My Name Is Alicia

My Name Is Alicia
Hello, Margaret!



Aster Village, Inggris


Tuan muda William sedang duduk di kursi malasnya dengan mengangkat salah satu kaki ke atas meja. Dia melukis wajah Alicia di benaknya sambil memejamkan mata. Dan akhirnya dia tertidur dengan masih berharap dapat bertemu Alicia di alam mimpi.


"Will? " sapa gadis itu.


Gadis berambut cokelat sebahu datang dengan senyum manis di wajah cantiknya.


"Ya? " jawab William sambil menoleh ke arah gadis itu. Dilihatnya Alicia sedang menatap dirinya dengan mata sayu dan kantong mata menghitam melingkari matanya.


"Cepat datang selamatkan aku! " Gadis itu bicara dengan tatapan menyedihkan.


"Kau? Apa yang terjadi padamu? Katakan! "


"Aku sangat lelah, Will! Sangat melelahkan.. "


"Tunggu aku! Aku akan datang menjemputmu! "


"Aku tidak bisa menunggu lebih lama! "


"Tidakkkkk! "


"Will, kumohon! Cepatlah datang kepadaku! "


"Al, pegang erat tanganku! Aku akan menggapaimu! "


William menjulurkan tangannya ke arah gadis itu tapi tak bisa meraihnya.


"Oh? Tidaaakkk!! "


Tuan muda William bangun dari tidurnya.


"Hah? " dia menyekat keringat yang membasahi pelipisnya. "Astaga! Hanya mimpi.. "


Tuan muda William bangkit dan segera mandi dengan air dingin untuk menyegarkan badannya.


Swosh. Byur. Suara air gemericik di kamar mandi.


"Rasanya dadaku sesak karena mengingat dirinya! "


Ceklek. Tuan muda William selesai membersihkan diri.


Tok tok tok.


"Tuan, apakah anda di dalam? " tanya seorang pelayan.


"Ada apa? "


"Tuan Santo berada di sambungan telepon anda. "


"Oh, oke. "


Tuan muda William segera mengangkat telepon.


"Ya? "


"Tuan, bagaimana kabar anda? "


"Tidak begitu baik. "


"Mengapa anda tidak membiarkan seorang pelayan menemani anda? "


"Tak apa! "


"Tuan, saya ingin melaporkan beberapa hal kepada anda! "


"Katakan! "


"Baiklah, yang pertama adalah nona Dylon sudah berhasil masuk ke vila tuan Nikko dan kami sudah memberikan kamera tersembunyi dan chip untuk menyalin beberapa dokumen penting. " tuan Santo menjelaskan. "Hal kedua yaitu dua hari ke depan, tuan Nikko akan pulang ke tanah air untuk menghadiri rapat pemegang saham. Dan yang ketiga tentang Dido.. "


"Ya, saya sudah tahu. Kita tidak menemukan petunjuk apapun dari Dido si keparat itu! Lalu, jika Dylon tidak berguna sebaiknya segera habisi dia! "


"Ya, tuan. "


"Saya akan mengirim Ricky pulang ke Indonesia namun pastikan dia menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu! Jangan sampai mengotori tangan saya! "


Tanpa basa basi tuan muda William menutup teleponnya.


"Sepertinya mood tuan muda sedang buruk! " tuan Santo mengeluh dalam hati.


Bar Vierrale, Beverly Hills


Malam ini, akan ada perayaan kecil untuk Margaret karena keberhasilannya memenangkan lomba melukis antar siswa di sekolahnya.


"Cheersssss... " semua bersulang untuk Margaret.


"Tetaplah menjadi bintang kami, Margaret! " Ucap Leon.


"Yeah, teman terbaik sepanjang masa! " Kevin menepuk bahu Margaret dengan lembut.


Rose, Ricky, Margaret, Kevin dan Leon. Mereka berlima sedang bersenang-senang di bar milik tuan mudaWilliam.


"Ini adalah hadiah perkenalan untukmu, adik kecil! " Tuan Ricky memberikan sebuah kotak kecil berwarna merah dengan pita silver di bagian tengah ke tangan Margaret.


"Berhenti memanggilku adik kecil, paman! " Balas Margaret marah.


"Hah? Apa? Kau memanggilku paman? " mata Ricky melotot ke arah Margaret. "Apakah kau pikir aku adalah seorang kakek tua yang sudah keriput dan bungkuk? "


Haahaa. Semua tertawa mendengar celotehan tuan Ricky.


"Kau memang pantas dipanggil seperti itu karena kau semakin cerewet dan pelupa! " Rose memihak adiknya.


"Benarkah? " Tanya Kevin.


"Ya. Jika aku tidak mengingatkan tentang pesta kecil-kecilan ini, mungkin dia tidak akan meninggalkan pekerjaannya. "


Tuan Ricky hanya tersenyum tipis karena kehabisan kata-kata.


"Oke, baiklah. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk membuka hadiah perkenalan ini! " ujar Margaret.


Margaret membuka bungkusan itu dengan tergesa-gesa karena penasaran. Tidak lama kemudian, dia mendapati kado yang sudah diinginkannya sedari dulu.


"Wah, sangat cantik. " Dia melihat-lihat cincin pemberian tuan Ricky. Cincin emas putih berhiaskan berlian kecil berbentuk bintang yang dia lihat di toko perhiasan saat dirinya mampir di sebuah mall.


"Dari mana kau tahu aku sangat menginginkan benda mungil yang cantik ini? " Tanya Margaret kepada tuan Ricky.


"Benarkah yang kau katakan itu? " tanya tuan Ricky.


"Ya, aku sangat ingin memilikinya. "


"Jika begitu suatu kebetulan aku memberikannya sebagai hadiah kecil perkenalan kita! "


"Lalu apakah kau tidak memberiku hadiah juga? " tanya nona Rose kepada tuan Ricky.


"Kau menginginkan hadiah juga rupanya? "


"Tentu saja. " Jawab nona Rose tanpa malu.


"Hadiahmu sudah menunggu di kamar! " Jawab tuan Ricky berbisik di telinga nona Rose.


"Hmm.. Kau ini..! " nona Rose mencubit kecil lengan tuan Ricky.


"Aduh! Kau membuatku terangsang! " Goda tuan Ricky.


"Haahaa, kau sungguh nakal! " ujar nona Rose.


Margaret memperhatikan mereka yang sedang dimabuk cinta. Dia terlihat cemburu. Dengan kesal dia berdiri.


"Aku akan ke toilet! " ucap Margaret.


"Baik, berhati-hatilah. " nona Rose memperingatkan Margaret.


"Aku sudah bukan anak kecil lagi! " jawabnya.


Margaret pergi ke toilet dengan diikuti oleh seorang pengawal suruhan tuan Ricky. Pengawal itu mengirimkan pesan singkat kepada tuan Ricky.


Tuan, target sudah masuk perangkap.


Tuan Ricky tersenyum dan tidak butuh waktu lama, nona Rose sudah mabuk.


"Ternyata dia tidak kuat minum! " Kata Kevin.


"Ya, baru minum sedikit sudah mabuk! Wanita benar-benar merepotkan! " Jawab tuan Ricky.


"Apakah kau akan mengantarkan Rose pulang? " tanya Leon.


"Ya, tapi aku tidak tahu pulang ke vilanya atau ke kediaman orangtuanya? "


"Ke vila tentunya! " jawab Leon.


"Tapi, aku baru satu kali berkunjung ke sana. Bagaimana aku tahu jalan menuju ke sana? "


"Aku akan menjadi GPSmu! " jawab Margaret.


"Sejak kapan kau sudah kembali? " Tanya Kevin.


"Kalian para lelaki memang tidak peka dengan kehadiran wanita cantik! " Jawab Margaret sambil memainkan rambutnya yang tergerai.


"Apakah kau mabuk juga seperti kakak perempuanmu? " Tanya tuan Ricky.


"Haahaa, tidak. Aku lebih kuat alkohol dibandingkan dengan kakakku! "


"Baguslah. Aku kira kau mabuk dan menjadi sangat percaya diri! Kalau begitu, ayo kita segera pulang! "


Tuan Ricky menggendong nona Rose keluar dari bar dan menuju ke basement.


Margaret memiliki perawakan yang lebih tinggi dari kakaknya. Dan lekuk tubuhnya lebih menggoda. Malam ini, dia mengenakan backless bodycon dress warna hitam yang superketat dan sangat pendek. Rambutnya dibiarkan tergerai menambah kesan seksi pada dirinya.


"Tolong bukakan pintu mobil bagian belakang! " ujar tuan Ricky pada Margaret.


"Oke. " jawabnya santai.


Dia segera membungkuk membukakan pintu mobil untukku.


"Aishh, bokongnya sangat seksi. Bisakah aku menikmatinya? " Pikir tuan Ricky.


******


Tiga puluh menit yang lalu


Tanpa sepengetahuan siapapun, tuan Ricky telah memasukan obat tidur pada minuman nona Rose. Itulah yang membuatnya tertidur. Karena kondisi tubuhnya tidak kuat dengan alkohol menjadi titik kelemahan nona Rose maka rencana tuan Ricky berjalan dengan sangat baik.


Malam ini, tuan Ricky akan membalaskan dendam tuan muda William kepada Margaret. Karena dia telah mencelakai nona Alicia. Dia sudah berjanji pada tuan muda William untuk membereskannya malam ini!


******


"Aku ingin duduk di depan! " ucap Margaret.


"Silahkan nona cantik. " tuan Ricky membukakan pintu mobil bagian depan.


Brak. Setelah siap, tuan Ricky menyalakan mobilnya. Dia melirik ke arah paha Margaret yang terbuka. Putih, mulus dan tanpa cacat sedikitpun. Itulah gambaran yang terdapat di benak tuan Ricky.


Bruk. Ponsel Margaret terjatuh. Dia mencoba meraihnya tapi sangat sulit. Saat Margaret membungkuk untuk mencari ponselnya, tuan Ricky memperhatikan punggungnya yang terbuka dan buah dadanya yang menonjol mengintip di balik belahan dada dress mininya itu. Tangan kiri Margaret memegang dashboard mobil, sedangkan tangan kanannya sibuk mencari ponselnya yang terjatuh.


"Apakah kau begitu sulit mencarinya? " Tanya tuan Ricky.


Tangan kiri tuan Ricky memegang punggung Margaret. Sontak perempuan itu kaget.


"Ya, benar. " Margaret menjawab sambil menahan hasratnya karena sentuhan tuan Ricky.


"Kalau begitu, biarkan aku yang mencarinya untukmu! "


"Baiklah. "


Margaret kembali duduk ke posisi semula. Tuan Ricky segera mengambil posisi dengan tangan kiri memegang kursi Margaret dan tangan kanannya bergerilya mencari ponsel itu.


"Nah, ketemu! " Tuan Ricky menyodorkan ponsel itu kepada Margaret.


"Ah, terimakasih. " ucap Margaret.


Mobilpun segera melaju ke vila nona Rose. Suasana canggung terasa di dalam mobil. Margaretpun sibuk memainkan ponselnya.


"Tidak. "


"Apakah kau sudah memiliki pacar? "


"Hmm, pertanyaan anda terlalu privasi, paman! "


"Haaahaaa" Tuan Ricky tertawa. "Bagaimana jika kelak kau memiliki pacar seumuran dengan paman tampanmu ini? "


"Jangan menakutiku! "


"Apa kau bilang? Aku menakutimu? "


"Ya, aku takut jika nanti pacarku tidak bisa memuaskanku karena dia sudah berumur seperti dirimu! " Jawab Margaret dengan senyum terpaksa.


"Haahaa, kau tidak akan pernah tahu jika tidak mencobanya! "


"Hmm, bagaimana aku bisa tahu perkataanmu benar? "


"Jika kau memerlukan seorang paman untuk memuaskanmu, silahkan kau hubungi paman tampanmu ini! " Goda tuan Ricky dengan menggigit bibirnya dan mengedipkan mata kanannya.


"Apa kau sedang menggodaku? "


"Bisa dibilang demikian. "


"Kau ingin bermain kotor di belakang kakakku? "


"Aku tahu hubunganmu dengan kakakmu tidak begitu baik. Aku mencoba membantumu! "


"Bagaimana kau tahu itu? Apakah dia menceritakan tentangku padamu? " Margaret bertanya sambil melihat kakaknya yang sedang tertidur di kursi penumpang.


Tuan Ricky sudah mengetahui informasi apapun tentang keluarga tuan Keneddy. Dengan begitu, dia akan mudah menghadapi kedua anak perempuannya.


"Aku memiliki banyak informan. Jadi tidak harus bergantung pada kakakmu! " Jawab tuan Ricky.


Tuan Ricky menghentikan mobilnya tepat di depan pintu masuk vila nona Rose.


"Sejujurnya, niatku dari awal adalah untuk mendekatimu, nona cantik! " Sambung tuan Ricky dengan berbisik pelan ke telinga Margaret.


"Hah? " Margaret sangat terkejut mendengar kata-kata dari tuan Ricky.


"Haha, kau pasti terkejut! "


Setelah menyelesaikan kata-katanya, Tuan Ricky bergegas turun dari mobilnya dan seorang pelayan pria sudah menunggunya.


"Aku tidak ingin menginjakan kakiku ke vila yang kotor ini! " Teriak Margaret.


"Ya. "


Tuan Ricky berjalan dengan perlahan agar nona Rose tetap aman berada di dalam dekapannya.


Tak tak tak. Tuan Ricky berjalan menaiki tangga menuju ke kamar nona Rose dengan diikuti oleh seorang pelayan wanita. Pelayan itu membukakan pintu kamar nona Rose. Dengan pelan dan hati-hati, tuan Ricky membaringkan tubuh nona Rose di atas ranjangnya.


"Setelah dia terbangun nanti, tolong siapkan sup penghilang mabuk. "


"Baik, tuan. "


"Saya akan mengantar nona Margaret kembali ke kediamannya. Jika nona Rose sudah bangun, tolong sampaikan untuk meneleponku! "


"Ya, tuan. "


"Baiklah, saya pergi. " Tuan Ricky meninggalkan kamar nona Rose. Dia berjalan dengan cepat karena khawatir mangsanya bosan menunggu dirinya.


Margaret menunggu kedatangan tuan Ricky dengan kesal di dalam mobil. Dia terlihat cemberut.


"Kenapa kau lama sekali? " tanyanya.


"Maafkan aku. Ayo kita pulang sekarang! "


Tuan Ricky segera mengemudikan mobilnya dan pergi dari vila nona Rose. Broom broom broom.


"Pasang sabuk pengamanmu! " ujar tuan Ricky.


"Ya, paman! "


"Ehem, kau sungguh-sungguh ingin menggodaku? Aku akan balik menggodamu! "


"Haha, apakah kau tidak tertarik pada kakakku? "


"Siapapun pasti tertarik dengan nona Rose. Tak terkecuali aku! "


"Lalu mengapa kau tidak mempertahankannya? "


"Aku tidak bilang demikian. "


"Lalu? "


"Lalu kau mau apa, nona? Kau mau aku mengaku kalah darimu? "


"Tidak. Hanya saja aku merasa tadi di bar kau sangat peduli padanya! "


"Haha, untuk seorang lelaki seperti diriku, sudah sewajarnya memiliki lebih dari satu wanita! "


"Hah? Dasar kau pria mesum! " Margaret memukul-mukul perut tuan Ricky.


"Aduh, kau melukaiku! Jangan menyentuh bagian dari tubuhku yang sangat sensitif. Bagaimana kau akan bertanggungjawab jika aku mulai terangsang karena sentuhanmu itu ?"


Margaret terdiam. Dia mulai patuh pada perkataan tuan Ricky.


"Aduh paman, kau sungguh tidak tahu diri! "


"Haha.. " Tuan Ricky tertawa.


Suasana hening kembali menyelimuti suasana di dalam mobil tuan Ricky.


"Tunjukan aku jalan ke rumahmu! "


"Apakah kau akan mengantarkan aku pulang ke sana? "


"Apa maksudmu? Kemana lagi kau akan pulang selain rumahmu itu? "


"Huh, sejujurnya aku tidak ingin pulang ke rumah. "


"Mengapa? "


"Kau tidak akan mengerti. " Margaret menggelengkan kepalanya. "Bagaimana jika kita ke rumahmu saja? "


"Hah? Bagaimana mungkin paman seperti diriku membawa pulang gadis di bawah umur ke rumah? Kau ingin aku ditangkap polisi dengan tuduhan penculikan? "


"Haahaa. Kau sungguh aneh paman, ! " Margaret tertawa keras.


"Oke, oke. Bagaimana jika kau ikut aku ke sebuah tempat? "


"Kau akan membawaku kemana, paman? "


"Kau memintaku untuk menculikmu kan? "


"Tapi, tapi.. "


"Tenang saja. Aku akan mengajakmu ke tempat seorang teman. "


Tuan Ricky segera memutar balik mobilnya dan melaju ke jalan bebas hambatan. Tuan Ricky melihat Margaret sangat bosan dengan suasana di dalam mobil. Diapun mulai memutarkan lagu romantis untuk memecahkan keheningan.


"Apakah masih jauh? " Tanya Margaret sedikit khawatir. "Kita telah berada selama tiga puluh menit di perjalanan. "


"Sebentar lagi. Bersabarlah! "


"Ya, kau tidak berbohong kan? "


"Aku tidak berani berbohong pada wanita secantik dirimu! "


"Aku sempat berburuk sangka padamu tadi, paman! "


"Apa? "


"Aku mengira kau akan mengambil kesempatan saat kakakku sesang mabuk tadi! "


"Aku tidak suka bercinta dengan wanita yang sedang mabuk. " Tuan Ricky menoleh ke arah Margaret. "Jika ingin melakukannya, harus di saat keduanya sedang sadar! "


"Hmm, aku tidak menyangka kau memiliki pandangan yang baik. "


"Terimakasih atas pujianmu, nona! " Tuan Ricky meraih tangan kanan Margaret dan menciumnya.


"Ahhhh.. "


"Ada apa? "


"Tidak ada. "


"Jangan bilang di usiamu yang ke delapan belas tahun ini, kau tidak pernah disentuh pria sama sekali? "


"Heiiiii, kau jangan merendahkanku! "


"Lalu? "


"Lalu apa? "


"Lalu mengapa kau mendesah saat aku menyentuh dan mencium tanganmu ? "


"Ya karena.. Karena aku.. Hmm.. "


"Aku sudah tahu jawabanmu! "


"Apa? "


Mobil tuan Ricky memasuki sebuah tempat mewah. Tempat mewah itu dijaga oleh keamanan yang sangat ketat dan hanya orang tertentu yang bisa memasukinya. Gerbang hitam tempat itu sangat tinggi dan dilengkapi dengan kawat listrik yang tidak akan bisa dilewati oleh para pencuri.


Tuan Ricky memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk berwarna putih dan seorang pelayan membukakan pintu mobil untuk mereka.


"Kau sudah tidak tahan lagi, bukan? " Tanya tuan Ricky. "Ayo, segera turun. Ingat untuk menggandeng tanganku dan statusmu saat ini adalah pacarku! Dengan begitu kau bisa masuk ke tempat ini! " Tuan Ricky berbisik di telinga Margaret.


Margaret hanya diam mendengarkan perkataan tuan Ricky.


"Silahkan, tuan dan nona! "


"Terimakasih. Tolong parkirkan mobilku. "


"Ya, tuan. "


Tuan Ricky menyerahkan kunci mobil dan tip untuk pelayan tersebut. Margaret segera meraih tangan tuan Ricky.


"Ayo, sayang! " Ucap Margaret. "Aku akan bekerjasama dengan baik padamu! " Margaret berbisik ke telinga tuan Ricky.


"Hmm.. " Tuan Ricky tersenyum. "Apakah kau tahu tempat macam apa ini? " Tanya tuan Ricky.


"Bukankah ini hanya sebuah hotel? "


Tuan Ricky mendekatkan wajahnya ke atas kepala Margaret. Sambil mencium keningnya dia berkata, "Ini bukan hanya hotel, sayang! Kau tidak akan pernah menyangka! Hanya kau, satu-satunya wanita yang pernah kuajak ke sini. "


"Jangan mencuri kesempatan padaku! Lalu tempat apa ini? "


"Aku tidak mencuri kesempatan apapun padamu. " Tuan Ricky menjawab dengan lembut. "Kau adalah pacarku, ingat? "


"Oke, ok. Lalu jawab pertanyaanku! Tempat apa ini? Kau tidak akan menjualku, bukan? "


"Haha, jika ada seseorang yang menjual dirimu, maka akulah yang akan membelinya dengan harga tinggi! " Tuan Ricky memeluk Margaret dan berbisik, "Kau akan tahu jika ikut bersamaku ke dalam! "


**********


Dear Pembaca...


Pesan dari Author untuk kalian, jangan pernah percaya pada seseorang yang baru kenal ya!


Jaga diri kalian dan positive thinking, please!!


#salamembaca


**********