MY LITTLE MAFIA

MY LITTLE MAFIA
20



Note : Sampe bagian api bocil harap skip!! Dan dosanya tanggung sendiri💃


Ini 2 episode di gabung jadi satu yee jdi jangan demo ke author!!🤪


......................


Nara mendengus kesal seraya masuk ke dalam bathtub yang berisi air hangat dengan aroma terapi yang membuat tubuh nara rileks seketika.


"Huft siapa dia sih? Emangnya harus gitu aku tidur seranjang sama dia? Ih amit-amit banget ya tuhan" gerutu nara seraya mengetuk-ngetuk bathtub.


Ya, nara menggerutu kesal karena ucapan zian yang menegaskan nara agar terbiasa tidur sekamar bahkan seranjang dengannya.


"Kau harus terbiasa tidur bersama saya nona nara, jika tidak bagaimana kau akan menjalani kehidupan rumah tangga kita? Dan bagaimana caranya kita memberikan adik untuk deon?" Begitulah ucapan deon yang terngiang-ngiang di telinga nara.


"Cihh, adik? Siapa coba yang pengen kasih adik buat deon? Cihh, ogah banget sih aku. Emang ya kalo sekalinya brengshake tetep brengshake"


Nara terus menggerutu tanpa henti dengan tangan yang fokus menyabuni dirinya sendiri.


jleb


Tiba-tiba lampu mati membuat nara yang takut akan kegelapan pun seketika kaget dan histeris di dalam mandi.


ceklek


"Nona nara, apa kau tak apa-apa?" tanya zian yang tampak khawatir mendengar nara yang histeris.


Dengan pencahayaan yang cukup minim, nara pun seketika bangkit dan memeluk tubuh zian yang sudah berbalut piyama.


"Astaga kau membuat bajuku basah nona" zian langsung mendorong nara dengan pelan membuat nara mundur seketika dan sadar bahwa dirinya masih berbalutkan busa.


"Bersihkan tubuhmu dulu nona, saya akan menunggumu disini" ujar zian seraya memegang lilinnya dengan pandangan yang mengarah ke arah lain.


Ya, dengan pencahayaan yang minim tapi zian masih bisa melihat tubuh nara yang molek dan menggoda. Ah melihatnya saja zian sudah tergoda dan miliknya sudah terbangun tanpa di rang sang apapun.


Seraya menunggu, zian membuka bajunya yang basah lagi, menyisakan ****** ******** saja.


Nara yang baru selesai membilas tubuhnya dan membalutnya dengan handuk pun tak sadar dengan apa yang di lakukan zian dan langsung memeluknya dengan erat.


"Takut" lirih nara di dada zian.


Zian yang dapat merasakan sentuhan gunung kembar di perutnya yang sixpack pun seketika menegang dan terdiam.


Namun beberapa saat kemudian, ia langsung mengangkat tubuh nara ala bridal style dan membawanya ke ranjang.


Zian kembali menaruh nara dengan hati-hati dan hendak pergi tuk mengambil pakaian. Namun tangannya di cekal oleh nara yang trauma akan kegelapan membuat zian berhenti dan terjatuh di atas tubuh nara.


'Aaaa si al, kenapa punya dia enak banget' batin zian menjerit saat adik kecilnya menyentuh lembah yang tertutupi oleh handuk saja.


"Nona nara, jangan salahkan saya bila saya memulainya lebih awal karena anda sendiri yang memancing ular piton milik saya nona" ucap zian dengan suara serak karena sudah terkabut gai rah.


Nara yang paham pun semakin ketakutan dengan tubuh yang semakin gemetaran.


...🔥🔥🔥...


BOCIL SKIP YA!! LANGSUNG LANJUT KE EPISODE SELANJUTNYA AE!!!


Zian men ci um dan me lu mat bibir nara dengan penuh gai rah dan kelembutan membuat nara perlahan-lahan terbuai dan mulai membalas ciu man itu.


Zian yang merasakan balasan itupun tersenyum senang dan terus men cum bu tubuh nara.


Perlahan-lahan, zian mulai turun ke leher putih milik nara dan me nye sap nya dengan gemas membuat nara men de sah penuh nikmat yang tiada tara membuat zian semakin terkabut gai rah nya.


Ah suara de sa han nya sangat merdu!!


Zian yang terus terpancing pun mulai turun pada gunung kembar yang sangat pas di tangannya. Di h isapnya dengan kuat bagai seorang bayi dengan tangan yang sebelahnya me re mas gemas gunung yang menganggur.


"Ah tuan zian, kau terlalu membuatku terbang" racau nara dengan tangan yang menekan kepala zian seolah-olah meminta agar lebih dalam.


"Kau sangat nikmat baby, panggil aku honey baby" zian ikut meracau dengan tubuh yang tanpa henti menjelajahi tubuh indah milik nara.


Setelah puas bermain dengan gunung kembar milik nara, zian pun turun menuju lembah yang sudah basah.


"Kau sudah sangat basah baby" ejek zian sebelum men ji lat lembah tersebut.


"Ah itu gara-gara kau yang membuat nya seperti itu honey"


Nara yang merupakan ibu dari seorang anak pastinya memiliki gai rah yang cukup tinggi membuatnya terang sang tanpa sadar sehingga zian pun yakin bahwa nara sebenarnya bukan wanita baik-baik!!


Ah tapi lupakan hal itu, lebih baik dirinya menikmati tubuh nara yang sangat memabukkan untuk dirinya.


Zian me nye sap, men ji lat, serta meng gi git gemas kacang yang berada di lembah nara yang membuatnya bergelinjang geli namun malah meminta lebih.


Setelah puas bermain-main dan mendengar suara merdu milik nara, zian langsung membuka ****** ******** yang langsung menampilkan ular miliknya yang tergolong sangat besar.


Seraya mencabut jarinya dari lembah, zian bersiap memasukkan miliknya ke dalam milik nara.


Awalnya nara memekik kesakitan, namun setelah beberapa saat kemudian ia kembali men de sah merdu membuat zian semakin semangat menggoyangkan tubuhnya di atas tubuh nara.


Entah berapa ronde yang mereka lalui, keduanya seolah-olah tak lelah untuk memacu gai rah nya.


Hingga pagi pun menjelang, akhirnya zian ambruk di samping tubuh nara yang mulai terlelap. Di rengkuh nya tubuh mungil milik nara dan di ke cup nya penuh cinta.


"Ternyata kau sangat cantik nona kinara, tapi sayangnya kau mu ra han seperti wanita lainnya cih, tapi meski begitu saya akan tetap membuat mu tetap berada di sisi saya hingga den dam ayah saya terhadap pem bu nuh seperti dirimu benar-benar terbayar" ujar zian penuh den dam. Namun beberapa saat kemudian zian terlelap di samping nara.


Sedangkan nara yang sebenarnya tak benar-benar terlelap dan masih bisa mendengar ucapan zian pun meneteskan air matanya dan membuka matanya.


Dia sangat-sangat menyesal karena telah mudah memberikan tubuhnya pada zian yang seorang pria brengshake. Andai saja ia ingat dan tak terpancing, mungkin dirinya tidak akan mendengarkan hal yang cukup menyakitkan ini bukan?


Huffft, ingin rasanya nara mengulang waktu, tapi sayangnya itu tidak mungkin.


Kini nara hanya bisa meratapi nasibnya. Akan tetapi nara juga heran dengan ucapan calon suaminya itu. Apa maksudnya dendam sang ayah? Pem bu nuh? Sejak kapan ia mem bu nuh orang? Ah rasanya nara tidak mengerti dan akan menyelidikinya dengan segala kemungkinan yang ada.


Bersambung~



Ayangnya zian nih sayy, janlup komen, like, kopi, mawarnya ya bund~


Eh iya buat episode panasnya mending author tampilin atau jangan ya?🤔 Komen dong say