berproses.
"Apa ini? " Tanya Clara. "Bukankah ini suatu kode? "
"Ya! " Jawab Sean.
"Bagaimana kalian bisa memecahkan kode rahasia ini? " tanya Clara.
"Aku akan memberitahu William! " ujar Sean.
Sean mengambil ponselnya yang terletak di atas meja. Lalu dia menekan nomor William untuk melakukan panggilkan video. Tidak butuh waktu lama, William mengangkatnya.
"Ya? "
"Wil, kami menemukan sesuatu! " Sean berkata dengan serius kepada William.
"Apa? "
"Lihatlah ke laptopku! "
Sean memperlihatkan Laptopnya kepada William. William menatap dengan serius.
"Kau dapat dari mana kode itu? " tanya William.
"Ricky menemukan sebuah chip yang terjatuh dari seorang pelayan restoran. Kupikir pelayan itu adalah seorang mata-mata yang dikirim Nikko untuk kita! " Sean menjelaskan dengan teliti.
"Mana Ricky? "
Ricky segera mendekati Sean agar terlihat jelas oleh William.
"Tuan muda, apa kabar? "
"Ricky, kerja bagus! Perlihatkan pada saya foto pelayan itu! Mungkin saya mengenalnya! "
"Baik. Lihatlah tuan muda! Ini adalah pelayan yang chipnya saya curi. " Tuan Ricky memperlihatkan foto Dido sedang menuangkan minuman tamu.
"Oh, saya pikir dia adalah kaki tangan yang dikirim Nikko. Karena dari caranya bekerja seperti pemikiran Nikko. "
"Saya mengerti, tuan. "
"Lalu apa rencanamu selanjutnya, Will? " tanya Sean.
"Kalian dengarkan baik-baik! "
Mereka mendengarkan rencana William.
"Karena lawan sudah masuk perangkap kita, dan kemungkinan pelayan itu telah mengirimkan beberapa dokumen ke atasannya maka lanjutkan misi kita seperti sebelumnya. " William berkata sambil menatap mereka.
"Bagaimana dengan kodenya? " tanya Brimma.
90I53 1 : 53C®3T NU
Itulah kode di dalam chip itu. William terdiam sambil mengerutkan dahi.
"Menurutku itu adalah poise one : Secret number. Poise yang berarti bersikap tenang dan NU yang bisa diterjemahkan sebagai number. Tapi aku tidak mengerti apa maksudnya! " Jelas William dengan yakin.
"What number? " tanya Clara dengan penasaran.
"Aku belum tahu. Cari beberapa petunjuk dari pelayan itu lagi! "
"Baik, Will! " sahut Brimma dan Sean.
"Bagaimana dengan Dylon? " tanya William.
"Dia masih dalam pengawasan kami. " Jawab Brimma.
"Tekan dia agar tidak macam-macam! Jangan sungkan untuk membunuhnya jika dia menjerumuskan kita ke dalam lubang sekecil apapun."
Ricky melihat sikap asli William dengan mata kepalanya sendiri. "Tuan muda benar-benar bersikap keji! " pikirnya.
"Apakah kalian semua mengerti? "
"Ya! " Jawab mereka.
"Bagus! "
Mereka mengakhiri panggilan video. Mereka terdiam membisu.
"Guys, what do you think about this? " Tanya Clara.
"Kita harus lebih berhati-hati! " kata Brimma.
"Hmm, take it easy! " Sambung Sean.
"Well, ok! Just relax! " ujar Clara.
"Ricky, kau akan mengawasi pelayan itu! Dan Clara curi perhatiannya! " ujar Sean. "Kami akan menjagamu! "
"Oke! "
Mereka mengakhiri perbincangan dan kembali ke kamar masing-masing.