
"Maaf bu, tetapi nyonya artika ingin kasus ini dibawa ke jalur hukum karena anaknya mengalami koma akibat pukulan dari anak anda"
jedar
Seketika jantung nara berdegup dengan kencang. Separah itu kah pukulan anak nya sehingga membuat anak orang lain koma?
"Saya sendiri yang akan berbicara dengan nyonya artika" kata nara seraya bangkit dari duduknya.
Sebelum nara pergi, ia menghampiri anaknya terlebih dahulu.
"Huhhh nak, nanti bunda akan kembali kemari. Kamu baik-baik ya nak, jangan bikin masalah" pesan nara pada anaknya.
Deon menganggukkan kepalanya tanpa berucap sepatah apapun. Ia sangat menyesal karena telah merepotkan bundanya.
......................
Kini nara sudah tiba di rumah sakit tempat teman aldeon yang bernama revan di rawat.
Ia melangkahkan kakinya memasuki rumah sakit dan pergi menuju tempat raven di rawat.
"Permisi, selamat sore" sapa nara pada orang-orang di sana.
Nyonya artika melirik sinis pada nara dan berdiri menghampirinya.
"Kau pasti pacar deon si alan itu" kata nyonya artika yang asal ngomong.
Nara yang di sebut seperti itu pun terkekeh geli. Penampilannya dan sang putra memang menipu publik!!
"Sebelumnya perkenalkan nama saya kinara, saya bunda nya aldeon" kata kinara memperkenalkan diri. Ia menatap raven yang tampak terkujur kaku di atas ranjang.
Namun di detik kemudian ia melepaskan infusnya membuat keluarga artika membelalakkan matanya.
"Heyy!! Apakah kau ingin membu nuh putraku hah?" sentak tuan artika.
Nara yang cukup pandai di bidang kesehatan pun tak menggubris ucapan keluarga artika dan malah berupaya menyelamatkan nyawa raven.
"Si alan, bisa-bisanya mereka menyogok di rumah sakitku. Dokter yang bisa aku sogok akan ku pecat sekarang" gumam nara pelan sehingga tak terdengar oleh siapapun.
"Permisi, ada apa ini?" tanya salah satu dokter yang di panggil oleh keluarga artika.
"Si alan, harusnya rencanaku berhasil, sedikit lagi racun nya masuk ke dalam tubuh pria ini" gumam dokter itu yang dapat terdengar oleh nara.
"Percuma saja kau menggunakan putraku sebagai topengmu jika rencanamu saja mudah di tebak seperti ini. Aku heran deh, bagaimana bisa kau masuk ke rumah sakit terbaik ketiga di kota ini?"
Sontak ucapan nara membuat semua keluarga artika tercengang seketika. Bahkan dokter yang hendak membu nuh raven pun ikut tercengang.
"A-aku…"
brugh
Satu pukulan mendarat tepat di perut dokter itu. Nara tersenyum sinis pada dokter yang baru di tendang oleh tuan artika.
"BAGAIMANA BISA KAU INGIN MEMBU NUH PUTRAKU? APAKAH TIDAK CUKUP GAJIKU UNTUK MEMBAYARMU SEBAGAI DOKTER PRIBADI KELUARGA KAMI?"
"Sudahlah tuan artika, lebih baik kita selamatkan dulu putramu. Keadaannya lebih parah dari sebelumnya karena racun tersebut sudah masuk ke dalam putramu meski jumlahnya sedikit" ujar nara yang langsung di angguki keluarga artika.
Nara memencet beberapa tombol di ponselnya hingga beberapa petugas medis terbaik pun datang dan menyelamatkan nyawa raven.
"Terimakasih telah menyembuhkan putraku, apa yang bisa aku bantu untukmu nona?" tanya tuan artika yang merasa punya hutang budi pada kinara.
"Cabut tuntutan kalian pada anakku" jawab nara dengan tegas.
Tanpa pikir panjang tuan artika pun setuju dan mencabut tuntutan pada deon.
"Baiklah, aku harus pergi tuk menjemput putraku" pamit nara hendak pergi.
"Tunggu, aku ingin bertanya sesuatu" kata nyonya artika tiba-tiba membuat nara berhenti dan menatapnya.
"Ada apa?"
"Apa rahasia kecantikan mu hingga awet muda sekali? Bahkan tadi aku sempat mengira kau pacarnya deon karena kau sangat terlihat seperti gadis berusia 18 tahun loh"
Bersambung~
Visual nara lagi nih✌️