
Benar saja, tak lama setelah nyonya kingston pergi, beberapa keluarga langsung menghampiri deon dengan sikap pura-pura ramahnya.
Sejujurnya deon tak suka hal ini, dan sean pun menyadarinya. Dan akhirnya deon pun di bawa masuk oleh sean ke kamar miliknya dahulu.
................................
Sementara di kediaman reza
Reza memperlakukan nara layaknya ratu membuat nara merasa senang sekaligus sedih karena telah mengabaikan orang-orang yang begitu menyayanginya.
Hingga usai makan siang, reza pamit tuk mencari pekerjaan. Sedangkan nara sendiri berpikir tuk membantu reza dengan bekerja lewat online yaitu menjadi penulis.
Memang gajinya tak seberapa nantinya, tapi nara harap akan membantu keuangan reza nantinya!!
"Hm sepertinya akan lebih baik jika aku membuat cerita tentang ku agar orang lain juga tak ikut menyia-nyiakan orang yang sangat sayang padanya" gumam nara sebelum akhirnya berkutat dengan handphonenya.
Sedangkan reza...
Panas terik matahari tak membuat semangat reza luntur tuk mencari pekerjaan. Memang sulit, tapi akan reza lakukan demi dirinya dan demi wanita yang berada di rumahnya!!
"Kemana lagi aku harus mencari kerja, apa iya aku membangun usaha sendiri saja?" gumam reza yang mulai menyerah.
Reza mengingat-ingat berapa tabungannya dan berapa kemungkinan modal untuk membangun perusahaan. Setelah dirasa cukup, reza pun akhirnya pergi ke tempat lelang dimana orang-orang yang perusahaannya bangkrut melelangnya dengan harga yang cukup murah.
"Perusahaan desain orneble dengan 5 lantai dan luas 50 hektar, di mulai dengan harga 500 juta"
Semua penonton hanya diam tak menjawab apapun bertanda mereka tak minat dengan perusahaan kecil tersebut. Sedangkan reza yang melihat itupun tersenyum tipis dan menunggu penurunan harga agar mendapatkan harga yang lebih murah.
"Baiklah kita turunkan menjadi 400 juta"
Penonton masih terdiam dengan wajah tanpa minat mereka
"350 juta"
Penonton hanya diam lagi pertanda mereka tak berminat dengan perusahaan tersebut.
"400 JUTA DENGAN FASILITAS YANG MASIH BAGUS"
Akhirnya reza pun mengurus pembelian perusahaan tersebut dan pulang ke rumah untuk membicarakannya dengan nara.
"Ra" panggil reza pada nara yang asik bermain ponsel.
Sontak nara menoleh pada reza dan menghampirinya.
"Mas udah pulang?" tanyanya seraya menatap pada jam di dinding.
Reza menganggukkan kepalanya dan mengajak nara tuk duduk dan juga membicarakan sesuatu dengannya.
"Ra, aku sudah berusaha mencari pekerjaan tapi sangat sulit" ucap reza seraya menghela nafas panjang.
Nara diam tak ingin berkomentar karena nara yakin pasti yang akan dibicarakan oleh reza bukan hanya itu saja.
"Dan aku memutuskan tuk membuka usaha sendiri" lanjutnya.
"Emang kakak mau usaha apa?"
Reza tersenyum dan memperlihatkan sebuah desain yang sudah reza siapkan.
Nara membelalakkan matanya kaget dan menunggu reza mempresentasikan nya padanya.
"Jadi aku membeli perusahaan dengan 5 lantai dan perusahaan ini letaknya sangat strategis dan aku rasa usaha ini sangat cocok untuk kita bangun disana. Dimana, lantai 1 kita akan buat seperti penyambutan, penjelasan tempat, ruang tunggu, dan sebagainya. Sementara di lantai 2 akan kita jadikan sebagai tempat salon, dan di lantai 3 untuk mesin cuci koin, yaa walau pun harga mesin cuci tersebut lumayan mahal tapi setidaknya itu akan membuat tempat ini unik dan di tempat itu pula tersedia setrikaan, dan beberapa karyawan bisa membantu menyetrika. Tuk lantai 4 nya kita bisa jadikan tempat bermain anak, jadi bila mereka bosan menunggu ibunya mencuci, mereka bisa bermain disana. Dan struk yang mereka bawa akan membuat diskon untuk para ibu-ibu tersebut. Sedangkan untuk lantai 5 nya, kita akan jadikan sebagai restaurant yang dimana kalo pengunjung lapar bisa kesana dan menikmati pemandangan kota yang sangat indah dari atas" jelas reza mempresentasikan hal yang tak pernah terpikirkan oleh nara.
"Wah idenya sangat bagus!! Bahkan mungkin mal saja tak akan terpikir ide ini" tawa nara yang membuat reza terkekeh pelan.
"Oh ya, nama tempat ini RK - 4 IN 1" ucap reza yang langsung di setujui nara walau tak tau apa arti dari rk.
"Besok aku akan beli alat-alat yang di butuhkan sekaligus pekerjanya ya, aku harap kamu mau ikut dengan ku ra"
"Tentu saja"
Bersambung~