My Name Is Alicia

My Name Is Alicia
Wake up, Al!



Aster Village, Inggris


"Aku sudah membalaskan dendamku untuk Alicia, seharusnya aku senang! Tapi kenapa hati ini tetap gundah? " Tuan muda William bertanya pada dirinya sendiri.


Malam ini, tuan muda William sedang duduk di atas balkonnya sambil memandangi bintang. Langit malam yang begitu cerah.


"Setiap orang memiliki bintangnya sendiri yang akan menuntun arah jalannya kehidupan. Tapi aku kehilangan bintang milikku. Tidak tahu apakah dia juga merasakan hal yang sama sepertiku? Aku tidak akan menyerah untuk membawamu kembali ke sisiku! "


Kring kring kring. Ponsel tuan muda William berbunyi. Tertera nama tuan Santo di sana.


"Ada apa? "


"Tuan muda, bagaimana kabar anda? "


"Baik. Ada apa? "


"Tuan Ricky telah bersiap untuk rencana selanjutnya. "


"Bagus. Tekan perusahaan tuan Keneddy. Buatlah dia menandatangani surat pengalihan kekuasaan di salah satu perusahaannya! "


"Apakah yang anda maksud adalah perusahaan berlian yang terkenal itu? "


"Benar! " Ucap tuan muda William. "Setelah itu, ubah nama perusahaannya menjadi D' Luxury! "


"Baik, tuan. " Jawab tuan Santo. "Lalu bagaimana dengan nona Margaret? "


"Awasi setiap gerak-geriknya! Jika timbul kecurigaan, segera habisi nyawanya! "


"Saya mengerti. " Jawab tuan Santo. "Dan Adam? Untuk apa anda memerintahkan dia kembali ke tanah air? "


"Apakah dia sudah sampai di Indonesia? "


"Ya, tiga jam yang lalu"


"Bagaimana dengan Dylon? Apakah Nikko sudah kembali ke tanah air? "


"Saya akan menghubunginya, tuan muda. "


"Beri saya progres yang baik dan jika dia berulah, habisi saja! "


Tut tut tut. Tuan muda William langsung menutup teleponnya tanpa basa basi.


D' Wheels Hotel and Casino, room Lady Tulip 103.


Margaret terbangun dari tidurnya karena kelelahan menangis. Dia turun dari ranjang dan segera menelepon seorang supir untuk menjemputnya.


"Aku akan mencari tahu tentang kau, paman Ricky. Dan juga seorang teman yang kau maksudkan itu! " Ancam Margaret.


Tut. Tut. Tut. Margaret mencoba menghubungi seseorang.


"Ya, nona. "


"Aku ingin menyewa detektif terhebat milikmu! Aku akan bayar berapapun harganya! "


"Baik, apa yang akan kami lakukan untukmu? "


"Cari tahu tentang tuan Ricky koneksi ayahku dan juga cari informasi siapa saja yang ada di pihaknya! "


"Baik, nona. Tolong anda transfer uang muka terlebih dahulu! "


"Berikan nomor rekeningmu! "


"Saya akan mengirimkan pesan teks untuk anda. "


"Oke. Beri kabar dalam dua hari! "


Setelah Margaret metransfer sejumlah uang kepada detektif swasta itu, dia langsung menuju ke lobi menunggu supir menjemputnya.


Mountainview, California


Saat menjelang pagi, nona Dylon masih terlelap karena lelahnya bercinta dengan tuan muda Nikko semalam. Dia berbalik dan tangannya meraba-raba mencari keberadaan sosok tuan muda Nikko.


"Seharusnya dia masih tertidur di sampingku kan? " Pikir nona Dylon.


Karena tidak menemukan tubuh tuan muda Nikko, diapun membuka matanya dan terduduk.


"Kemana dia pergi? Di kamar mandi tidak terdengar suara apapun! Apakah dia sudah kembali ke kamarnya? Aku bahkan belum mendapatkan apapun darinya! " Gerutu nona Dylon. "Ya sudahlah, lebih baik aku membuka ponselku. "


Tik tik tik. Nona Dylon memainkan jarinya menekan tombol-tombol pada ponselnya.


"Hmm, beberapa panggilkan tak terjawab dari tuan Santo! Habislah aku.. "


Karena takutnya nona Dylon pada tuan muda William, maka iapun akhirnya menelepon balik ke tuan Santo.


"Halo, tuan. Maafkan saya tidak mengangkat panggilan telepon anda karena saya sedang bersama dengan tuan Nikko. "


"Ya, saya mengerti. " Jawab tuan Santo. "Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Yaitu, harap kau berikan progres yang luar biasa dalam dua hari ini! Karena tuan muda sudah menunggu hasil kerjamu. Ingatkah kau, ibumu yang sedang menunggu obat darimu di rumah sakit? "


"Saya mengerti, tuan. Anda tidak harus mengancam saya atas nama ibu! "


"Jika kau mengerti, saya harap kau tidak akan mengecewakan tuan muda karena dia tidak akan memberi kesempatan untuk yang kedua kalinya! "


Tut tut tut. Tuan Santo tidak ingin berdebat dengan wanita itu. Karena seperti biasanya, wanita itu memiliki seribu alasan untuk berdalih.


Nona Dylon terlihat sangat kesal. "Aku juga tahu batasanku! Bahkan aku rela menjual tubuhku untuk menyelesaikan tugas ini! Karena kebaikan hati tuan muda, aku tidak akan berkhianat padanya. "


Nona Dylon segera membersihkan tubuhnya.


Ruang Perawatan Alicia, Lantai dua


"Hmm.. "


Dokter Fa terkejut mendengar suara Alicia. Dengan cepat, dia berjalan menuju tempat Alicia terbaring.


"Nona? " Panggil dokter Fa. "Bagaimana perasaan anda? Nona bangunlah! "


Aku membuka mataku dan melihat ke sekelilingku.


"Nona? "


"Hmm? "


"Saya akan memeriksa anda sebentar! "


Aku hanya melihat dokter Fa yang terlihat bersemangat.


"Semua kondisi tubuh anda sudah stabil. Saya akan memanggil dokter Wang kemari! "


Tut tut tut.


"Ada apa? " Tanya dokter Wang mengangkat teleponnya.


"Nona sudah membuka matanya! "


"Benarkah? Saya akan ke sana untuk memastikannya! "


Dokter Fa segera menghubungi tuan Malik untuk memberi kabar baik ini.


"Ya? "


"Tuan, bisakah saya berbicara pada tuan muda? "


"Ada apa? "


"Nona sudah siuman! "


"Baiklah, saya akan membangunkan tuan muda! "


Tidak lama kemudian, tuan muda Nikko sudah berada di saluran telepon.


"Dokter Fa? Apakah yang kau katakan adalah benar? "


"Ya, tuan muda. Saya akan menyalakan video dan anda bisa melihatnya sendiri! "


"Baik, lakukan sekarang! "


Setelah dokter Fa mematikan ponselnya, dia segera menyiapkan video pada ruangan itu. Ya, ruangan perawatan Alicia tidak hanya higienis, tetapi juga sangat canggih. Selain peralatan medis yang lengkap, di ruangan itu juga terpasang cctv dan alat canggih lainnya untuk merekam semua aktivitas selama berada di dalam ruangan yang bertujuan untuk mempermudah pengawasan di bawah kendali tuan muda Nikko.


"Tuan muda, apakah anda bisa melihatnya sekarang? Nona sudah siuman. " Dokter Fa berkata pada tuan muda Nikko.


Saat ini tuan muda Nikko sedang dalam perjalanan menuju ke tanah air untuk menghadiri rapat pemegang saham sekaligus untuk merebut jabatan presdir di perusahaan keluarga.


"Ya, saya melihatnya. " Jawab tuan muda Nikko. "Bagaimana dengan kondisi nona yang terkini? "


"Sangat baik, tuan. Jika memungkinkan, saya akan mengajak nona keluar vila untuk berjemur. Ini akan sangat baik bagi kesehatannya. "


"Lakukanlah yang menurutmu benar dan jangan biarkan Pingkan mendekatinya! "


"Ya, tuan. "


"Siapkan makanan yang bergizi untuknya dan juga jangan lupa untuk selalu memantau kesehatannya! "


Setelah mengatakan beberapa kata, tuan muda Nikko mematikan video tersebut.


Dokter Wang yang datang dari tadi hanya memperhatikan nona Alicia.


"Mengapa nona tidak mengatakan apapun? " Tanya dokter Wang.


"Saya juga tidak tahu. " Jawab dokter Fa.


"Aku hanya merasa kepalaku sakit dan tubuhku lemah. Dimana Nikko? Mengapa dia tidak di sini bersamaku? " Aku berkata pada diri sendiri. "Setiap aku memejamkan mataku, selalu hadir sosok pria tampan yang tersenyum padaku. Namanya adalah William. Apakah dia adalah salah satu memoriku yang hilang ataukah hanya bunga tidurku? Pertanyaan itu terus melekat di benakku! "


"Dokter Wang? "


"Ada apa, nona? "


Kedua dokter itu tidak pernah pergi dari sisiku.


"Kemana Nikko? Mengapa dia tidak di sini? "


"Tuan muda sudah pergi sejak pagi hari tadi. "


"Kemana? "


"Perjalanan bisnis, nona. "


"Berapa lama? "


"Sekitar tujuh sampai sepuluh hari. "


"Aku ingin duduk. Tolong bantu aku! "


Dokter Wang segera membantuku duduk.


"Bagaimana perasaan anda, nona? "


"Kepalaku masih sedikit pusing. "


"Nona, saya akan menyiapkan makanan lezat untuk anda. " Dokter Fa bicara padaku dengan lembut.


"Terimakasih. "


Dokter Fa segera pergi meninggalkan aku dan dokter Wang.


"Dokter Wang? "


"Ya, nona? "


"Bisakah kau menjelaskan padaku tentang sesuatu? "


"Katakan! Saya akan menjelaskan sebisa mungkin. "


"Apakah ingatan saya akan kembali seperti semula? "


"Jika seseorang membantu anda mengingat sebaik mungkin, tentu ingatan anda akan membaik. " Dokter Wang menjelaskan.


Aku sedikit lega mendengarkan penjelasan beliau.


"Namun semua itu butuh proses. Dan anda akan tersiksa selama anda mencoba mengingat sesuatu. "


Aku mengerutkan keningku, "Maksud dokter Wang adalah? "


"Ya nona, selain memakan waktu lebih lama anda juga akan merasakan sakit kepala yang berat selama anda mencoba untuk mengingat sesuatu! "


"Saya akan berusaha. "


"Saya sarankan sebaiknya jika anda mulai merasakan sakit kepala saat mencoba mengingat sesuatu berhentilah lebih dulu. Jangan memaksakan diri! "


"Sepertinya nona mulai mengingat sesuatu. Saya harus mendiskusikan hal ini kepada dokter Fa! " Kata hati dokter Wang berbicara. "Apakah saya akan meneruskan memberi obat penghilang ingatan sesuai perintah tuan Malik? Ataukah menghentikannya? Apakah tuan muda tahu tentang hal ini? "


Brak. Pintu ruang perawatan terbuka. Munculah dua orang. Yaitu dokter Fa dan nona Dylon.


"Apa kabar, nona?" Tanya nona Dylon.


"Siapa wanita ini? Kenapa dia membungkukkan badannya di hadapanku? " Aku terkejut dengan tingkah wanita ini. Dia begitu mempesona. Selain cantik, dia juga terlihat elegan dan dilihat dari sorot matanya dia seperti seorang agen rahasia yang terlatih.


"Siapa anda? " Aku bertanya pada seorang wanita di hadapanku.


"Saya adalah Dylon. Saya akan membantu anda dan juga akan menjadi teman baik anda, nona. "


"Oh. " Jawabku datar tanpa ekspresi.


Aku tidak memandanginya lagi.


"Kenapa nona Alicia masih saja bersikap dingin? Apakah dia juga bersikap demikian kepada orang lain di vila ini ataukah hanya padaku? Orang asing dari luar vila? " Tanya nona Dylon bingung. "Situasi ini membuatku canggung! "


"Dokter Fa, mana makanan yang kau buat untukku? "


"Ini, nona."


Dokter Fa meletakan sebuah meja makan kecil di atas pangkuanku dengan mangkuk di atasnya.


"Apa ini? "


"Ini adalah sup ayam. Ini akan menghangatkan perut anda dan menghilangkan rasa tidak nyaman di kepala anda! "


"Baiklah."


Aku segera memakannya perlahan.


Kring kring kring. Suara ponsel nona Dylon berbunyi.


"Saya mohon diri sebentar nona. "


Aku hanya menganggukan kepalaku tanpa berkata apapun padanya. Wanita itu pergi dari ruangan perawatanku dengan cepat.


"Siapa dia? " Tanyaku kepada dokter Fa.


"Dia adalah orang kepercayaan tuan muda. "


"Oh. Dia adalah orangnya Nikko. "


"Benar, nona. " Jawab dokter Fa.


"Dia seperti seorang agen terlatih. "


"Saya juga berpendapat demikian. " Dokter Wang setuju dengan opiniku.


"Mm.. Saya hanya melihat kebaikan dari dirinya. " Dokter Fa sedikit memberikan opininya.


"Ya. Dilihat dari sorot matanya yang tajam dia seperti sedang menyelidiki sesuatu di vila ini. " Aku menjelaskan. "Karena dia bertindak dengan sangat hati-hati. "


"Nona, kemampuan anda menilai seseorang dan membaca situasi,sangat membuat kami kagum. Bagaimana anda melakukan itu? "


"Saya hanya melihat dari sikapnya. Dan tidak sulit untuk membaca situasi. Kau hanya perlu menelaah "


Kedua dokter itupun terdiam. Aku memikirkan Nikko. Dia belum memenuhi janjinya padaku untuk membawaku jalan-jalan keluar.


Di Balkon lantai dua.


Nona Dylon menerima telepon dari tuan muda Nikko.


"Ya, sayang? "


"Kau sudah bangun? "


"Mengapa kau tidak membangunkan aku saat kepergianmu?


"Aku tidak ingin mengganggu mimpi indahmu. " Jawab tuan muda Nikko. "Apakah kau sudah bertemu dengan Alicia? "


"Oh, kau meneleponku hanya untuk bertanya tentang tunanganmu yang dingin itu? "


"Haha, apakah dia bersikap dingin padamu? "


"Benar. Apakah sikap menyebalkannya itu hanya kepadaku ataukah semua orang di vila ini? "


"Kau akan tahu jika kau mencoba mendekatinya! " Jawab tuan muda Nikko. "Jauhkan dia dari Pingkan. Buatlah Pingkan menderita sampai aku kembali lagi! "


"Ada masalah apa diantara mereka? "


"Ya, Pingkan mencoba membunuh Aliciaku. Dan aku akan membuat perhitungan dengannya! "


"Hah? "


"Apakah tuan Nikko mendengar ekspresiku di telepon? " nona Dylon dengan cepat merubah nada bicaranya ke awal.


"Ada apa? " Tanya tuan muda Nikko.


"Tidak ada. Aku hanya terkejut dengan tindakan Pingkan yang berani itu. Dia sangat berani melakukan hal bodoh seperti itu di dalam vila ini! "


"Benar. "


"Lalu bayaran apa yang akan kau berikan padaku? "


"Bukankah kau menginginkan hartaku? "


"Mmm, semua wanita tentu menginginkannya. "


"Kalau begitu kau bisa membuka laci bagian atas di kamarmu, dan lihatlah hadiah yang sudah kusiapkan khusus untukmu! "


"Hah? Benarkah itu? " Nona Dylon terkejut.


"Lihat saja sendiri. Aku akan menghadiri rapat di perusahaan keluargaku, tepatnya di Indonesia. Beberapa hari ke depan, mungkin aku akan sibuk. Kau teruslah berada di sisi Alicia. "


"Aku mengerti. "


Mereka sudah selesai berbicara di saluran telepon. Nona Dylon segera kembali ke ruang perawatan Alicia.


Brak. Pintu ruangan perawatan Alicia terbuka. Nona Dylon masuk dan tersenyum kepada Alicia.


"Dokter, cuaca pagi ini sedang bagus. Bagaimana jika aku membawa nona untuk sekedar menikmati hangatnya sinar matahari pagi? "


"Baiklah. Aku akan mengawasi kalian dari cctv. "


"Aku terkejut dengan niatnya. Apakah dia ingin membuatku senang? Apakah ini salah satu perintah dari Nikko? " Aku terus menerus berpikir tentang Nikko.


"Baiklah, saya setuju. " Aku menyetujui keinginan wanita ini.


Dokter Wang mengambilkan kursi roda untukku.


"Tidak perlu. " Ujarku.


"Tidak apa-apa, nona. Anda akan belajar berjalan sedikit demi sedikit. "


Hufttt. Aku merasa berkecil hati memakai kursi roda ini.


"Nona, anda jangan salah paham dengan dokter Wang. " Nona Dylon berkata.


"Kenapa? "


"Dokter Wang pasti melakukan ini dengan tujuan baik. "


"Haha, yang kutanyakan adalah kenapa kau ikut campur urusanku? "


Semua orang di ruangan itu terkejut.


"Maafkan saya, nona! " Dengan cepat nona Dylon membungkuk dan mengucapkan permintaan maaf padaku.


Aku sudah duduk di kursi roda itu. Nona Dylon mendorongku dengan sangat hati-hati dan perlahan.


"Nona, seorang pelayan akan mengikuti anda. " Ujar dokter Wang.


"Ya. " Lagi-lagi aku menjawab dengan datar dan tanpa ekspresi.


Kami masuk ke dalam lift. Penjaga lift terkejut saat melihatku.


"Selamat pagi, nona Alicia. Apa kabar? " Dengan ramah penjaga itu menyapaku.


"Baik. "


"Saya sangat senang melihat anda pagi ini. Semoga kesehatan anda segera pulih dan semoga anda berumur panjang! "


"Terimakasih. Siapa namamu? "


"Nama saya adalah Chris. "


"Baiklah, Chris. Mulai sekarang kau akan menjadi orangku. Ayo ikuti aku kemanapun aku pergi! "


"Apakah itu tidak akan menjadi masalah, nona? "


"Tidak akan. "


Chris segera mengikuti kami. Kami sampai ke taman belakang vila. Udara pagi ini sangat sejuk.


Aku menyodorkan ponselku pada Chris. "Tolong hubungi Nikko! " Pintaku. "Tekan angka satu pada ponselku! "


"Baik, nona. "


Chris mengikuti petunjukku. Tut tut tut. Bunyi sambungan telepon.


"Halo? Al, bagaimana kabarmu? Maafkan aku belum sempat menghubungimu! "


"Tuan, maafkan saya tuan. "


"Siapa kau? Mengapa kau sangat lancang menggunakan ponsel nona? "


"Saya adalah Chris. Nona meminta saya untuk menghubungi anda. " Jawab Chris. "Saya akan segera memberikan ponsel ini kepada nona. "


Chris memberikan ponselku. "Halo? "


"Al, apa yang terjadi? " Tanya tuan muda Nikko dengan panik.


"Jangan khawatir. Tidak terjadi apa-apa di sini! "


"Benarkah? Kau tidak membohongiku? "


"Kaulah yang berbohong padaku! "


"Aku? "


"Ingatkah kau janji yang kau buat padaku? "


"Oh, aku selalu mengingatnya. Saat aku pulang nanti, aku akan langsung menepati janjiku. Bagaimana? Apakah kau puas? "


"Belum. Aku tidak cukup puas sampai kau menepatinya! "


"Baiklah, baiklah. Jangan buang emosimu padaku! "


"Saat ini, aku sedang menikmati sinar matahari pagi dan aku ingin Chris menjadi pelayan pribadiku. "


"Pelayan pribadi? "


"Ya, Apakah kau tidak akan mengabulkan keinginanku? "


"Tentu, aku setuju dengan apapun yang kau inginkan. "


"Terimakasih, Nikko sayang. "


"Tidak perlu. Cukup jaga dirimu baik-baik dan tunggu aku pulang. I miss you, Al! "


"I miss you too. Bye! "


Aku menutup teleponku dan kembali memberikannya kepada Chris. Aku mendengar suara langkah kaki. Langkah kaki itu semakin mendekat.


Tap tap tap. Dari manakah asalnya? Aku, Chris, dan nona Dylon mencari sumber suara itu. Semakin terdengar dekat. "Lalu siapa yang berjalan mendekati kami? " padahal tidak ada seorangpun selain kami. Aku melihat nona Dylon dan Chris sangat waspada.


Tap tap tap. Tap tap tap. Lagi-lagi suara langkah kaki itu terdengar dan semakin mendekat.


"Aarrgghhhhh! " Aku berteriak kencang.


#salamembaca