
Berkas tersebut langsung zian lempar pada meja dengan penuh emosi. Matanya merah mengkilat pertanda bahwa zian benar-benar sangat marah dengan informasi tersebut.
"MAKSUDMU APA ARGA?"
Arga yang mendengar teriakan sang bos pun tersenyum tipis dan duduk di hadapan sang bos.
"Seperti yang tercantum di sana, ibu dari anak yang kau cari selama ini adalah pembvnvh dari tuan arshaka. Dan sepertinya kau dapat membalas dendam melalu anakmu itu tuan"
Arga berucap dengan begitu santainya tanpa menghiraukan emosi sang tuan yang meledak-ledak.
Zian yang mendengar itupun terdiam dan memikirkan apa yang sang asisten ucapkan. Dan di detik kemudian ia bertepuk tangan karena ide sang asisten sangat-sangat wow untuknya.
"Kau benar arga, hm saya rasa akan memberikan mu cuti satu hari untuk idemu itu. Silahkan kau pergi bersenang-senang dengan istri tak bergunamu itu" ujar zian yang langsung memberikan cuti gratis.
"Yayaya, meski tidak berguna yang penting dapat menghasilkan anak. Tidak seperti istrimu yang mandul itu" balas arga tak mau kalah.
Zian pun terkekeh dengan ucapan asisten sekaligus sahabatnya itu. "Gapapa lah, toh sekarang kan gue dapet mesin pencetak anak ga"
"Yayaya, terserah lo dah. Cowok brengshake kan bebas"
Keduanya pun tertawa bersama.
......................
"Keluar dari dunia itu Deon" titah nara pada deon yang sedang berada di hadapannya.
Deon yang awalnya fokus dengan gamenya pun seketika mendongak dan menatap sang bunda dengan tatapan heran.
Nara menghela nafas panjang dan memejamkan matanya sebelum akhirnya menceritakan tentang siapa ayah deon sebenarnya.
Deon yang mendengar sang ayah yang ternyata mafia pun terlonjak kaget dan tak percaya dengan kenyataan. Dan apalagi ini? Sang ayah mempunyai istri? Arghh rasanya deon sangat marah mengetahui ini.
"Are you oke baby?"
Guncangan di bahu deon membuat sang empu sadar dan menatap sang bunda dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Maaf bund, bukannya aku ingin durhaka karena melawan bunda. Tapi maaf bund, aku ga bisa keluar dari devil blood, apalagi setelah tau kalo dady itu seorang ketua mafia terbesar di dunia bawah karena pasti suatu saat dady akan mengetahui keberadaan kita dan kemungkinan besar kita juga punya banyak musuh. Selain itu juga kan bunda punya perusahaan yang cukup besar, dan pastinya ada banyak orang yang ngincar nyawa bunda. Jadi, tolong izinkan aku bertahan di dunia mafia dan melindungi bunda. Aku janji, aku tidak akan pernah macam-macam dengan dunia itu"
Deon tetap keukeuh ingin terus bertahan di dunia dengan berbagai alasan dan janji. Namun, keputusan nara tidak bisa di ganggu gugat. Dan bahkan nara meminta agar deon tidak kembali pada wujud dewasa nya membuat deon terdiam seketika.
...🌺🌺🌺...
Jam kerja nara pun telah selesai, begitu juga dengan tugasnya.
Kini nara tengah mengendarai mobilnya menuju mansion yang pernah ia beli dengan deon versi kecil yang terus diam karena keputusan sang bunda yang tak bisa di ganggu gugat.
"Jangan marah baby, ini kan demi kebaikan kamu" tutur nara memberi pengertian namun tetap fokus pada jalanan.
Lagi dan lagi deon hanya diam seolah-olah bibirnya itu telah terkunci dengan rapat dan tak ada yang mampu untuk membukanya termasuk sang bunda.
Nara yang melihat tingkah sang anak pun menghela nafas dan terus memberi pengertian dengan kesabaran tingkat dewa.
Bersambung~