MY LITTLE MAFIA

MY LITTLE MAFIA
8



"Selamat malam baby" ucap nara pada putra kecilnya yang sudah tertidur pulas setelah puas bermain di pasar malam.


Usai mematikan lampu, nara pun pergi dari rumah menuju perusahaannya tuk mengurus beberapa pekerjaan yang sempat ia tinggalkan.


Deon yang menyangka bahwa bundanya sudah tidur pun lantas memakan pil miliknya dan pergi dari rumah dengan di jemput sebuah mobil mewah.


"Apa kalian sudah mengurus orang-orang yang telah menghi naku?" tanya deon pada asistennya dengan aura yang sangat dingin.


"Tentu saja bos, apa bos sendiri yang ingin memberikan pelajaran berharga untuk mereka?" tanya asisten deon yang bernama reza dengan seutas senyum mengerikan.


"Kita lihat saja nanti" jawab deon dengan senyum misterius namun menyeramkan.


Setelah beberapa saat kemudian mobil yang di kendarai oleh reza pun sampai di sebuah bangunan tua yang terletak di sebuah hutan belantara.


Disana adalah tempat jual beli ilegal yang deon lakukan sekaligus tempat balas dendam yang cukup mengerikan.


Dengan wajah arogan, deon masuk ke dalam bangunan itu. Deon pergi ke sebuah tempat yang cukup luas. Tempat luas namun mengerikan dan berbau darah itu sangat di sukai oleh deon.


Jeritan beberapa tahanan terdengar jelas di telinga deon. Mungkin jika orang-orang biasa akan menganggap bahwa jeritan itu sangat menakutkan. Namun tidak dengan deon, baginya jeritan itu adalah suara yang terdengar indah di telinga nya.


"Dimana korbanku selanjutnya?" tanya deon pada reza.


Reza menatap sekilas pada bosnya kemudian ia berjalan menuju sebuah sel tahanan yang berisi beberapa wanita dan beberapa pria.


"Annyeong (hai)" sapa deon pada mereka yang membuat reza yang mendengarnya pun melongo.


"Sejak kapan bos bisa bahasa korea?" tanya reza tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Diamlah za"


Deon masuk kedalam sel tahanan dan menatap seorang wanita yang sering ia takuti versi kecil.


"H-halo" balas wanita itu dengan gugup.


Wanita yang hampir berkepala lima itu tampak ketakutan ketika melihat deon.


"Loh kok takut sih? Jangan takut dong, eon kan anak haram yang selalu kalian hi na" ucap deon penuh tekanan dengan sorot mata yang mengkilat penuh amarah.


Seketika ibu yang mendengar itupun langsung tercengang menebak kemungkinan yang ada.


"T-tidak mungkin, a-aku tidak pernah menghi na mu" elak ibu itu dengan gugup.


Deon yang mendengar itupun tersenyum sinis dan melempar sebuah foto yang berisi ia versi kecil bersama sang ibu.


Dengan tangan gemetar wanita itu mengambil foto itu. Matanya membulat sempurna dengan mulut yang mengangga tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Foto itu, foto tetangga yang selalu ia hi na habis-habisan!!


"Apa kau yakin tidak mengenal mereka? Ah jangankan anak kecil itu, coba kau lihat wanita itu saja. Wanita yang pernah kamu caci habis-habisan sampai kau pernah mendorong nya waktu hamil 6 bulan hingga ia pendarahan. Dan jangan lupakan dimana kau pernah mendorong anak wanita itu berkali-kali hingga yang paling parah kau mendorongnya hingga pendarahan di kepala!! Apakah kau tidak mengingat itu hm?"


Wanita itu dengan gugup menatap pria di depannya.


"S-siapa kau sebenarnya?" tanya wanita itu yang membuat deon pun tertawa hambar.


"Aku adalah anak dari wanita itu!!"


Bersambung~



Deon versi dewasa nih, cool banget🄶