
Wanita yang mendengar itupun bukannya takut malah tertawa dan menatap deon dengan tatapan mengejek membuat reza yang berada di luar sel tahanan pun menatapnya dengan tatapan kasihan.
"Cih, apakah aku akan percaya dengan ucapan pembohong seperti mu? Hahaha, kau sangat pandai berbohong. Bagaimana bisa coba anak haram itu berubah menjadi pria tampan seperti mu? Sangat mustahil"
Deon yang mendengar ocehan wanita itupun lagi-lagi tersenyum. Namun kini senyuman itu sangat mengerikan dibandingkan senyum yang sebelumnya.
1
2
3
Boom!!
Deon kembali menjadi versi kecil membuat pria dan wanita yang melihatnya pun terkejut seketika. Namun belum selesai dengan keterkejutan mereka, deon pun kembali menjadi versi dewasa. Dan...
AAAA
Wanita itu menjerit kencang ketika deon memo tong bibir wanita itu tanpa belas kasih.
Para pria yang se sel tahanan pun langsung menyerang deon, namun belum mereka menyentuh deon semuanya sudah tumbang karena tendangannya yang begitu mematikan.
Deon yang merasa tak ingin mengotori tangannya lebih jauh pun menyuruh reza tuk mengutus anak buahnya yang lain.
"Muti lasi mereka, aku ingin tubuh mereka terpotong menjadi bagian kecil. Ah ya, organ dalam mereka yang berharga jual ke pasar gelap kita" perintah deon seraya pergi meninggalkan tahanan-tahanan yang berteriak minta ampun pada deon.
Tapi sayangnya, deon tidak mendengarkan mereka sedikitpun. Karena baginya, sakit yang ia dan ibunya rasakan jauh lebih sakit di bandingkan rasa sakit mereka.
Deon berjalan dengan senyum bahagianya, rasanya penderitaan yang selama ini ia jalani terbalas full. Ah, rasanya tidak sia-sia ia mendirikan organisasi mafia ini dengan penuh perjuangan. Dendamnya benar-benar terbalas sempurna berkat kelompok mafianya!!
"Bos, kelompok kita sudah berkembang pesat. Bahkan kita sudah dapat menyaingi kelompok mafia terbesar di dunia hitam. Apakah kita harus menyerang mereka bos?" tanya reza yang penasaran dengan rencana selanjutnya.
"Terserah mu saja, tapi saranku bila mereka tak mengganggu kita sebaiknya kita juga jangan mengganggu mereka"
"Tapi sebaiknya kita berhati-hati, karena kelompok kita yang semakin besar pasti akan membuat mereka terasa tersaingi dan kemungkinan besar akan menyerang kita" lanjut deon seraya masuk ke dalam mobil.
Lagi lagi reza menganggukkan kepalanya. Setelah itu reza pun masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobil tersebut.
Mobil tersebut meleju memecah jalanan yang sangat sepi. Namun, tiba-tiba mobil mereka di halangi oleh beberapa mobil lainnya membuat deon dan reza seketika siaga.
"Ada apa ini?" tanya deon pada reza.
"Sepertinya mereka mencari masalah dengan kita bos" jawab reza seraya melepas sabuk pengamannya dan turun dari mobil.
Sedangkan deon tetap duduk di dalam mobil dan menikmati apa yang akan terjadi.
"Mau apa kalian?" tanya reza tanpa takut.
"Bukannya saya yang harusnya bertanya seperti itu kepada anda tuan?"
Ucapan dari orang itu membuat reza heran dan tak mengerti. Namun tiba-tiba sebuah pukulan mendarat tepat di wajahnya membuat reza terjungkal seketika.
Reza mengusap bibirnya yang mengeluarkan darah dan mengambil ancang-ancang untuk menyerang kembali.
Dan pertarungan pun tak bisa di elakkan. Reza serta anak buah deon lainnya bertarung melawan 2 kali lipat dari jumlah mereka membuat mereka sedikit kewalahan.
Deon yang melihat pasukannya sudah mulai kewalahan pun langsung turun dan membantu tim nya.
Tak jauh dari sana, seorang pria menatap deon dengan tatapan penuh amarah seolah-olah ingin menghabisi deon di hari itu juga.
Bersambung~
Deon versi dewasa nih kak.. Janlup hadiah buat author yaaa🤗