My Name Is Alicia

My Name Is Alicia
Wake up, Nikko!



Dalam tidurnya Nikko bermimpi tentang Alicia. Dia melihat Alicia bergandeng tangan dengan seseorang dan pergi menjauh darinya.


"Katakanlah jika aku kalah? Apakah dunia akan menertawaiku? Katakanlah jika memang benar! Apakah aku akan kehilangan Alicia lagi seperti dulu? Aku telah memberikan semua yang kumiliki untuknya bertahan hidup. Anggap saja, jika aku ingin membalas hutang budi yang ayah lakukan padanya. Tapi mengapa dada ini terasa sakit? Hosh hosh.. "


Stanford, California


Jam 4 pagi


Nikko membuka matanya. Dia melihat sekelilingnya dengan asing. "Rupanya hanya bunga tidurku yang aneh. " dia bergumam atas kejadian yang baru saja dialaminya.


Ketika dia ingin bangun, terkejutlah dia melihat tangan yang sedang memeluknya. "Kelihatannya ini seperti tangan wanita? "


Nikko menoleh ke samping. "Oh, astaga! Dylon berbaring di sampingku! Apa yang telah terjadi semalam? "


Nikko membuka selimut yang menutupi tubuhnya. "Bajuku? Dimana baju-bajuku? "


"Hmm.. " Dylon mengeluarkan suara yang kecil.


"Sepertinya tidak terjadi apa-apa diantara kami. Tapi? Aku tidak yakin. "


Nikko turun dari tempat tidur berukuran king size. Dia memandang ke luar jendela. Di manakah ini? Tempat ini benar-benar asing untukku. Nikko memandang wanita yang sedang tidur itu. Lalu dia mengeluarkan ponsel miliknya dan segera mengirimkan lokasi kepada Malik untuk menjemputnya.


Dylon menyadari bahwa Nikko tidak berada di sampingnya.


"Kau mencariku? "


"Hah, mengapa kau bangun? Bagaimana perasaanmu? "


Nikko mendekat, "katakan apa yang terjadi? "


"Kau jatuh dan tidak sadarkan diri. Kau membuatku takut! "


"Benarkah? Lalu di mana ini? "


"Ini di tempatku. Fabel House, Stanford. "


"Mengapa kau tidak membawaku ke rumah sakit? "


"Aku baru saja kembali ke sini. Karena terlalu panik, aku membawamu ke tempatku dan dokter keluargaku telah memeriksamu. Lihatlah obat di atas meja itu! " Dylon menunjuk meja putih di samping tempat tidur. "Itu adalah obat pemberian dokter. "


"Baiklah. Aku percaya padamu! "


Dylon menggunakan gaun tidur merah berenda transparan dengan dua tali tipis dan sangat minim. "Buah dada yang berukuran 39 begitu menggoda. Ingin rasanya kusentuh tubuh yang sempurna itu." Pikir Nikko.


Nikko memeluk Dylon dengan erat dan mencium bibirnya. "Mmuuaah.. Mmuaahh.. "


Dia menurunkan tali gaun tidur Dylon dan terlihatlah buah dada yang indah itu.


"Hhmm, Mengapa kau begitu tergesa-gesa? " tanya Dylon.


Nikko tidak menjawab, "mmm.. Mmuuaahh... " Dia terus melanjutkan aksinya.


Kring kriing.. Ponsel Nikko berdering. Nikko menghentikan penjelajahannya dan mengangkat telepon.


"Tuan, kami sudah sampai. "


"Pergilah ke lantai dua. Dan bawakan pakaian ganti untukku! "


"Siapa yang datang sepagi ini? " tanya Dylon.


Tokk tok tok.. Dylon segera membuka pintu.


"Ada apa? "


"Beberapa orang datang mencari tuan Nikko. " pelayan perempuan memberitahu kami.


"Itu adalah orang-orangku, sayang. "


"Apakah kau menelepon mereka? Aku bisa saja mengantarmu pulang. Kau tidak harus meminta mereka datang. "


"Masuklah! " Nikko berkata pada Malik.


"Permisi, nona." Malik berjalan masuk. "Ini pakaian yang anda pesan, tuan. Saya akan menunggu di luar. "


"Baiklah. "


Nikko memakai baju yang dibawa oleh Malik. Dylon menatap dengan kesal.


"Bagaimana caramu berterimakasihlah padaku? "


"Haaahhaaa, aku akan datang lagi setelah semua urusanku selesai. "


Dylon merapihkan mantel Nikko.


"Jangan dekati pria manapun, selain aku! Atau kau akan terjebak dalam lingkaran cinta yang salah untuk kedua kalinya! " Nikko memperingatkan Dylon sambil mencium keningnya.


Brakkk.. Nikko pergi dengan Malik. Dylon hanya melihat punggung mereka dari atas kamarnya. "Sungguh aku telah jatuh hati padanya. Jika tuan Santo tahu, aku akan dikeluarkan dari perkumpulan dan dibunuh secara kejam. Sebaiknya aku harus berhati-hati dan menyimpan rasa ini dengan rapat."


Dylon merupakan anggota salah satu organisasi 'Q&L The Darkness' yang bekerja untuk William. Organisasi tersebut didirikan oleh William yang beranggotakan lima ratus orang dan tersebar di seluruh dunia. Semua anggotanya terlatih dan menguasai bela diri. Anggotanya memiliki keahlian yang jarang dimiliki oleh orang lain. seperti hacker, pengawal bayangan, detektif, dan masih banyak lagi. Tujuan William mendirikan organisasi ini selain untuk uang, tujuan lainnya adalah untuk menemukan Alicia dan juga menyerang balik musuh. Jika anda ingin menyewa para anggota dari organisasi ini, anda harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit!


Para anggota perempuan memiliki daya tarik yang bagus untuk menjerat lawan. Tapi, di organisasi ini terdapat beberapa peraturan yang wajib dipatuhi oleh setiap anggota tanpa terkecuali!


Saat ini, Dylon terjerat ke peraturan nomor tiga, yaitu dilarang jatuh cinta pada musuh.


Orange Highway


Nikko dan Malik berada di dalam mobil mewah. Mereka sedang dalam perjalanan pulang ke Mountainview.


"Sepertinya ada yang salah, tuan. "


"Ya, sepertinya ada yang tidak beres dengan Dylon. " Nikko memutar otaknya, berpikir keras. "Saya tidak ingat apa-apa. "


"Apakah anda ingat, pernah diberi minum atau makanan oleh nona Dylon? "


"Hmm,...?? " Nikko berpikir sambil menyentuh keningnya.


"Tuan, mengapa alat pelacak anda tidak berfungsi untuk beberapa waktu yang lalu? "


"Apa benar seperti itu? "


"Iya, tuan. "


"Sungguh aneh! " Nikko menatap Malik dengan tajam. "Bagaimana keadaan nona? "


"Tuan.. Saat kami menghubungi anda, nona dalam keadaan tidak baik. "


"Apa yang terjadi? "


"Kata para dokter dan pelayan, nona berdebat dengan Dido. Dan emosinya meluap. "


"Bagaimana bisa Dido seperti itu? "


"Dido hanya mengingatkannya untuk tidak menunggu tuan karena malam sudah sangat larut. Lalu, dia berteriak dan jatuh pingsan. "


"Nona terlalu keras kepala sepertinya! "


Nikko menyalahkan dirinya sendiri yang terlalu ceroboh.


"Aku merasa bersalah. Aku membuat kesalahan berkali-kali. Apakah dia akan baik-baik saja? Saat aku tergila-gila dengan perempuan, semua menjadi kacau. Dokter Sierra belum kembali. Aku sudah tidak memiliki obat untuk menekan hormonku lagi. Jangan sampai terjadi apa-apa pada Alicia! "


"Tuan.. "


"Ya? "


"Apakah anda sudah melihat bursa saham pagi ini? "


Nikko melirik jam tangannya, "sepagi ini melihat bursa saham? "


"Saya semalam tidak tidur bersama dengan beberapa orang memantau perkembangan bursa saham. Dan.. "


"Lanjutkan..! "


"Saham perusahaan kita turun sepuluh titik bersamaan dengan hilangnya jejak tuan semalam. "


"Jangan bilang, jika indeks bursa kita turun berkaitan dengan Dylon? "


"Yang saya lihat seperti begtu! Apakah kita akan menyelidikinya? "


"Oke, cari info sekecil apapun! "


"Bagaimana dengan perusahaan? Akankah tuan mengadakan rapat mendadak? "


"Hhmm.. " Nikko menghembuskan nafas panjang. "Dalam sejam siapkan rapat dengan para kepala dewan dan para pemegang saham via online di ruang kerjaku. Selain itu, hari ini saya tidak akan kemana-mana. "


"Saya mengerti. "


"Berapa lama lagi, aku harus menunggu bertemu Alicia? " Nikko tidak sabar.


Mereka sampai di Mountainview. Nikko berjalan masuk ke vila dengan cepat.


Dia bertanya pada pelayan yang membukakan pintu, "Dimana nona? "


"Nona masih di ruang perawatan, tuan muda! "


"Siapa yang menjaganya? "


"Dokter Fa dan Dido yang menjaganya. "


"Apakah dokter Sierra belum kembali? "


"Benar, tuan. "


"Dan kemana dokter Wang? "


"Beliau sedang beristirahat. Semalaman berjaga bergantian dengan dokter Fa. "


"Baiklah. "


Brakk.. Nikko masuk ke ruang perawatan. Didk yang sedang berjaga sontak berdiri.


"Anda sudah pulang, tuan? "


"Kau sudah lelah. Pergilah beristirahat. "


"Tidak perlu, tuan. "


"Tak apa. Aku akan gantian menjaga nona. "


"Baiklah, tuan. Saya pamit. Jika ada sesuatu, silahkan panggil saya. "


Dido berjalan keluar. Tuan Malik masih di dalam bersama dengan dokter Fa.


"Kapan kau akan menyelesaikan antibodi untuk nona? "


"Dalam waktu seminggu ini akan saya selesaikan, tuan muda. "


"Terlalu lama! Lima hari! Bagaimana kalau lima hari? "


"B.. Baik, tuan. "


Nikko melihat Alicia dengan cemas. " Tolong jaga nona sebentar. Saya akan membersihkan diri! "


Tok tok tok.. Pintu kamar Nikko diketuk.


"Bolehkah saya masuk, tuan? " tanya suara wanita di luar kamar.


Hmm.. Itu seperti suara Pingkan. "Ya! "


Ceklek. Pingkan masuk membawa sup kacang merah untuk Nikko.


"Tuan, kau sudah pulang. Koki membuatkan sup untuk anda. Silahkan dimakan sebelum dingin. " Pingkan membantu Nikko membuka bajunya.


"Tinggalkan saja di sana. Aku akan mandi terlebih dahulu. "


"Apakah ingin kutemani, tuan? "


"Tidak! Jangan hari ini. "


"Baiklah. Aku tidak akan mengganggu pekerjaanmu! "


Pingkan pamit ke luar kamar. Nikko membersihkan diri dengan segera. Byurrrr swoossshh swooosshh..


"Aku penasaran siapa Dylon sebenarnya? Apakah ada hubungannya dengan tuan Adit? "


Nikko keluar dari kamar mandi memakai handuk yang menutupi setengah badannya. Dia berjalan menuju kotak obat sambil mengeringkan rambutnya.


"Persediaan vitamin c milikku hanya cukup untuk beberapa hari ke depan. "


Tok tok tok..


"Tuan muda.. "


"Ya? "


"Semua sudah siap. Semua direksi dan para pemegang saham sudah menunggu anda online. Anda bisa memulai rapatnya sekarang! "


"Oke. Saya akan segera ke ruang kerja. "


Nikko berganti pakaian dengan cepat. Dia berjalan keluar kamar tidurnya dan menuju ruang kerjanya.


Nikko segera mengambil tempat duduknya dan mulai membuka rapat pagi ini.


"Selamat pagi, semua. Maaf saya harus mengadakan rapat mendadak dikarenakan kabar pasar saham yang sakit. "


Semua yang berada di rapat online tersebut mengangguk-anggukan kepalanya.


"Silahkan anda lanjutkan, tuan. " Kata Scarlet, kepala divisi bagian pemasaran.


Rapat pagi itu berjalan dengan cepat. Hanya memakan waktu enam puluh menit. Karena masih banyak urusan yang harus diselesaikan oleh Nikko, dirinya tidak ingin membuang waktu dengan percuma.


"Tuan, makan siang anda sudah siap. "


"Apakah Alicia sudah sadar? "


"Saat anda sedang rapat tadi, nona sudah sadar dan menanyakan keberadaan anda. "


"Oke. Saya akan pergi melihatnya! "


Malik mengangkat tangannya, menyuruh pelayan tersebut pergi. Kemudian Nikko dan Malik pergi ke ruang perawatan.


"Aku sangat bosan. Aku ingin pergi jalan-jalan ke luar. " aku bergumam sendiri.


Ceklek.. Pintu terbuka. "Siapa yang datang? Dari parfumnya, aku mengenali sosok yang akan memasuki ruanganku! " kataku dalam hati.


"Hallo, sayang! Bagaimana perasaanmu? "


Aku memandangnya. Dia berkata seolah tidak terjadi apapun.


"Kapan kau akan membawaku berjalan-jalan ke taman? "


"Hmm, Apakah kau sedang merasa bosan? "


"Jawab saja pertanyaanku! "


Nikko tersenyum, "kau sangat manis jika sedang marah! "


"Dan kau bermulut manis, sepertinya kau lihai merayu wanita dengan mulutmu itu! "


"Oke.. Oke.. Aku kalah! "


Nikko menyerah berdebat dengan Alicia. Dia berbalik bertanya pada dokter, "Dokter Fa, bagaimana pendapatmu tentang keinginan nona ini? "


"Hmm maafkan saya, nona. Jika anda ingin berjalan-jalan di luar, sebaiknya jangan terlalu lama. Jangan lebih dari tiga puluh menit. "


"Baiklah Baiklah! ayo bawa aku ke luar! " aku berkata dengan penuh semangat.


"Oke, tuan putri. "


Nikko menggendongku. "Aku bisa jalan sendiri! "


"Aku tidak mengizinkan! "


"Apa aku perlu izin darimu? "


"Ya, apapun yang kau lakukan harus mendapatkan persetujuan dariku! "


"Dasar kau psikopat! "


"Haaahaaa, darimana kau belajar mengeluarkan kata-kata itu? "


"Darimu, tentu saja. "


"Aku hanya ingin kau menurut padaku! "


"Haahaaa, kau bahkan tidak peduli denganku! "


"Mengapa wanita ini mengomel di sepanjang pagi? " Nikko tersenyum meledek Alicia.


"Karena aku merasa kesal! "


"Oke, oke. Hari ini aku akan terus berada di sisimu. Bahkan tidak pergi selangkahpun. "


Aku lega mendengar kata-katanya. Setelah sampai di taman bunga tulip, Nikko menurunkan aku. Waaahhh... Sangat cantik.


Aku berjalan menyusuri taman itu. Selangkah demi selangkah aku mengagumi bunga kesukaanku.


"Apakah kau senang? "


"Ya, sangat senang. Bagaimana bisa semua tulip ada di sini? "


"Ya, aku yang berinisiatif menanamnya. Karena kupikir kau akan menyukainya! "


"Terimakasih, kau memperhatikanku dari hal sekecil ini hingga hal terbesar. "


" Senyummu lebih hangat dari sinar matahari pagi! " Nikko berkata dalam hatinya.


"Nikkoooo... Kau tidak mendengarku ya? "


"Eh? Aku? "


"Apa yang kau pikirkan? "


"Tidak ada. Aku hanya memikirkanmu! "


"Bohong! "


Nikko memegang tanganku, "Tidak, sayang. Kau selalu salah sangka padaku! "


"Oh tidaaakkk! " aku histeris saat melihat beberapa tulip yang sedang bermekaran.


"Hahh? Ada apa? "


"Lihatlah! Bunga tulip Darwin Hybrid yang langka dan kau memilikinya! Warna pink impression yang sangat kusuka.. " aku melepaskan tangan Nikko dan pergi menuju bunga yang kutunjuk.


Aku memegang lembut bunga itu, dan menciuminya dengan penuh cinta.


"Nikko, tidak bisakah kau mengambil beberapa foto untukku? "


"Oh, oke. "


Nikko memanggil Malik dan menyuruhnya mengambil kamera yang tersimpan di kamar tidur tuannya.


"Tidak bisakah kita menghabiskan waktu hanya berdua? "


"Apa? "


"Ya, hanya berdua. Kau dan aku saja! Karena aku sangat risih dengan tatapan para pelayanmu itu! "


"Oke. Setelah Malik datang, aku akan segera menyuruhnya pergi! "


"Oke, aku setuju! "


"Aku senang melihat Alicia kembali normal. Maksudku adalah kembali menjalankan hari-hari dengan penuh kesenangan. " Nikko menatap Alicia dengan mata berbinar penuh cinta.


Malik datang dengan membawa kamera di tangannya.


"Saya hanya ingin waktu berdua dengan nona! "


"Saya mengerti, tuan muda! " jawab Malik dengan tegas. Diapun berjalan menuju para pelayan. "Ayo semuanya, kita kembali ke pekerjaan kita masing-masing! "


"Baiiikk, tuan! "


Mereka pergi ke tempatnya masing-masing. Kini, tidak ada yang perlu kukhawatirkan!


"Nikko, ayo cepat potret aku! "


"Baik, nona! "


"Wahh, tulip Apricot Beauty ini sangat unik. "


"Benarkah? Apa yang membuatnya unik?" tanya Nikko penasaran.


"Selain bentuk mahkotanya yang berlapis, bunga ini hanya memiliki enam daun mahkota! Dari segi batangnya, mm.. Lebih pendek dari bunga tulip pada umumnya. Hanya 20-30 cm. "


"Kau sangat hebat, Al! " Nikko memuji kepintaranku. "Darimana kau belajar tentang itu? "


"Mmm, aku juga tidak ingat. Aku hanya menilainya saat mengamati bunganya! "


Nikko kaget mengetahui Alicia yang begitu mengerti tentang bunga tulip. Seakan dia mulai mengingat sesuatu. "Apakah ingatannya telah kembali? "


"Tuan muda, nona.. Saatnya kembali ke dalam. Sup ayam telah tersedia di meja makan. Harap tuan dan nona makan sebelum menjadi dingin! "


"Ayo, kita masuk! "


"Apakah besok pagi, aku masih boleh bermain di taman ini? "


"Tentu, sesuai dengan arahan dokter! "


Nikko segera menggendong Alicia masuk ke dalam vila.