MY LITTLE MAFIA

MY LITTLE MAFIA
2



Nara memegang kepalanya merasakan nyeri yang teramat dalam. Sekelebat bayangan hitam memenuhi kepalanya.


Deon yang melihat sang bunda kesakitan pun langsung mendekati nya karena khawatir.


"Bunda gapapa?" tanyanya seraya menggenggam salah satu tangan bundanya yang terasa dingin.


Nara menggelengkan kepalanya kemudian ia menangis tersedu-sedu. Putranya versi dewasa adalah foto copy dari orang yang telah menghancurkan hidupnya!!


Deon yang kebingungan pun lantas mengambilkan air minum untuk sang bunda. Perlahan namun pasti nara meminum air itu hingga beberapa saat kemudian ia mulai tenang.


"Bunda kenapa? Apakah ada yang salah dengan aku versi dewasa?"


Nara menatap deon dan tersenyum tipis seolah-olah dirinya baik-baik saja.


"Kamu sangat mirip dengan…"


dug


dug


Seseorang menggedor pintu membuat ucapan nara tergantung seketika. Deon yang merasa terganggu pun hendak membukakan pintu namun nara langsung memegang tangannya.


"Biar bunda saja, kembalilah jadi semula nak baru kamu boleh keluar"


Nara keluar membukakan pintu alangkah terkejutnya ia melihat sang bibi yang sudah mulai mengayunkan tangannya.


grep


"Ada apa bi? Kenapa datang-datang ingin menamparku?" tanya nara heran seraya memegang tangan sang bibi yang menggantung di udara.


Bibi nara yang bernama aulia pun langsung menghempaskan tangannya dan menatap nara dengan tajam.


"Dasar ja lang, bisa-bisa nya kau menggoda anakku dan membuatnya terluka" tuduh bibi aulia yang membuat nara menghela nafas kasar.


"Bi, semua yang bibi tuduhkan itu ga bener. Aku ga menggoda anak bibi ta…"


plak


Satu tamparan mendarat di pipi mulus nara membuat bibir nara mengeluarkan darah sangking kencangnya tamparan itu.


brugh


Nara di dorong keras oleh sang bibi membuat deon kecil yang melihatnya pun langsung berlari memeluk sang bunda.


"Bundaaa" tangisnya khawatir pada nara.


Bibi aulia menatap malas dan hampir menendang deon. Namun dengan sigap nara melindunginya membuat dirinya yang kena tendangan.


"Ck dasar anak haram, kamu sama bunda mu tuh sama aja! sama-sama murahan!" hardik bibi aulia seraya pergi meninggalkan keduanya.


Nara menghela nafas panjang menahan emosi yang bergemuruh di dadanya. Andai saja jika bukan wasiat kedua orangtuanya untuk berdamai dengan bibi dan pamannya sudah di pastikan nara akan memukul sang bibi.


"B-bunda gapapa kan?" tanya deon yang membuat nara tersadar bahwa tadi anaknya hampir tertendang.


"Kamu ga apa-apa kan nak? Ada yang luka?"


Bukannya menjawab nara malah bertanya balik membuat deon mendengus kesal.


"Bunda mah ih, jawab dulu pertanyaan eon balu nanyain keadaan aku. Bunda yang telluka malah ngehawatilin aku. Aneh bunda mah" kesal deon seraya membantu bundanya berdiri.


Nara yang mendengar gerutu an deon pun tersenyum dan mengacak-ngacak rambut nya.


"Kamu kan tau nak kalo kamu itu harta satu-satunya yang bunda miliki. Bunda ga punya siapa-siapa lagi selain kamu, jadi udah wajar kalo bunda ngekhawatirin kamu"


Deon yang mendengar itupun terharu dan memeluk sang bunda dengan erat. Di dalam hati ia berjanji akan membalas semua perlakuan semua orang yang telah menghi na nya dan bundanya!!


"Liat aja kalian, aku pasti balas dendam cama kalian" gumam deon dalam hati.


Bersambung~



...(Visual by google)...


Kenalan sama aldeon wilnansyah yuk😍