
Aster Village, Inggris
William sedang menunggu hasil kerja Dylon dan Ricky. Tuan Santo menatap William dengan tidak enak hati.
"Berikan saya sebatang rokok! " William memecahkan lamunan tuan Santo.
"Silahkan, tuan muda! " Mr Santo memberikan rokok kepada William.
William berdiri menghadap jendela sambil menghisap perlahan rokoknya.
"Jelaskan padaku, mengapa Dylon bisa jatuh cinta pada si brengsek Nikko? " William berkata dengan marah!
"Kita belum tahu pasti tentang perasaan Dylon padanya, tuan muda! "
"Maksudmu, penilaianku salah? Begitu? "
"Saya tidak berkata demikian, tapi kalaupun memang seperti itu alangkah baiknya jika kita meminjam perasaannya untuk menjebak Nikko! "
Masih dengan nada emosi, William bertanya pada Mr Santo. "Penilaianku yang mana yang pernah salah! "
"Mata elang anda memang tidak pernah salah, tuan muda. Namun saya memikirkan ide lain. " Mr Santo menjawab dengan gemetar.
"Katakan! "
"Kita akan menjebak Nikko dengan Dylon. Seperti yang kita tahu, Nikko sangat antusias dengan Dylon. Bagaimana jika anda meminta Dylon untuk menjadi wanitanya Nikko? "
"Hmm, lalu? "
"Ingatkah anda saat Nikko meminta Dylon untuk segera pindah ke Vilanya? "
"Ya, ya.. Saya ingat. "
"Kemungkinan vila itu adalah tempat dimana nona berada. "
"Baiklah, penjelasanmu cukup masuk akal. Saat pertemuan di kapal pesiar Long Beach, saya ingin kau menuntaskan tugas ini! " Emosi William akhirnya mereda.
"Ya, tuan muda. Anda tidak perlu khawatir. Saya akan mencari celah agar Dylon dapat masuk ke vila itu dengan mudah. "
"Selanjutnya mengenai Clara. Katakan padanya untuk segera bergerak menyusul saya! "
"Baik, saya mengerti. "
"Oh ya, satu hal lagi. " William menyipitkan matanya.
"Ya, tuan muda? "
"Habisi Dylon setelah kau menemukan keberadaan Alicia! "
Mr Santo menelan ludahnya, "Ya, tuan! " Mr Santo berkata dalam hati, " Bukan main! Tuan muda sangat sadis! "
Mr Santo meninggalkan William di ruangannya. Beliau memikirkan perasaan William yang sangat marah. Gerak-gerik Dylon sangat mudah terbaca oleh tuan muda William. "Di usia yang sangat muda, tuan William memiliki banyak bakat. Selain kontribusi yang besar untuk perusahaan, diapun memiliki mata elang yang bisa menilai orang hanya dengan memperhatikan sekilas orang itu! Benar-benar luar biasa! "
Kring kring kring.. Ponsel pribadi William berbunyi.
"Hallo, paman! "
"Maaf mengganggumu, Wll! " suara tuan Adit di seberang saluran telepon mengagetkan William.
"Oh, ada apa paman? Sepertinya ada sesuatu yang mendesak! "
"Benar. Kau tahu kan? Saya sudah kehilangan banyak anak buah yang selama ini selalu setia. "
"Katakan apa yang bisa kubantu? "
"Saya ingin kau memata-matai kediaman Nikko di Amerika! "
"Jangan khawatir, paman. Saya sudah mengutus orang ke sana! "
"Lalu, bisakah kau meminjamkan sebagian dana untuk saya? "
"Dana apa yang anda inginkan, paman? "
"Rapat pemegang saham akan diadakan tujuh hari lagi, karena sempat tertunda beberapa kali. Saya ingin menambah kekuatan di perusahaan. Hanya 5% saham lagi, Will! "
"Tahukah anda berapa harga 5% saham, paman? "
"Ya, tentu saya tahu. Saya akan menukar dengan apapun yang kau inginkan! "
"Bagaimana jika ditukarkan dengan proyek pembangunan jembatan besi di Kanada yang menghubungkan antar pulau? " William bernegosiasi dengan tuan Adit. "Bukankah perusahaan anda terikat dengan proyek asing? "
"Baiklah, Will. Asalkan kau mendukungku untuk mendapatkan 5% saham lagi, aku akan memberikan proyek itu padamu! "
"Deal, paman. Saat rapat tiba nanti, utusanku akan hadir di perusahaanmu! "
William menutup telepon dengan canggung. "Adakah calon ayah mertua yang serakah seperti tuan Adit ini? Apa yang sebenarnya ada di pikiran tuan Adit? "
Beverly Hills, kota di California
Kring kring kring.. Ponsel Ricky berbunyi.
"Ya, hallo? "
Ricky segera bangun dari tempat tidur dan pergi menjauh dari Rose. Dia keluar dari kamar dan mengangkat telepon di balkon.
"Tuan Ricky, anda tidak mungkin lupa dengan rapat sore ini di Long Beach, bukan? "
"Tentu, tuan Santo. "
"Baiklah, jam 7 malam. Sampai jumpa! "
Biiipp. Suara telepon terputus. Ricky mengacak-acak rambutnya. Matanya menuju ke Rose yang masih tertidur.
Ricky masuk kembali ke dalam kamar dan segera memakai bajunya. Setelah rapih, dia menghampiri Rose dan mencium keningnya, "Mmuuaahh.. Aku pergi. Jaga dirimu baik-baik. Aku akan kembali setelah rapat. " Ricky membisikan kata-kata dengan lembut ke telinga Rose.
Ricky berjalan menuruni tangga dengan cepat.
"Tuan akan pergi sekarang? " sapa pelayan Rose.
"Ya, katakan pada nonamu jika aku pergi rapat sore ini. Dan bilang padanya untuk membersihkan dirinya sebelum aku pulang! "
"Apakah anda akan pulang ke sini, tuan? "
"Ya, malam ini aku akan menginap! "
"Baiklah, tuan. "
Ricky berjalan melewati pintu yang telah dibuka oleh pelayan. Setelah sampai di parkiran, Ricky langsung menyalakan mobil dan pergi dengan kecepatan di atas rata-rata.
Bayang-bayang di otak Ricky dipenuhi oleh sosok Rose. Sebenarnya tujuan dia mendekati Rose adalah untuk menangkap adiknya, Margaret yang telah mencelakai Alicia. Siapa sangka Ricky terjebak ke dalam cinta Rose." Meskipun aku tidak yakin akan kebenaran cinta Rose padaku, setidaknya sambil menyelam minum air! " pikir Ricky.
Kediaman keluarga Yoga Atmadja, Indonesia
Nikky beberapa hari ini tidak bersekolah. Dia sedang sibuk mengikuti program ayahnya, yaitu program bursa saham. Nikky telah diberi kuasa oleh sang ayah atas kepemilikan 3% saham perusahaan dengan pengacara sebagai walinya. Saat Nikky sudah cukup umur, dia akan menjadi pemilik saham tersebut.
Sedangkan Nikko saat ini menjabat sebagai wakil presiden direktur di perusahaan Fantastic Prima Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang arsitektur dan design interior. Nikko memiliki saham atas namanya sebanyak 30% sedangkan tuan Adit memiliki saham sebanyak 45% itulah sebabnya tuan Adit menginginkan saham lebih. Dirinya takut Nikko mengambil alih semua saham dan menguasai perusahaan yang telah dibangun bersama sang kakek.
"Ayah, apakah kak Nikko akan pulang? " Tanya Nikky semangat.
"Ya, dia harus menghadiri acara pemegang saham di perusahaan. "
"Apakah aku harus ikut? "
"Tidak usah. Kau lebih baik bermain bersama teman-temanmu! "
"Mengapa? Usiaku tujuh belas tahun, yah! "
"Haaahaaa, berapapun usiamu, ayah tentu menganggapmu seperti anak kecil? "
"Ayaaahhhhh!! " Nikky merengek manja pada ayahnya.
Suasana di dalam pesawat jet pribadi Clara
Clara sedang menikmati beberapa cake ditemani oleh pelayan. Tak lama kemudian, pak Randi berjalan menghampirinya.
"Maafkan kelancangan saya mengganggu nona yang sedang bersantai! "
"Ada apa? "
"Sebelum kita mendarat, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. "
Clara memberi aba-aba kepada pelayannya agar pergi dari tempatnya.
"Katakan! "
"Tadi sore, tuan Santo menelepon untuk memberitahukan bahwa dia sudah mulai bergerak. "
"Saya mengerti. Lalu bagaimana dengan Alicia? "
"Seperti yang kita perkirakan bahwa nona Alicia kini tinggal bersama tuan muda Atmadja tapi kita belum memiliki bukti pendukung yang kuat. Maka dari itu, tuan muda William akan segera memasukan seorang mata-mata ke sana! "
"Kerja bagus. Dan ayahku? "
"Tuan Hubbert juga sudah menempatkan beberapa pengawal bayangan di setiap sudut vila tuan Nikko. "
"Baiklah. Katakan padanya bahwa kita akan sampai sebentar lagi! " Clara terlihat bersemangat. "Segera setelah mendarat, kita akan menuju kapal pesiar milik William. "
Long Beach, California
Beberapa anggota 'G&L The Darkness' sudah datang ke kapal pesiar. Mereka masuk melalui kartu tanda pengenal masing-masing.
Dylon sampai di The Brezee Hotel dan langsung memarkirkan mobilnya. Dia mengenakan gaun violet serta mantel bulu berwarna putih. Tak pernah terbayangkan dirinya akan menaiki kapal pesiar milik William yang diberi nama "Golden Love".
Selain mengadakan rapat tertutup, malam ini juga akan ada perkenalan "Tuan Baru" dan anggota baru. Tetapi sangat disayangkan, Tuan muda William tidak hadir dalam acara malam ini.
Mata-mata Nikko yang mengikuti Dylon tidak berhasil masuk ke dalam kapal pesiar karena penjagaan yang begitu ketat.
Mountainview, California
Praanggg! Nikko membanting gelas yang ada di depannya.
"Sial! Apa gunanya orangku kalau tidak bisa membobol pertahanan lawan? "
"Maaf, tuan. Para hacker kita tidak bisa membobol sistem keamanan mereka! " Jawab Dido.
"Aku tidak mau tahu, kalian harus bisa masuk ke sana! " Nikko murka. "Gunakan cara apapun juga! "
"Saya sendiri yang akan ke sana, tuan! "
"Kau yakin, Dido? "
"Serahkan pada saya! "
"Bagaimana jika kau gagal? "
"Silahkan tuan hukum saya dengan hukuman yang paling berat! "
"Baiklah, kalau kau bersikeras seperti itu. Saya hanya akan mendukungmu! " Nikko membalikan badannya. "Malik, ambilkan vitamin perangsang kekuatan. Minumlah satu butir dan kau akan merasa bertenaga! Dan bawalah B Cyber untuk berjaga-jaga. Kami akan menunggumu di tepian! "
"Jangan khawatir, tuan muda! "
Setelah meminum satu butir vitamin penguat tubuh, Dido pergi dengan membawa beberapa perlengkapan. Tidak butuh waktu lama baginya, dirinya kini sudah memiliki kekuatan penuh.
B Cyber adalah salah satu produk teknologi yang berbentuk jam hasil penelitian ilmuan yang dipekerjakan oleh Nikko. Jam tersebut selain berfungsi sebagaimana mestinya, juga mampu merekam, menelepon, bahkan bisa menyalin beberapa dokumen. Yang menarik adalah dengan bentuk yang kecil, memiliki kapasitas memori yang tidak kalah dengan ponsel.
Clara telah mendarat tiga puluh menit yang lalu. Sekarang dia dan timnya sedang menuju ke The Breeze Hotel.
"Waktu kita hanya tersisa dua puluh menit, nona. " kata pak Randi.
"Saya yakin kita akan sampai tepat waktu, mengingat perjalanan kita tidak dekat. "
"Ya, apakah ada yang perlu saya siapkan? "
"Tidak. Mengenai data kita tidak kesulitan, bukan? "
"Semua sudah beres, nona. "
"Baiklah! "
Long Beach, California
Akhirnya Clara sampai di hotel. Tidak perlu menunggu lama setelah memarkirkan mobilnya, dia dan pak Randi langsung menuju kapal pesiar.
Clara mengantri di unit pemeriksaan.
"Silahkan giliran anda, nona! " kata petugas.
"Baiklah. "
Bip bip bip. Lampu pemeriksaan menyala. Petugas yang mengecek Clara tersenyum, "Silahkan, nona. Selamat datang di kapal pesiar Golden Love! "
"Terimakasih." Clara menjawab dengan manis.
Clara berjalan di sekitar luar kapal pesiar. Dia melihat Dylon sedang duduk di pinggir kapal. Rambutnya berterbangan tertiup angin pantai.
"Pak Randi, sepertinya saya pernah melihat wanita itu! "
"Itu adalah nona Dylon. Kalau tidak salah dia adalah salah satu anggota wanita yang berperan dalam misi menemukan Alicia. "
"Oh, William pernah menyinggung namanya beberapa kali saat berdiskusi denganku di telepon! "
"Mm, jadi begitu. Mari kita masuk, nona! "
Pak Randi menggandeng tangan tuannya.
"Silahkan! " beberapa orang pelayan menyambut kedatangan para tamu.
"Mari kita cari tempat duduk yang nyaman, nona. "
"Ya! "
Semua mata memandangnya.
"Baru pertama kali aku melihat wanita ini? " ujar Benny.
"Ya, siapa dia? Dari anggota momor berapa? " balas Jeremy
"Apakah dia adalah anggota baru atau tuan baru, kita? " Susan bertanya pada Benny dan Jeremy.
Ulina berjalan mendekati mereka dan berkata, "Kita akan tahu sebentar lagi! "
"Ya, itu benar! " Jawab Jeremy. "Di manakah Dylon? Aku belum melihatnya! "
"Bagaimana dia bisa terjerumus ke dalam peraturan nomor tiga? " tanya Benny.
"Mari kita perjelas saat bertemu dengannya! " ajak Ulina.
Setiap anggota memiliki nomor identitas masing-masing. Nomor itulah yang digunakan sebagai akses keluar masuk markas mengingat organisasi ini adalah organisasi internasional.
Plok plok plok. Tes tes tes.. Seorang moderator laki-laki mencoba microphone yang berada di tangannya.
"Selamat malam para hadirin tamu undangan yang terhormat. Terimakasih atas kehadiran anda pada malam yang indah ini. Saya adalah Tom. Saya selaku moderator, mewakili Sang penyelenggara yaitu tuan muda William. Beliau berhalangan hadir karena jadwal pekerjaan yang padat. "
Para tamu undangan yang hadirpun terdiam mendengarkan moderator berbicara.
"Anda bisa melihat di layar bahwa tuan muda William akan online dengan kita. Beliau menyempatkan dirinya untuk menyapa kalian! "
Di luar sana, Dido mencoba menerobos masuk melewati pos keamanan. Dia memiliki kartu identitas palsu yang telah dibuatkan oleh ilmuan atas perintah Nikko. Ya, Dido menyamar sebagai pelayan restoran Italia.
Aster Village, Inggris
Ruang kerja Tuan Muda William
William sedang bersiap untuk online. Dia membuka rapat tahunan yang diadakan di Long Beach.
"Selamat malam semuanya. " sapa William. "Saya ingin meminta maaf, karena saya berhalangan hadir! "
Semua hadirin berbisik. Terlihat ketidakpuasan mereka pada William.
"Saya telah mengirimkan wakil ke sana. Selain Sean dan Brimma, masih ada satu orang lagi yang akan memperkenalkan dirinya di depan. " William menjelaskan.
Long Beach, California
Sang moderator mempersilahkan Clara untuk memperkenalkan dirinya.
"Silahkan nona Clara untuk maju memperkenalkan diri! "
Clara maju ke depan mereka untuk memperkenalkan diri.
Clara mengenakan long dress light blue dan sepatu putih yang senada dengan hand bag yang dibawanya. Gaya ponytail dengan model rambut wavy bervolume, Clara terlihat begitu percaya diri.
Dengan suara khas Clara, dia memperkenalkan dirinya.
"Hallo semuanya, selamat malam. Perkenalkan nama saya Clara Shinta Wibowo. Saya bergabung di Q&L The Darkness sekitar satu bulan yang lalu dan saya adalah salah satu pemegang saham. Mohon kerjasamanya."
Para tamu undangan berbisik.
"Bukankah dia adalah anak sah dari tuan Hubbert? "
"Apaaa? "
"Ya, jadi dia adalah pewaris tahta kerajaan Inggris? "
"Bukankah nona Clara menetap di Indonesia? "
"Apakah dia adalah pasangan tuan muda William? "
"Sssttt! Jangan sampai dia mendengar pembicaraan kita? "
Dylon mendengar pembicaraan mereka. Dylon sangat penasaran dengan sosok Clara. "Tentu Nikko mengenal Clara lebih baik dariku! " kata Dylon dalam hati. "Tapi aku tidak mungkin menanyakannya. "
Di lain sisi, Dido masuk ke ruangan meeting menuangkan wine untuk para tamu. Sambil melayani tamu, Dido merekam pembicaraan dan diam-diam mulai mengambil foto.
"Oh, itu adalah nona Clara teman baiknya nona Alicia. " Dido tersentak kaget.
Brukk. Chip Dido terjatuh. Ricky melirik ke arah Dido lalu dengan cepat mengambil chip itu.
Dan sepertinya Dido tidak menyadari keberadaan Ricky.
#salamembaca