MY LITTLE MAFIA

MY LITTLE MAFIA
13



"Om, apakah bunda marah dengan ku?" tanya deon pada sean yang menariknya keluar dari ruangan nara.


Sean menatap sekilas pada deon dan kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke ruangannya.


Sesampainya disana, sean menyuruh deon untuk duduk dan memberikannya segelas air putih.


"Minumlah agar kau lebih tenang" ucap sean seraya duduk di samping deon.


Deon menganggukkan kepalanya dan meminum air tersebut membuat sean tersenyum dan mengusap kepala deon.


"Bundamu tidak akan marah padamu eon" ucap sean tiba-tiba seraya memejamkan matanya seolah-olah sedang membayangkan bahwa dirinya adalah nara.


"Lalu mengapa bunda bersikap seperti itu paman?"


Sean menghela nafas panjang dan menatap deon dengan tatapan penuh kasih sayang. Ya, sejak dulu seanlah yang menjadi sosok ayah untuk deon. Tetapi karena masalah perusahaan, membuat sean dan deon terpisah hampir 3 tahun dan mungkin saja deon sudah lupa dengannya.


"Dia hanya marah dan kecewa dengan takdir deon"


klek


"Astagaa, jadi tuan sean selama ini menolak saya karena tuan sean gay? What? Aku tidak menyangka"


Sekretaris sean yang baru saja masuk dan melihat sean yang mengelus-elus deon versi dewasa pun langsung histeris dan berasumsi bahwa tuannya itu gay membuat sean yang awalnya menatap deon kini menatap sekretaris nya itu.


"Kau kenapa?" tanya sean dengan wajah yang nampak tak memiliki dosa sama sekali.


"T-tidak tuan, s-saya hanya ingin mengantarkan berkas ini saja" gugupnya seraya mengacungkan setumpuk kertas yang ia bawa.


"Oh, simpan saja disitu ria. Nanti kan ku kerjakan dokumen itu" sean menunjuk meja kerja dan kembali menatap deon yang tampak heran dengan sekretaris itu.


"Baik tuan" Ria segera menaruh tumpukan kertas tersebut di atas meja dan berbalik pergi. "S-saya permisi dulu ya tuan, s-silahkan lanjutkan acara romantis nya tuan" ujarnya sebelum pergi.


Sean dan deon yang mendengar itupun membelalakkan matanya dan saling pandang. Di detik kemudian keduanya tertawa terpingkal-pingkal membuat ria yang masih dekat dari situ pun bergidik ngeri.


Sean yang mendengar itupun tersenyum dan izin mengerjakan pekerjaannya yang cukup menumpuk.


......................


"Tuan muda" panggil seorang pria pada pria yang sedang duduk membelakanginya.


Zian yang di panggil pun seketika membalikkan badannya dan menatap anak buahnya dengan tatapan penuh tanya.


"Ini hasil penyelidikan tentang anak yang menabrak bos sekaligus data tentang komplotan yang menculik bibi kesayangan bos dan membuatnya ma ti dalam keadaan menge naskan"


Pria itupun langsung memberikan sebuah dokumen pada zian dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


Zian pun segera meraih dokumen tersebut dan membacanya dengan seksama. Baru saja membaca sebagian, pria yang berusia 35 tahun itu langsung melemparkan dokumen tersebut dan menatap asistennya dengan tatapan tajam.


"Jadi my son and penculik bibiku adalah salah satu orang yang sama?" tanya zian dengan wajah yang tak dapat di artikan.


"Ya, dan seharusnya anda bersyukur pada anakmu itu tuan. Karena berkatnya kini kau dapat menguasai perusahaan yang cukup besar itu" ujar asistennya dengan senyum devil miliknya.


Seketika zian pun tersenyum smirk dan bertepuk tangan. Ucapan sang asisten ternyata ada benarnya juga.


"Kau benar, tapi gara-gara dia saya sudah kehilangan kesempatan emas untuk membalaskan dendam tersembunyi saya" ujar zian yang merasakan tak puas dengan penderitaan yang sang bibi rasakan.


"Yayaya, terserah kau saja. Oh ya, coba kau buka halaman selanjutnya. Halaman yang berisi tentang ibu dari anakmu" ujar asisten zian yang membuat zian mengkerutkan keningnya.


Zian pun membuka halaman selanjutnya dan membacanya dengan teliti.


bugh


Bersambung~