
"Aku belum siap untuk bertemu dengan dia. Pria yang telah menghancurkan hidupku dalam satu malam itu sangat aku benci kak sean. Jika aku tak ingat pada penciptaku mungkin aku sudah membu nuhnya"
"Apakah kau trauma dengannya nona?"
"Ya, aku sangat-sangat trauma dengannya"
Flashback 5 tahun yang lalu
"Nona ini sudah tengah malam, apakah anda yakin ingin pulang sendiri?" tanya sean yang cemas pasalnya nona nya itu minta di turunkan di tengah jalan yang sepi.
Nara melirik jam tangannya kemudian mengangguk pasti pada sean. "Tenang saja kak, aku pasti pulang dengan selamat"
"Huhhh tapi aku cemas padamu jika kau pulang sendiri" ungkap sean yang membuat nara terharu seketika.
Ia menepuk pundak sean. "Tenanglah kak, aku kan jago bela diri. Pasti tidak akan terjadi apa-apa" ujar nara dengan mantap.
Sean yang melihat kemantapan dalam diri nara pun langsung mengangguk dan menyingkirkan rasa cemasnya. Ia menurunkan nara di sebuah gang yang merupakan salah satu jalan pintas menuju rumah sang nona.
"Hati-hati nona" pesan sean sebelum nara benar-benar pergi.
Nara berjalan dengan santainya seolah-olah ia tak takut sedikitpun. Hingga beberapa saat kemudian ia di tarik ke sebuah rumah kosong oleh seseorang.
Sontak nara ketakutan dan hendak memukul pria itu. Tapi sayang sekali, pria tersebut lebih pintar bela diri hingga akhirnya nara di bekuk oleh pria tersebut.
"Diamlah, kita akan bersenang-senang" kata pria itu dengan suara serak karena menahan gairah.
Nara berusaha memberontak hingga beberapa saat kemudian tenaganya habis dan kisah satu malam pun tak bisa nara hindari.
Nara hanya bisa menangis dalam diam tanpa menikmati permainan yang telah di berikan oleh pria itu.
Hingga beberapa ronde berakhir, pria tersebut ambruk dan tertidur pulas seraya memeluk nara dengan eratnya.
Nara yang sudah aman pun bangkit dan menatap pria yang telah merenggut mahkota nya. Ia menghafal ciri-ciri pria tersebut sebelum akhirnya pergi kembali ke rumahnya dengan baju yang sudah tak beraturan.
Sesampainya di rumah, nara langsung mandi dan menangis di bawah guyuran air yang cukup deras. Ia berharap semua yang telah terjadi hanyalah mimpi buruk.
Hingga hampir 2 jam, nara pun menyelesaikan aktivitas mandinya dan tertidur pulas.
......................
Keesokan harinya.
Sean segera menyusul nona nya yang sangat-sangat terlambat hari ini. Di ketuknya pintu rumah yang sang bos tinggali.
Hingga beberapa saat kemudian nara pun keluar dengan mata bengkaknya.
"Anda kenapa nona?" tanya sean khawatir dengan keadaan sang nona yang acak-acakan.
"Masuk dulu kak, nanti akan ku ceritakan" ucap nara dengan datar.
Sean pun menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam.
Di dalam...
Nara menceritakan semuanya seraya menangis tersedu-sedu membuat sean yang mendengar itupun marah dan berusaha menenangkan nona bosnya.
"Tenang nona, nona pasti bisa melewati ini semua"
Nara tersenyum miris dan menundukkan kepalanya.
"Sebaiknya kau pulang dulu kak, untuk urusan perusahaan kan ku serahkan padamu sementara waktu"
"Apakah nona akan mengambil cuti untuk sementara?"
"Ya sepertinya begitu, untuk sementara ini tolong jangan ganggu aku. Aku ingin sendiri"
Sean menatap nanar pada sang nona dan menepuk pundaknya. "Semangat ya nona, saya yakin kamu bisa melewati ini semua"
Nara hanya menganggukkan kepalanya tanpa berucap sepatah kata apapun. Sean yang melihat itupun merasa kasihan dan pergi dari sana tuk memberikan ruang pada sang nona.
Bersambung~
Si cantik nara nih bund🤗🔥 janlup kopi sama kembangnya sis💃