
Hotel Neo, California
Kring kring kring
"Ada apa? " Mr Santo menerima telepon dari dokter Wang.
"Saya ingin berbicara dengan tuan muda mengenai perkembangan kesehatan nona! "
"Baiklah, tunggu sebentar! "
Mr Santo berjalan dan menepuk pelan bahu Nikko. Dia berbisik, "Tuan, ada telepon dari dokter Wang. "
"Aku mengerti. "
Saat ini, Nikko sedang menghadiri acara penggalangan dana yang diselenggarakan oleh Pt Pasific Global, yaitu perusahaan tuan Keneddy.
"Tuan, saya permisi sebentar. " Nikko pamit kepada tuan Keneddy.
Nikko berjalan keluar ruangan menuju ke balkon luar tepat di lantai dua.
"Ada apa? "
"Tuan muda, maafkan saya mengganggu aktivitas anda. Saya ingin menyampaikan beberapa hal tentang kondisi kesehatan nona! " dokter Wang berbicara di seberang saluran telepon.
"Katakan! "
"Ingatan nona mungkin tidak akan berangsur pulih. "
"Butuh waktu berapa lama agar ingatannya kembali seperti semula? "
"Saya tidak yakin, tuan. "
"Bagaimana dengan antibodinya? "
"Sangat baik. Racun di tubuhnya hilang seiring dengan pulihnya kesehatan nona. "
"Kerja bagus. Apa yang sedang dia lakukan sekarang? "
"Nona sedang bersama dengan tuan Dido di balkon kamar nona! "
"Apaaaa? Suruh Dido menghubungiku sekarang! " alis Nikko terangkat bersama dengan emosinya yang meledak.
"Ya, tuan. Tetapi saya ingin mengingatkan anda tentang sesuatu.. "
"Apa? "
"Sebaiknya biarkan nona menikmati waktunya agar emosinya stabil! "
"Saya tahu. "
Tuut tuut tuuuttt..
Nikko menutup telepon dengan kesal saat mengetahui Alicia sedang berada di luar ruangan.
"Ada apa tuan? " Malik bertanya.
Nikko melambaikan tangannya memberi syarat agar tetap diam.
Kriiing kriiinggg.. Ponsel Malik yang masih dipegang Nikko berbunyi.
"Ya! "
"Tuan, ada masalah apa? "
"Apakah kau tahu berapa derajat Fahrenheit sore ini? "
"Ya, tuan. Saya tahu. "
"Kalau kau tahu, mengapa kau biarkan nona di luar? "
"Nona tampaknya sangat bosan dan mengajak duduk di ayunan balkon. Dan setelah nona melihat hamparan bunga tulip di taman bawah kamarnya, ia mengajak saya ke sana tapi saya menolak. "
"Ajak dia masuk dan buatkan sup jahe untuk menghangatkan badannya! "
"Baik, tuan. Saya juga sudah memakaikan mantel untuknya. "
"Jaga nona dengan baik! "
Tuut tuuttt tuuuttt.. Nikko menutupnya tanpa membiarkan Dido mengeluarkan kata-kata lagi.
"Tuan, apakah baik-baik saja? Perlukah saya pulang untuk memastikannya? "
"Tidak usah! "
"Saat anda menelepon tadi, nona Rose datang bersama dengan pasangannya. "
"Siapa pasangannya itu? "
"Pasangan nona Rose adalah orang yang sangat anda kenal, tuan Ricky. "
Nikko hampir merasa jantungnya akan lepas dari tubuhnya. "Apakah kau tidak salah lihat? "
"Saya sangat yakin dengan kedua mata saya, tuan. "
"Baiklah! "
Nikko dan Malik masuk kembali ke dalam ruangan. Acarapun sudah dimulai.
Acara penggalangan dana ini diadakan setiap satu tahun sekali di bulan april. Tujuan dari acara ini tidak lain adalah untuk mempererat relasi bisnis antar perusahaan. Selain itu, hasil dari acara ini akan disumbangkan untuk yayasan panti asuhan.
Biasanya para miliarder akan berlomba-lomba menyumbangkan uangnya.
"Mari kita sambut tuan Keneddy selaku penyelenggara acara ini dan CEO dari Pt Pasific Global! "
Plokk plokk plokk.. Para tamu undangan bertepuk tangan.
"Sambutan yang luar biasa meriah! "
"Suara seorang wanita dari mana? Begitu lembut! " Nikko berkata dalam hati dan mencari sumber suara tersebut.
Dia menoleh ke arah Dylon. Menatapnya dan tersenyum. Si cantik ini berasal dari manakah? Woww.. Perfect untuk ukuran wanita seumurnya.
Dylon tahu bahwa dirinya sedang diperhatikan oleh Nikko. "Gula di mulut, ikan dalam belanga! "
"Tuan, Apakah saya mengenal anda? "
"Oh, ehemm.. "
"Sepertinya saya tidak mengenal anda! Mungkinkah anda yang mengenal saya? "
"Diantara pasangan yang tidak saling kenal, tapi bisa saling mengenal! "
"Haaahaa, anda sungguh lucu, tuan. Kita bukan pasangan! Lagipula, pria setampan dan sesukses anda tidak mungkin bila belum memiliki pasangan! "
"Ya, benar. Kita bukan pasangan. Oleh sebab itu, izinkan saya mengundang nona cantik ini untuk berdansa bersama saya? "
Nikko mengulurkan tangannya kepada Dylon, "Dengan kerendahan hati, bersediakah nona cantik berdansa denganku? " Nikko memohon sambil membungkukkan badannya.
Dylon tersipu malu, "Saya tidak dapat menolak! "
Nikko menggandeng tangan Dylon di depan umum. Semua tamu undangan yang hadir menatap mereka berdua. Dengan diiringi musik romantis, mereka berdansa tampak dunia hanya milik mereka.
Tangan jahil Nikko meraba bagian punggung Dylon. Sontak merangsang Dylon. Dia mencoba menahan serangan dari Nikko dan berusaha membalas serangan tersebut.
"Apakah tuan Nikko tidak takut pacar anda melihat kita berdansa? "
"Tentu tidak! " Nikko berbisik di telinga Dylon dengan lembut.
"Oh, wow.. Mengapa tidak? "
"Karena aku belum memiliki seorang pacar ataupun wanita simpanan! "
"Haahaaa, selera humor anda benar-benar payah! untuk seorang miliarder seperti anda tentu mudah mencari seorang wanita! "
"Kecuali jika nona Dylon bersedia menjadi wanitaku! " Nikko berbisik lagi.
Dylon berkata dalam hati dengan marah, "Huhh, mengapa dia suka sekali berbisik di telingaku! Aku bahkan tidak tahu jika aku berubah menjadi sensitif saat telingaku disentuh."
"Bagaimana? " tanya Nikko meminta jawaban pasti dari Dylon.
"Apakah anda yakin dengan pertanyaan yang anda ajukan tadi? "
"Saya bukan tipe orang munafik dan juga saya tidak bisa menarik kata-kata yang sudah saya ucapkan! "
"Ehemm, tapi bagaimana jika saya bukan seorang gadis yang bersih? "
"Saya selalu menghormati gadis yang bersih tapi anda adalah pengecualian! " Nikko menatap serius.
Mereka bertatapan dengan mesra dan tertawa ringan.
Melihat kejadian itu, mood Rose berubah total. Ricky yang mengetahuinya langsung menghibur pasangan pestanya itu.
"Apakah kau mengenal tuan muda Nikko? "
"Tidak! "
"Tapi kau terlihat cemburu padanya? "
"Pada siapa aku harus cemburu? Itu bukan urusanmu! "
"Haaahaa, kau sangat cantik jika sedang cemburu! Mari kita berdansa jika kau menginginkannya! "
"Tidak usah. Aku tidak suka berdansa! "
"Tidak suka atau tidak bisa, nona cantik? "
"Huuhh, kauu... "
Belum selesai berbicara, Ricky sudah menarik tangannya.
"Bagaimana rasanya berdansa di depan orang banyak? " tanya Ricky.
"Aku sangat gugup! Aku biasa berdansa hanya dengan ayahku. "
"Itu pasti kau lakukan sejak kecil? "
"Ya, benar tuan. "
"Saat sedang berdua, panggil aku dengan nama depanku saja! "
"Hmm, baiklah tuan! " Rose mengedipkan satu matanya dengan gayanya yang khas.
"Karena sekarang kau sudah berumur 22 tahun, maka berdansalah dengan pria dewasa seperti pria yang sedang bersamamu ini.. "
Rose senang ada yang memperhatikannya, "Apakah benar kau adalah seorang pria dewasa? "
"Aku akan membuktikannya padamu! "
"Benarkah? Aku ingin tahu.. "
Dengan sangat mendadak, Ricky mencium bibir gadis itu dan Rose tidak dapat menolaknya.
"Hmmm.. Mmm.. Mmuuaahhh.. "
"Hahhh?? " Anne terkejut hingga menutup mulutnya.
"Lihat itu, Lucy! " Diana berteriak.
"Ya, tuan Ricky menciumnya! " Lucy mengucapkan kata-kata dengan terperangah.
"Sepertinya mereka akan menjadi pasangan! "
Tuan Keneddy melihat putri pertamanya bersama dengan tuan Ricky. Beliau tersenyum.
"Anak pertamaku telah dewasa! "
"Terserah padanya! Aku tidak mencampuri urusan cinta putri-putriku. "
Tuan Keneddy berbincang kepada Anita, sekretaris pribadinya. Anita mencurigai Ricky tapi tuan Keneddy sangat mempercayainya.
Setelah Nikko dan Dylon berdansa, Nikko pamit mengambil minuman untuk Dylon. Ketika sedang mengambil minuman, dia berpapasan dengan Rose dan Ricky.
"Hallo tuan muda Atmadja! " sapa Ricky.
"Haai tuan Ricky. Kita berjumpa lagi. "
Rose memandangi Nikko dengan kesal, "sepertinya kau memiliki pasangan yang baru. Itukah sebabnya saat itu kau membatalkan janji denganku? "
"Maafkan aku soal janji itu. Aku tidak pernah mengingkari janji yang telah kubuat, namun adikku tiba-tiba sakit dan aku harus pulang. "
Rose merasa keterlaluan. "Duh, aku sangat tidak enak hati! Tapi adiknya yang mana? Adik kandungnya atau adik sepupunya? " kata Rose dalam hati.
"Oh, kalian saling kenal rupanya! " Ricky memecahkan lamunan Rose.
"Ya, kami pernah bertemu satu kali pada waktu penjamuan makan malam. " Nikko menjelaskan.
Dylon melihat masalah di depan matanya. Dia segera berjalan menghampiri mereka.
"Apa yang membuatmu begitu lama, tuan Nikko? " tanya Dylon.
"Oh, maafkan aku. Aku bertemu seorang kenalan. "
"Seperti itu rupanya. " Dylon menjawabnya.
Rose mengulurkan tangan pada Dylon, "Hallo, saya Rose! "
"Hai, nona Rose. Aku mengenalmu dengan baik. " Jawab Dylon.
"Benarkah itu? "
"Tentu, ayahmu dan aku adalah relasi bisnis. Bagaimana mungkin aku tidak mengenal putri pertama dari tuan Keneddy! " Dylon tersenyum tipis.
Rose mengagumi Dylon. "Yaa ampun, wanita ini sungguh cantik. Bentuk tubuh yang indah dengan dibalut kulit putih kapas, dan rambut ditata rapih ke atas yang memamerkan keindahan punggungnya. Tatapan mata yang memikat dengan belahan dagu manis dan bibir merahnya tipis membuat para kaum wanita iri melihatnya. "
"Kalau begitu seringlah berkunjung. Mungkin suatu saat kita bisa berteman! " Rose berkata dengan polos.
"Haaahaaa, tentu. Semua relasi bisnis adalah teman! "
"Hallo, saya Ricky! " Ricky mencium tangan Dylon membuat Nikko menatapnya dengan tajam.
"Maafkan kami, sebaiknya kami pergi agar tidak mengganggu kalian. " ucap Nikko.
"Baiklah, tidak masalah. " balas Ricky.
Mereka pergi dengan pasangan masing-masing.
Kediaman keluarga Atmadja, Indonesia
Setelah kehilangan istri tercintanya, dan anak semata wayangnya menghilang, tuan Adit menjadi semakin sakit-sakitan. Beliau tidak bersemangat menjalani kehidupannya. Paman Kenan selalu berada di sampingnya.
"Tuan... "
Tuan Adit meliriknya.
"Tuan, saya mohon anda bangkit dan kembali bekerja. Musuh sudah bergerak lebih awal! "
"Saya tahu. "
"Apakah tuan ingat perkataan tuan muda William di hari itu? "
***
Flashback 3 bulan yang lalu setelah William dan Alicia mengalami kecelakaan mobil di hari pemakaman nyonya Alifah..
Hari itu, seharusnya aku bertemu dengan putriku. Di hari pemakaman istri tercintaku. Ya, Hari bahagiaku pada akhirnya lenyap.
Rencanaku di hari itu adalah membawa Alicia pergi meninggalkan negara ini. Aku hendak pergi dari negara ini dan menetap di Jepang di bawah perlindungan tuan Liuliu.
Perlindungan tuan Liuliu sangatlah kuat. Semua orang tahu bahwa tuan Liuliu adalah orang terkuat di negaranya dan kenyataan berkata lain. Saat sekelompok orang mencari Alicia, di sanalah William berdiri. Selain Leo dan orang-orang dari tuan Liuliu, William membantu dan melindungi anakku. Bahkan, tulang bahunya retak demi melindungi anakku. Sayangnya takdir menjauhkan mereka lagi. Entah mengapa takdir tidak memihak mereka!
Segala upaya telah kami lakukan untuk mencari Alicia. Bahkan aku sudah kehilangan semangat.
Dan saat itu William berkata padaku, "Paman, aku berjanji tidak akan berhenti mencari Alicia. Karena hatiku berkata bahwa Alicia masih hidup! Sampai batas waktu yang tidak ditentukan, sampai aku berhenti bernafas, aku akan selalu mencarinya. Jika aku tidak menemukan di negara ini, aku yakin dia ada di negara lain.! "
Kami semua tahu bukti mengarah pada Nikko. Dan ayahnya sendirilah yang menginginkan nyawa anakku. Sayangnya, penjagaan kami lengah dan Leo terbunuh di California. Selain itu Mouran tertembak di saat pengejaran. Orang yang selamat dari tragedi itu Adalah William dan Sean, namun Alicia tidak ditemukan jasadnya juga jejaknya. Entah dimana dia berada!
Kadang aku tidak mengerti! "Keluargaku tidak bersalah! Mengapa kalian tidak mengambil nyawaku saja!! "
***
"Tuan.. Apakah anda baik-baik saja? " paman Kenan masih bertanya.
"Terimakasih telah mengingatkan saya. Saya akan menyelesaikan apa yang telah saya mulai! " tuan Adit akhirnya kembali menjadi dirinya lagi. "Hingga tiba saatnya Alicia kembali, semua sudah aman berada di dalam kendali saya. Semua untuk putriku. "
"Anda benar, tuan. Nona tidak pantas terjun ke dunia yang kotor seperti ini! "
"Ya, semoga Tuhan selalu menjaganya dimanapun dia berada. "
"Saya selalu merasa nona dalam keadaan baik. Dia bisa menjaga dirinya sendiri ketika jauh dari rumah. "
"Saya bersyukur Tuhan masih memberi kesempatan untuk mencari putriku. Paman, tolong kau telepon Adam dan tanyakan tentang kabar di sana! "
"Saya akan meneleponnya segera, tuan! "
Paman Kenan pergi. Malam hari yang sunyi ini, hati tuan Adit menangis. Jiwanya kosong. Beliau meratapi nasib malangnya hidup sendiri dan memiliki keluarga yang tega menusuknya dari belakang. Beliau ingin membalas dendam kepada keluarga adiknya tapi rasa kasian selalu menghampirinya. Oleh karena itu, William meminjamkan tangannya untuk beliau.
Villa keluarga Clara, Indonesia
"Hallo ayah.. "
"Ada apa sayang? Kapan kau akan berkunjung lagi? "
"Aku belum tahu. Ayah, bisakah ayah membantuku? "
"Bantuan seperti apa yang kau inginkan? "
"Yang pasti bukan bantuan finansial. "
"Kau sudah merasa cukup kayakah? "
"Bukan itu maksudku! Aku hanya ingin mandiri dan mengatur keuanganku sendiri. "
"Lalu, katakan bantuan apa yang bisa ayah berikan! "
"Ingatkah kau seorang teman dekatku Alicia? "
"Oh, anak perempuan keluarga Atmadja? "
"Benar! "
"Ada apa? "
"Apakah ayah belum mendengar kabar tentang kematian nyonya Alifah di saat hari pernikahan ayah? "
"Oh, ayah sudah mendengarnya. Lalu apa hubungannya denganmu, nak? "
"Ayah, di hari pemakaman nyonya Alifah aku tidak hadir di sana. Dan di hari itu juga Alicia diculik! "
Clara tidak bisa menahan airmatanya. Tuan Hubbert merasa sangat sedih mendengar putrinya terisak.
"Ayah mengerti. Dengan kekuatan dan kekuasaan yang ayah miliki, ayah akan membantumu menemukan Alicia! "
"Tapi ayah, kau pasti tahu pelaku dibalik semua ini! "
"Ya, kita semua tahu tapi kita tidak boleh gegabah. "
"Aku tahu, ayah. Lalu apa rencana ayah! "
"Pertama, karena ayah sangat yakin jika Alicia tidak berada di Indonesia maka ayah memutuskan untuk mencarinya di negara dimana sang pelaku tinggal saat ini! "
"Hmmm, ayah sungguh pandai! " Clara memuji ayahnya.
"Kedua, ayah akan mengatakan rencana selanjutnya hanya jika kau menyetujui syarat yang kuajukan untukmu! Bagaimana? "
"Aduuuhhh ayah, sama anaknya sendiri kenapa harus pakai syarat segala? "
"Karena ayah sangat sayang padamu! "
"Katakan padaku, syarat konyol apa yang ada di kepalamu itu, ayah? "
"Syaratku masih sama. Tentang alasan kekonyolanmu pergi dari rumah? "
"Baiklah, baiklah! Kali ini pangeran mana lagi yang ingin kau jodohkan padaku? "
"Oke, kita deal! "Ucap ayahnya.
"Lalu ayah memiliki rencana apalagi? "
"Ayah akan menyusupkan mata-mata ke sana. Jika kita menemukan Alicia, ayah akan segera membawanya! "
"Tapi ayaahhh? "
"Apakah kau tidak yakin padaku? "
"Bukan itu. Ayah tahu kan, pengawal tuan Liuliu saja tidak bisa menembus pertahanan si pelaku! "
"Haaahaaaa.. Haaahhaaa.. " tuan Hubbert tertawa keras.
"Mengapa ayah tertawa? Apa yang lucu dariku? "
"Dirimu dan otak kecilmu yang membuatku tertawa! Hmm, kau terlalu meremehkan ayahmu! "
"Baiklah, aku sekarang percaya padamu! Setidaknya kita menemukan Alicia bahwa dia masih hidup dengan baik! "
"Nikko tidak akan membiarkan dirinya jauh dari Alicia. Ayah tahu itu! Sejak dia pergi untuk menempuh pendidikan ke Jerman, Nikko selalu memata-matai Alicia dan mangambil foto setiap gerak-geriknya. "
"Darimana ayah tahu itu? "
"Itulah mengapa kau harus percaya pada ayahmu ini! Karena ayahmu mengetahui segala sesuatu yang tidak kau ketahui! "
"Baiklah, baiklah tuan Hubbert yang terhormat. Anakmu yang cantik ini mulai sekarang akan belajar mempercayaimu! Tapi anda tidak boleh membohonginya! "
"Oke oke, anakku. Ayah akan melakukan yang terbaik untukmu. Ayah akan menggunakan cara aman untuk masuk ke wilayah Nikko. "
"Terimakasih ayah. Aku mencintai dan menyayangimu. Hiduplah dengan sehat agar berumur panjang dan menyaksikanku menikah dengan pilihanmu! "
"Sampai jumpa di hari pertunanganmu, nak! "
Tuut tuutt tuuuttt.. Sambungan telepon terputus. Clara lega telah meminta pertolongan pada ayahnya. Sekarang biarkan waktu berjalan dengan apa adanya dan menunggu kabar baik dari ayahnya.
Mountainview, California
Karena malam sudah begitu larut, aku sangat mengantuk. Mungkinkah Nikko tidak pulang malam ini? Tidur di manakah dia? Dido memperhatikan Alicia dengan seksama.
"Nona, saya mohon kembalilah ke kamar anda dan tidurlah agar besok kita bisa keluar untuk berjalan-jalan. "
"Tunggulah sebentar lagi! Aku ingin menunggu Nikko pulang. "
"Tapi tuan tidak memperbolehkan anda terlalu lelah! "
"Aku tidak peduliiiii! Aku.. Aku.. Aku hanya.. Ingin.. " aku berteriak karena emosi dan kepalaku tiba-tiba menjadi pusing dan...
Brukkk! Aku terjatuh dan semua menjadi gelap gulita..
"Astagaaaa... Nonaaaa! Tolong siapapun, bawa nona ke ruang perawatan sekaraaaangggg!!! "
Semua orang di vila itu panik. Mereka tahu konsekuensi yang akan mereka terima jika terjadi sesuatu pada Alicia...