
Kriingg.. Kriiinggg..
Suara handphoneku berbunyi. Di saat siang seperti ini, siapa yang menelepon? Pikirku. Hmmm..
"Hallooo.. "
"Haiiii, Al! Ini Clara. Aku merasa bosan di rumah. Bagaimana kalau kita bertemu di cafe house of strawberry? "
"Duhhh, lain waktu aja ya. "
"Ohhh, pleaseeeee.. "
"Aku lagi malas keluar karena cuacanya yang panas! "
"Al, hanya sebentar saja.. Pleaseee.. " bujuk Clara.
"Hmm.. Ok.. Ok.. "
"Yess, finaly. Jam 4 sore. See u there! "
Di kediaman keluarga William.
Di ruang baca, terdapat William dan ibunya yaitu nyonya Monica Alexander. Nyonya Monica selalu mengadakan acara perjodohan untuk William. Tapi William selalu menolaknya karena suatu alasan.
"Will, sampai kapan kamu akan bersikap seperti ini? " Tanya nyonya Monica.
"Sampai kapanpun juga, aku tidak akan pernah menyerah tentang perasaan ini! Sebaiknya ibu jangan pernah merayuku lagi untuk menghadiri acara perjodohan antar keluarga dengan siapapun! " Jawab tuan muda William dengan tegas.
"Tapi apakah kamu tidak memikirkan masa depanmu? "
"Bu, saya tidak ingin membantahmu. Tapi, justru karena masa depanku. Apakah ibu tidak ingin melihat anak ibu ini hidup bahagia dengan wanita yang dicintainya? Dan saya tegaskan sekali lagi, untuk segala hal yang menyangkut dengan masa depan, saya akan menentukannya sendiri. Jadi saya mohon pengertian ibu dan ayah." Tuan muda William bangkit dari tempat duduknya melangkah ke luar ruang baca.
William Alexander adalah anak kedua dari pasangan Samuel Alexander dan Monica Alexander. Kakak laki-laki William telah meninggal dunia di puncak karirnya dan di usia muda karena tugas sebagai tentara. Yaa.. Anthony Alexander. Anak pertama kebanggaan keluarga Alexander itu memilih untuk menjadi tentara daripada melanjutkan bisnis keluarga. Sebenarnya keluarganya tidak setuju, namun kakeknya yaitu tuan Jonathan Alexander merupakan mantan tentara yang disegani di negara ini. Di masa emas karirnya, kakek William memutuskan untuk mundur dari tentara dan beralih ke bidang bisnis. Hingga sekarang banyak bisnis yang telah berhasil dikuasainya. Dan tentunya menurun ke ayahnya William, Samuel Alexander.
Di kamar pribadi William.
Kriiingg kriiiinggg..
William mengangkat handphonenya.
"Yaa hallo, Sean. Ada kabar apa? " tanya William tidak sabar.
"Will, dugaanmu benar. Gadis di belakang halaman sekolah itu adalah Alicia Aurora Atmadja. Dia di kelas XI B. Dan dia adalah pacar kecilmu dulu! "
"Apakah kau yakin? "
"Benar. Aku sangat yakin. Aku sudah memeriksa data yang kau berikan. Dan jam 4 sore ini dia akan pergi ke cafe milikmu dengan Clara, temannya. "
"Kenapa kau melaporkan semua kegiatan gadis itu padaku? "
"Aku hanyaaa.. Hmm.. Aku hanya membantumu mendekatkan dirimu dengan pacar masa kecilmu itu! Haaa.. Haaa" Sean tertawa dengan puas.
Tuuuttt... Tuuuuutttt..
Suara sambungan telepon terputus.
"Aaaiiisshhh... Yaa ampuun, William tidak pernah berubah. Selalu mematikan telepon lebih dahulu. Padahal ada hal penting tentang Alicia yang ingin kukasih tahu.." Sean kesal dengan sikap William yang satu ini!
Siang hari di ruangan wakil presiden Pt Fantastic Prima, indonesia.
"Kita harus bagaimana? Perjalanan bisnis tuan Adit sepertinya berjalan dengan lancar. " Tuan Putra sedang berbicara dengan tuan Yoga yang tidak lain adalah adik dari tuan Adit.
"Tenang saja. Biarkan mereka yang bekerja keras. Kita hanya tinggal memetik hasilnya. Haaahaaaa.. "
"Kau terlihat begitu yakin. Sepertinya kau memiliki rencana bagus untuk ke depannya? "
"Jika kau ingin bekerjasama denganku, maka ikuti apa yang kukatakan dan setialah padaku. Aku memiliki banyak mata-mata. Aku tidak akan mengampuni seorang pengkhianat! "
"Baiklah.. Baiklah, tuan. Saya akan menjadi kaki tangan Anda. "
Setelah mereka mencapai kata sepakat dan menyusun rencana, permainanpun telah dimulai. Mereka mencari dukungan orang-orang senior di perusahaan itu dan juga para pemegang saham. Beberapa orang yang tidak setujupun akan disingkirkan dengan diam-diam.
Sore hari..
Akhirnya aku sampai di cafe House of strawberry.. Mm.. Clara dimana yaa? Kenapa aku tidak melihatnya?
"Di sini.. Di sini.. " Clara melambaikan tangannya kepadaku.
"Ohh oke! " Aku berjalan menghampiri Clara.
"Darling, kamu datang terlambat. Aku tidak sabar untuk memesan.. "
"Maafkan aku, sweeties! Kenapa kau tidak memesan duluan saja? "
"Ohhh sayangku, itu tidak sopan. Aku tidak seperti itu.. " Balas Clara. "Pelayan, tolong bawakan kami menu!" Clara memanggil pelayan dengan cepat.
"Silahkan nona-nona. Menu terbaru kami adalah es krim waffle krim kacang dengan beberapa potongan stroberi di bagian atasnya. Dan es krimnya dapat dikombinasi, misalnya perpaduan antara caramel dan double coklat. " Sang pelayan memberitahu kami dengan sopan.
"Biarkan kami melihat-lihat menunya dulu ya.. " Kataku pada pelayan itu.
"Nona yang memkai baju tosca ini, kalau saya tidak salah ingat selalu memesan es krim passion love dikombinasi dengan greentea yaa? "
"Darimana kau tahu itu? " Tanyaku penasaran.
"Cafe kami memiliki daftar pengunjung tetap dan daftar menu yang paling disukai oleh pengunjung. Nona ini menjadi salah satunya yang termasuk dalam daftar. "
"Ohh, aku baru hal itu! " Jawabku dan Clara.
"Apakah nona-nona pernah diberi kertas untuk mengisi data? Nah, data itulah sebagai acuan kami untuk menaikan kualitas cafe ini. "
"Baiklah, kalau begitu aku ingin mencoba menu baru kalian tapi aku ingin kau mengganti es krimnya dengan yang biasa kupesan. "
"Mmm.. Dan aku ingin memesan es krim vanila dan raisin. Jangan lupa untuk menambahkan stroberi di atasnya. Untuk cakenya, aku ingin rainbow cake. Terimakasih. " Ucap Clara.
"Baiklah, mohon ditunggu sebentar yaa.. " Pelayan itu segera pergi setelah menuliskan menu yang kami pesan.
"Al, kenapa kau tidak memesan beberapa cake? "
"Aku hanya ingin menikmati es krimnya. Aku juga ingin bertanya padamu tenang Ginza. Sudah beberapa hari ini, aku tidak melihatnya? Kemanakah dia? " Tanyaku pada Clara. Sepertinya Clara enggan menjawab pertanyaanku.
"Sejak hari itu, hari dimana aku dibully oleh Sarah dan Reggina.. Dia menghilang. Aku pikir dia marah padaku. "
"Apakah kau sudah menghubunginya? "
"Sudah, Al. Teleponnya tidak bisa dihubungi dan aku tidak tahu lagi harus bagaimana! "
"Ra, mengapa kau tidak meminta orang-orang suruhanmu untuk mencarinya? "
"Al, aku tidak ingin mencurigai pacarku. Aku harus mempercayainya meskipun itu hal yang sulit. "
"Aku tidak bilang kau mencurigainya tapi tidak ada salahnya jika kau mencoba mencari tahu. Mungkin itu bisa membantumu mengatasi perasaanmu padanya! "
Clara terdiam sesaat. Kupikir, "Jika Clara bisa menemukan kejanggalan dari Ginza,itu bisa mengurangi rasa curigaku padanya."
Di ruangan CCTV cafe house of strawberry.
William dan Sean melihat CCTV. Mereka melihat Alicia dan Clara yang sedang ngobrol dengan serius. Sepertinya William sangat ingin tahu.
"Bagus.. bagus sekali, will! " Ucap Sean kepada tuan muda William. "Aku berkata jujur dan kaupun langsung datang ke cafe untuk melihat Alicia.. "
"Tidak bisakah kau diam? Aku penasaran, mereka sedang membicarakan apa? Mengapa begitu serius? "
"Jika kau ingin tahu, kau bisa keluar dan mendengarkan pembicaraan mereka! "
"Apakah maksudmu adalah menguping? Itu bukanlah diriku"
"Haaa.. Haaa.. Tentu saja bukan itu. Yang kumaksud adalah kau bisa keluar menyamar atau menunjukan dirimu dan bergabung dengan mereka! "
Belum selesai Sean berbicara, tuan muda William sudah berlari ke luar dari ruangan CCTV.
'
" Akhirnya aku menemukanmu, peri kecilku. Aku sangat merindukanmu sampai aku menderita sepuluh tahun terakhir ini. Aku akan membuatmu tetap berada di sisiku. Sampai kau menjadi pengantinku! " Ucap William dalam hati.
"Berikan aku baju yang kau pakai itu! " Tuan muda William berkata pada pelayannya.
"Tapi tuan muda hendak melakukan apa dengan memakai baju saya ini? Tuan muda tidak benar-benar akan menjadi seorang pelayan kan? " Tanyanya dengan nada khawatir.
"Tidak, tuan muda. Itu tidak bisa. "
"Kau lebih suka kehilangan pekerjaanmu daripada hanya berpura-pura? Ingatlah ini hanya adegan drama seperti yang saya bilang tadi! "
Williampun berganti pakaian. Dan...
"Silahkan nona, anda dapat segera menikmati pesanan anda! "
"Kenapa aku seperti pernah mendengar suara ini ya? Entah di mana tapi lebih baik kulihat dulu pemilik wajah dari suara ini.." Pikirku dalam hati.
"Hahhhh.. Astaga!" Aku kaget setengah mati.
"Ada apa, Al? Apakah kau mengenal pelayan ini? " Tanya Clara kebingungan setelah melihat reaksiku.
"Aku bukan hanya mengenalnya tapi juga sangat kesal padanya. " Jawabku.
"Halloo nona Alicia. Kita bertemu lagi. " Kata pelayan itu.
"Aku tidak mengenalmu, dari mana kau tahu namaku? "
"Di sekolah, siapapun pasti mengenalmu. Selain cantik, kau juga sangat berbakat dalam melukis. Sejak hari itu aku selalu mengamatimu. " Kata tuan muda William.
"Pelayan yang tidak sopan! " Aku sangat kesal dia berpura-pura kenal dekat denganku. "Di mana manajermu? Aku ingin mengajukan komplain. "
"Al, kau ini kenapa? Menurutku tidak ada yang salah dengannya. Kita jangan mempersulit pelayan ini.. " Clara mencoba menenangkanku.
Akhirnya seseorang keluar menuju ke arah kami.
"Maafkan ketidaksopanan salah satu pelayan kami, nona. Namanya William. Dia baru bekerja beberapa hari di sini. "
"Siapa kau? " Tanya Clara.
"Perkenalkan, saya Tommy. Sayalah yang bertanggungjawab di sini. "
"Ohhh baguslah. Jadi kau manajer Tommy? " Tanyaku. "Aku tidak suka dengan sikap pelayanmu ini. Seharusnya sebelum bekerja, kau memberikan training tutur kata yang baik padanya agar dia bisa berbicara dengan sopan kepada para pelanggan. "
Manajer Tommy melirik tuan muda William. Dan dia menganggukkan kepalanya.
"Baik, nona. " Kata manajer Tommy. "Cepat kau minta maaf pada nona ini!" Manajer Tommy menyuruh tuan muda William untuk segera meminta maaf padaku.
"Tidak perlu! " Kataku. "Aku ingin dia segera dipecat saja. "
"Al, apa itu tidak keterlaluan? " Clara bertanya padaku.
Manajer Tommy merasa tidak enak hati pada tuan muda William. "Duuhh, habislah aku. Aku akan kehilangan gajiku sebulan karena masalah ini! " Pikirnya. "Tetapi sepertinya ada yang tidak beres. Kenapa Tuan muda William terlihat senang??"
"Bagaimana, pak manajer? Itu tidak masalah kan? " Tanyaku.
Suaraku membuyarkan lamunan Manajer Tommy. Dengan terbata-bata dia berkata, " B.. Baiikk.. Baiklah nona. Saya akan mempertimbangkan keputusan ini. "
"Dia masih muda, dan cukup menarik. Dia bisa mencari pekerjaan baru dengan mulutnya yang manis dan suka membual itu. " Tegasku pada manajer Tommy.
"Kau masuklah dulu. " Kata manajer Tommy kepada tuan muda William.
"Baiklah. " Tuan muda William menurut padanya.
"Nona, apakah tidak ada solusi lain? Untuk masalah ini, kami akan mempertimbangkannya secara internal. Sebagai permintaan maaf, kami akan memberikan bonus spesial dengan satu menu tambahan untuk kalian. "
"Sepertinya cukup baik. " Clara menyetujuinya dengan cepat. "Maaf, pak manajer. Temanku ini emosinya memang suka meledak "
"Ohh, saya suka dengan nona ini. Karena sifat jujurnya, saya berharap kami bisa memperbaiki kualitas pelayanan cafe kami agar pangunjung merasa puas. "
Akupun hanya bisa diam karena Clara lebih mudah meredakan situasi. Kami menikmati beberapa es krim dan cake.
Di dalam ruangan tuan muda William, tampak terdengar suara tertawa Sean.
"Hhaaa.. Haaahaaa.. "
"Sampai kapan kau akan terus tertawa? "
"Will, baru sekali seumur hidupku melihat kau merendah di hadapan orang lain. "
Manajer Tommy memandangi tuan muda William dan Sean dengan bingung. "Apakah gadis tadi adalah gadis yang disukai oleh tuan muda William? " Manajer Tommy bertanya dengan penasaran di dalam hatinya.
"Kau boleh keluar. Saya tidak akan memotong gajimu! " Perintah tuan muda William.
"Terimakasih tuan muda. Saya permisi. "
Hotel Sequel room 409
Suara Sarah terdengar dari dalam kamar, "Sayang, kamu kenapa?"
"Aku sangat rindu padamu. " Jawab Ginza sambil mencium kekasihnya.
"Cihhh, sejak kapan kau mulai merindukanku? " Sarah tidak mempercayainya. "Bagaimana dengan Clara? "
"Kau tahu kan, dia hanya sebagai perisai untuk mendapatkan posisi kuat di dalam keluargaku. Dan aku tidak pernah mendapatkan kesempatan menyentuhnya. "
"Kalau masalah kedudukan, aku juga bisa memberikannya untukmu. Tapi kenapa harus Clara? "
Ginza berhenti dan menatap Sarah. "Aku sudah selesai berurusan denganmu. Kau tahu seberapa pentingnya Clara di mata kelurgaku? " Sambil memakai baju Ginza bertanya pada Sarah. "Aku memang mencintaimu, Sarah. Dan Clara memiliki semua yang diinginkan oleh keluargaku. Aku harus bisa masuk ke dalam keluarganya. Setelah mendapatkan semua yang kumau, dan saat kita sudah siap, aku akan menjadikanmu nyonya Ginza di masa depan. " Ginza menatap tajam Sarah. "Aku harap, kau mendukungku. Dan memainkan peranmu dengan baik. Bekerjasamalah denganku. Aku tidak akan berkhianat. Dan sebaiknya kaupun begitu. "
Ginza pergi meninggalkan Sarah yang masih terduduk di kamar hotel. Sarah memang sudah banyak berkorban untuk Ginza. Karena sangat mencintai Ginza, dia rela melakukan apapun.
"Aku akan menunggumu, Ginza. Aku akan selalu membantumu dalam kesulitan apapun. " Sarah berkata dalam hati. Setelah itu, Sarah mandi dan meminta supir untuk menjemputnya di lobi hotel.
Pagoda hotel room 5005
Krriiinggg.. Krrrriiiiingggg.. Kriiiingggg..
"Halloo.. "
"Direktur, mohon anda segera membuka email yang saya kirimkan sekarang. Dan mohon petunjuk Anda. "
"Baiklah. "
"Sepertinya telah terjadi sesuatu di perusahaan." Tuan Adit langsung membuka emailnya. Dan beliau melihat beberapa foto dalam email itu. Beliau tampak serius dan berpikir keras.
"Aku tidak menyangka telah masuk ke dalam jebakan mereka. Istri dan anakku akan menjadi korban jika aku membiarkan ini terjadi terus menerus. Untungnya Heidy masih setia padaku. Seperti Farhan yang selalu setia mengikutiku! " Pikir tuan Adit.
"Hallo, direktur. Bagaimana pendapat anda? " Tuan Heidy bertanya kepada tuan Adit.
"Terimakasih kau telah mengirimkan email untuk saya. Dan terimakasih telah setia mambantu saya. " Ucap tuan Adit.
"Tidak perlu, tuan. Mengingat kebaikan anda, saya akan terus setia pada anda dan keluarga. " Dengan cepat tuan Heidy menjawab. "Sebaiknya kita harus bagaimana, tuan? "
"Kita mulai bertindak diam-diam. Terus ikuti perkembangan di perusahaan. Laporkan pada saya jika menemukan dalang dari semua ini. Tapi kau harus lakukan dengan waspada agar mereka tidak mencurigaimu. Masuklah ke dalam komplotan mereka. Dengan begitu, kau akan tahu rencana mereka. "
"Apakah itu tidak berbahaya, tuan? "
"Tidak. Kita harus menjadi teman sebelum siap menyerang balik mereka. Dengan begitu, kita akan tahu kelemahan lawan "
"Baik, tuan. Saya mengerti. "
Tuan Farhan yang dari tadi cemas memperhatikan tuannya, mulai angkat bicara. "Tuan, perlukah saya mengirimkan nona ke luar negeri? "
"Yaa, segera siapkan keperluannya. Dalam seminggu segera kirim dia ke luar negeri! "
"Bagaimana dengan nyonya? "
"Biarkan dia tahu arti dari kebangkrutan. Saya menunggu dia untuk datang memohon dan merubah sikapnya! "
"Tapi tuan, apakah tidak berbahaya untuk nyonya? Mengapa tuan tidak membiarkan nyonya pergi menemani nona Alicia saja? "
"Saya tidak akan membiarkan Alicia tahu dunia yang kejam ini! Saya juga tidak akan membiarkan dia mengetahui bahwa sebagai ayah, saya telah gagal membahagiakannya. Dan ibunya hanya bisa menghabiskan uang saja. Saya hanya ingin dia menggapai apa yang diinginkannya. Menjadi dirinya sendiri adalah titik tertinggi kebahagiaan untuknya. "
"Itulah sebabnya, tuan membangun beberapa anak perusahaan atas namanya? "
"Ya. Itulah tujuan hidup saya. Saat usianya telah cukup, saya pastikan dia mampu melakukan apa yang harus dilakukan. Saya berharap, Kau sebagai walinya bisa mengajarkan Alicia dan setia padanya seperti kau setia padaku! "
"Yaa Tuhan, apa maksud dari perkataan tuan Adit ini? Apakah tuan akan menyerah? Aku tidak berani bertanya lebih padanya."
Tuan Farhan memikirkan tuannya yang sedang gelisah. Terlihat dari raut wajahnya jika tuan Adit sedang berpikir keras...