
Kreeekk kreeekkk..
Suara getar handphoneku lagi dan lagi..
"Sayang.. "
"Sayang, balas pesan ibu. "
"Sayang, angkat telepon ibu! "
"Sayang, nanti pulang sekolah ibu jemput ya. Tunggu ibu"
Ternyata sudah yang kesekian kali ibu mengirimkan pesan dan tidak satupun aku balas.
Aku hari ini tidak pergi ke sekolah. Aku pergi ke suatu danau yang indah. Melukis di bawah teduhnya pohon, melepas penat dan rasa kesal pada kedua orangtuaku. Aku penasaran, bagaimana jadinya bila nanti ibu pergi menjemputku tapi ternyata aku tidak ada di sekolah. Hehehe..
High Scope Global School, Indonesia
Clara, Erisa, Sarah dan Reggina sedang duduk di kantin dengan wajah mereka yang merah padam.
"Ra, sebaiknya kamu menyerah tentang Ginza! Kalian baru jadian kan? Sedangkan aku adalah tunangan Ginza yang memang dijodohkan oleh keluarga kami dari kecil. " Celoteh Sarah dengan nada gusar.
"Daripada kamu menanggung malu, Ra. Atau kamu siap dengan segala konsekuensinya? " Ancam Reggina. "Dibandingkan dengan Sarah, kamu itu tidak lebih cantik darinya. Seperti yang kamu tahu, Sarah adalah pewaris perempuan satu-satunya grup Daya Major Industry. Kamu akan kalah bersaing, Ra.. " Lanjut Reggina.
Clara yang daritadi menahan emosi, sekali ucap semua mata tertuju padanya..
"Braaaakkkkk...! " Clara memukul meja dengan keras.
"Aku tidak takut. Kalian tidak tahu apapun tentangku dan keluargaku. Jadi aku tekankan pada kalian untuk tidak ikut campur hubunganku dengan Ginza. Karena aku tidak peduli siapa Sarah dan keluarganya!" Dengan tatapan dingin Clara meraih tangan Erisa. "Ayoo, Ris. Kita pergi.. "
Setelah mereka pergi menjauh dari kantin, Clara meraih ponselnya di dalam saku roknya. Lalu..
"Hallo.. "
"Pak Randi, saya punya misi untuk bapak. Tolong bapak cari informasi tentang teman sekelas saya yang bernama Sarahqueen Dharmasetya Pratama. Dia adalah putri dari bapak Daya Dharmasetya yang memiliki bisnis industri di ibukota. Cari informasi sekecil apapun, segera dalam tiga hari laporkan pada saya. "
Setelah Clara mematikan ponselnya, dia berkata pada Erisa..
"Ayo, Ris. Kita kembali ke kelas. Moodku sedang tidak bagus"
Dan, Ginza yang sedang bermain basket di lapangan segera pergi berganti baju dengan langkah tergesa-gesa setelah Allan temannya Ginza memberi informasi tentang kejadian di kantin. Seketika itu juga Sarah masuk ke ruang ganti pria sambil berteriak..
"Ginzaaaaa, sayang. Cepaatlahh datang..! "
"Kamu perempuan kan? " tanya Ginza dengan manis.
"Seperti yang kamu dan semua orang tahu.. Bahwa akulah primadona di sekolah ini" jawab Sarah dengan bangga.
"Haa.. Haaa.. Haaa.. " Ginza tertawa. "Ada apa, sayang? Belum cukupkah tadi malam sampai mencariku ke ruangan pria? " Ginza bertanya sambil mencium kening Sarah.
"Aku hanya ingin memberitahumu, tadi aku berdebat dengan Clara. Aku memberi peringatan agar dia meninggalkanmu. Apakah kau cukup puas? " Sarah menjelaskan niatnya.
"Kamu memang cantik, tapi cukup bodoh! " Dengan nada marah Ginza menatap Sarah dan berkata, "Jangan menghancurkan rencana yang sudah kita sepakati di awal. Biarkan aku berpacaran dengan Clara dan meraih keuntungan. Jangan lupa, akupun akan membuka jalan untuk mencapai apa yang kita tujukan bersama. Yaitu, posisi hak waris Clara! "
Sarah terdiam. Dalam hatinya mengutuk Clara.
Setelah meninggalkan Ginza di ruangan itu, Sarah marah dan merasa Clara telah merebut cinta dari Ginza. Tetapi, pemikiran Ginza yang briliant memang tidak bisa dipungkiri oleh Sarah.
Reggina sebagai sepupu hanya bisa menenangkan Sarah, "Kamu harus sabar sampai Ginza mendapatkan apa yang dia mau. Yang terpenting adalah kamu tetap menjadi prioritas di hati Ginza. Sedangkan Clara hanyalah kekasih bayangan saja.
" yaaa.. Memang benar apa yang diucapakan Reggina. Sarah berkata dalam hati.
Sarah adalah putri dari bapak Daya Dharmasetya. Selain pemilik dari Pt Daya Major industry, beliau menjabat sebagai gubernur ibukota. Yang artinya beliau adalah orang nomor satu di ibukota. Selain itu, Sarah adalah model remaja yang sedang naik daun, dan menjadi primadona di sekolah. Tidak heran banyak yang terpikat dengan kecantikan dan kekuasaan keluarganya.
Saat sekolah berakhir..
"Eris, apakah Alicia sudah menjawab telepon dari kamu? "Tanya Clara.
"Belum. Sekalipun dia tidak membalas pesanku, Ra. Aku sangat khawatir.. " dengan nada cemas, Erisa menjawab Clara.
"Jangan khawatir, Ris. Aku akan mencari tahu, dan tentunya dia bisa menjaga dirinya sendiri. " ujar Clara.
Reza datang dan..
"Erisa dan Clara, ibu wali kelas meminta kalian untuk segera pergi ke ruang guru. "
"Baiiikkk.. " jawab mereka berdua.
"Hiiikkss.. Hiiikkksss.. Hiikksss.. " Suara tangisan yang berasal dari dalam ruang guru.
"Saya bersalah. Saya tidak tahu harus mencari anak saya kemana! "
Percakapan itu berasal dari ruang guru. Tepatnya di meja Bu Ayya. Wali kelas XI B, kelasnya Alicia.
Tokk tokkk tokkk.. Suara ketukan pintu ruang guru.
"Maaf, bu. Bolehkah kami masuk? " tanya Clara dan Erisa.
"Silahkan. Ibu sudah menunggu kalian. " Miss Ayya mempersilahkan kedua siswi itu.
"Apakah benar, ibu mencari kami berdua? Ada apa ya bu? " tanya Erisa.
"Iya, kalian kenal kan dengan ibu Alifah? Ibunya Alicia? "
"Tentu. Kami mengenalnya. Ada apa, bu? " jawab Erisa.
Dengan sangat hati-hati, bu Ayya bertanya pada Clara dan Erisa.
"Apakah kalian tahu kenapa Alicia tidak masuk sekolah dan kemana perginya? "
"Jujur saja. Setelah bermalam di rumah Erisa, Alicia juga belum kembali ke rumah. Padahal sudah tiga hari sejak itu. " bu Alifah menjelaskan.
"Bu..setelah Alicia menginap di rumah saya, saya benar-benar tidak tahu kemana lagi Alicia pergi. Jangankan ibu, kamipun tidak bisa menghubunginya. " jawab Erisa dengan bingung.
"Kamu pikir, saya percaya dengan omongan anak seusia kamu? " teriak bu Alifah.
Clara yang daritadi hanya diam mengamati, akhirnya angkat bicara..
"Maaf bu kalau saya lancang. Kami sebagai sahabat Alicia sangat paham bagaimana perasaannya ketika kedua orangtua menelantarkannya.. Bahkan dia merasa seperti dibuang dan kesepian! "
Dengan emosi, bu Alifah menampar Clara..
Plaaaakkkk..
"Kamu pikir saya tidak tahu. Kalianlah yang telah membuat Alicia seperti ini. Dulu dia adalah anak periang, jujur, polos dan bijaksana. Setelah bermain dengan kalian dia berubah menjadi pemberontak dan tidak hormat! "
"Maaf ya bu, saya tidak terima dengan penghinaan ini. Segera setelah ini saya akan mencarinya bersama dengan Clara dan sebaiknya ibu berkaca pada diri sendiri bagaimana perlakuan ibu padanya. Permisi. "
Akhirnya kedua siswi itupun keluar dari ruang guru.
"Ra, seharusnya tadi kamu bisa lebih menjaga sikap. " Erisa menenangkan hati Clara. "Kita bisa mencari Alicia bersama-sama. "
Tapi Clara terlanjur sakit hati dengan perilaku ibu Alifah. "Aku bisa mencari sendiri tanpa bantuan ibu kandungnya Alicia. Karena aku Clara Shinta tidak mengenal kata gagal. "
Dan ibu Alifah pun sangat menyesal dengan perbuatannya pada Clara.
"Saya sangat pesimis makanya berpikiran sempit pada Clara dan Erisa. Terutama Clara. Dia gadis yang emosinya meledak-ledak. Sayapun tidak bisa mengontrol emosi saya sendiri.. "
"Baiklah, mari kita mendinginkan kepala agar bisa mencari solusi terbaik. " kata bu Ayya.
"Alicia harus pulang sebelum ayahnya kembali dari jepang, bu. Tolong bantu saya! " dengan memohon bantuan kepada wali kelasnya Alicia, bu Alifah sedikit percaya diri.
Kriiinggggg.. Kriiinggggg.. Suara ponsel Clara.
"Hallooo.. Bagaimana? "
"Sesuai dengan petunjuk dari orang-orang kita yang tersebar di beberapa wilayah ibukota, tidak ada kemungkinan nona Alicia pergi meninggalkan ibukota. Dan tetap berada di negara kita, Indonesia. Karena kami sudah mengecek di beberapa halte bus, stasiun ataupun bandara. "
"Lalu dimana dia sekarang? "
"Maaf nona Clara. Saya belum mendapatkan petunjuk kepastian lokasinya. Namun, terakhir dilihat dia berada di hotel Paramount tapi tidak ada identitas penyewa kamar atas namanya. "
"Baiklah. Segera laporkan kalau menemukannya. "
Clara menutup telepon dengan nada kecewa.
"Aku salut denganmu, Ra. Kau memiliki banyak koneksi karena keluargamu kaya dan berkuasa. " Erisa mengagumi Clara.
"Kau salah, Ris. Akupun tidak bisa bergaul dengan bebas seperti layaknya gadis Seusia kita. Karena aku terjebak dalam pernikahan politik keluarga. Makanya aku selalu mencari sesorang yang bisa mengeluarkanku dari situasi ini. "
"Lalu, bagaimana hubunganmu dengan Ginza? Apakah perlakuannya baik padamu? "
"Dia seorang yang romantis dan penuh kejutan. Aku menyukai pria seperti dirinya. "
"Syukurlah, aku turut bahagia. "
Tidak banyak yang tahu latar belakang keluarga Clara. Hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya. Dan tentu saja, Ginza salah satunya. Clara anak perempuan pertama dari bapak Hubert Wellington. Sedangkan ibunya Anastasia karerina Wilson. Ayahnya keturunan dari kerajaan Inggris dan Ibunya keturunan dari kerajaan Inggris dan Indonesia. Jadi bisa disimpulkan bahwa Clara berwajah blasteran. Selain penguasa pemerintahan di kerajaan Inggris, keluarga Hubert juga memiliki beberapa bisnis di negara asalnya dan juga dalam negeri. Sayangnya, saudari kandung Clara yang kedua telah meninggal di usia balita. Dan istri kedua bapak Hubert yang serakah telah membuat Clara kehilangan ibu kandungnya. Itulah alasan mengapa Clara pergi dari Inggris dan menetap di Indonesia, tempatnya dilahirkan dan tempat ibunya dimakamkan. Clara tinggal di rumah yang sangat besar, ia dilayani dengan delapan pegawai rumah tangga dan satu asisten pribadi kepercayaannya. Dia sangat berlawanan dengan ayahnya, karena ayahnya sangat mempercayai istri keduanya. Yaitu nyonya Emily. Saudara tiri Clara adalah Samuel dan Morgan. Namun, karena istri keduanya belum dinikahkan secara sah maka mereka tidak dapat pengakuan dan hak waris dari sang ayah.