MY LITTLE MAFIA

MY LITTLE MAFIA
15



"Iya bunda, aku mengelti" ucap deon pada akhirnya.


Nara pun tersenyum senang dan mengusap rambut deon dengan penuh kasih sayang. "Ternyata anak bunda udah besar yah, sekarang udah bisa bilang huruf k" ucapnya seraya membelokkan mobilnya.


Seketika deon pun tersadar dan melompat girang karena telah berhasil mengucapkan huruf k. Bahkan sangking senangnya, ia sampai terhantuk bagian atas mobil membuat nara meringis.


"Duduk sayang, nanti kejedot lagi loh" ucap nara khawatir.


Deon pun mengangguk dan duduk tenang di samping sang bunda.


Setelah 30 menit lebih di perjalanan, keduanya pun sampai di sebuah mansion mewah yang membuat deon terkagum-kagum di buatnya.



"Lumah ciapa ini bund?" tanya deon dengan polosnya seolah-olah ia lupa dengan apa yang sean ucapkan tadi siang.


"Rumah kita sayang, ayo masuk" ajak nara yang turun duluan dan di susul oleh deon yang menggenggam tangannya.


Keduanya pun masuk ke dalam dan langsung di sambut oleh para pelayan yang sudah berjejer rapi entah dari kapan.


"Selamat datang dan selamat malam nona dan tuan muda" ujar para pelayan seraya membungkukkan badannya.


"Malam" balas nara serta deon.


Keduanya pun kembali berjalan. Tujuan mereka kini adalah kamar nara yang berada di lantai dua.


"Bunda, kan ada lift kok kita malah naik tangga?" tanya deon dengan polosnya membuat nara pun tersenyum tipis.


"Olahraga baby" ucapnya yang langsung di angguki oleh deon.


Beberapa saat kemudian, keduanya pun telah sampai di kamar deon yang baru.


Kamar dengan desain klasik dan mewah serta perpaduan warna hitam abu dan coklat tersebut membuat deon terpesona melihatnya. Ah ya, jangan lupakan sebuah piano yang berada di ruangan itu serta menghadap tepat pada jendela yang menampakkan indahnya pemandangan.



"Ini kamal aku bund?" tanya deon tak percaya dengan kamar yang di hadapannya ini.


"Iya, ini kamar kamu baby. Dan disini, kamu tidak bisa ngapa-ngapain karena bunda akan memutuskan kontak kamu dengan dunia luar. Tapi jangan khawatir, kuliah kamu akan berlanjut dengan bunda yang akan jadi dosen kamu. Dan disini juga sudah bunda sediakan beberapa buku yang pasti akan kamu butuhkan untuk belajar nanti"


"Kamu mau liat kamar bunda ga?" tanya nara yang membuat deon seketika menganggukkan kepalanya.


Keduanya pun kembali berjalan menuju samping kamar deon.


Klek


Pintu pun terbuka menampilkan sebuah kamar dengan nuansa putih cerah dan lebih terang di bandingkan kamar sebelumnya.



Deon yang melihatnya pun takjub dengan kamar sang bunda.


"Woww!! Kamar bunda bagus banget" pujinya dengan mata berbinar membuat nara bangga dengan dirinya sendiri. "Tapi masih bagus kamarku sih" lanjutnya yang membuat nara memutar bola matanya dengan malas.


"Iya deh kamar putra bunda yang paling bagus"


Deon pun cengengesan dan pergi ke kamarnya. Nara yang melihat itupun mengikuti deon yang tampak mengelilingi kamarnya.


"Ini luangan apa bund?" tanya deon pada sebuah ruangan yang tertutup pintu kaca yang hanya bisa di lihat dari dalam saja.


klek



Changing room (ruang ganti baju) terpampang jelas membuat deon terperangah seketika.


"Itu luang ganti baju atau toko dalem kamal bund?"


Sontak pertanyaan deon yang cukup konyol itu membuat nara tertawa pelan dan geleng-geleng kepala.


"Udah-udah daripada kamu nanya yang aneh-aneh mending kamu mandi, udah disiapin tuh airnya" ujar nara yang langsung di angguki deon.


Bersambung~



Ada yg kangen si cantik nara gaa? Kalo ada janlup kembangnya kakak, sama komennya juga ya🤩