
"Bundaaaa" teriak deon dari kamar membuat nara yang sedang masak di dapur pun menghentikan aktivitas nya dan menghampiri putranya.
"Kenapa sayang?" tanya nara seraya masuk ke dalam kamarnya.
"Ini laptop ciapa bunda?"
Deon mengacungkan sebuah laptop yang membuat nara membelalakkan matanya. Dia sangat ceroboh!!
"I-itu punya…"
Nara bingung ingin menjawab apa, namun mendengar deon yang menginginkan sebuah laptop pun membuat nara menghela nafas lega dan berjanji akan membelikan deon sebuah laptop juga.
"Nanti bunda beliin oke, sekarang kamu taruh laptop itu dan kita mam bareng" kata nara yang membuat deon heran seketika. Darimana bundanya mendapatkan uang? Bukankah nara hanya seorang sopir dari CEO terkenal?
"Mungkin bunda dapet bonuc" gumam deon yang berpikir positif.
......................
"Belajar yang bener ya sayang, nanti pulangnya bunda jemput oke" pesan nara pada deon yang hendak masuk ke sekolah.
"Ich bunda, kan aku mau lompat kelac agy. Ya kali aku nda belajal ang benel" kata deon yang membuat nara menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Anaknya itu sangat-sangat pintar!! Ah bukan pintar lagi, melainkan sangat-sangat genius!! Di usianya yang baru 4 tahun lebih beberapa bulan saja ia sudah masuk kuliah s2 dan sekarang? Anaknya itu ingin masuk s3 dalam waktu singkat. Ingin rasanya nara heran namun mengingat dirinya dan ayah biologis deon, nara sudah tak heran lagi.
Setelah mengantarkan deon, nara pun melajukan mobilnya ke sebuah perusahaan besar dan ternama.
Beberapa menit kemudian...
Nara keluar dari mobil dan di sambut oleh seorang pria tampan dengan setelah jasnya.
"Selamat datang nona" sambut pria itu seraya membungkukkan badannya.
"Terimakasih"
Keduanya pun berjalan menuju lift dan pergi ke lantai paling atas di mana ruangan nara berada.
Di dalam lift...
"Kak sean sepertinya aku tak bisa membawa pekerjaan ku ke rumah lagi" ucap nara tiba-tiba membuat sean menatapnya.
"Kenapa?"
"Aku takut putraku curiga kak, kau tau? Dia adalah putra yang sangat genius seperti ayahnya. Bahkan tadi pagi saja dia menginginkan laptopku. Dia sangat-sangat tau bahwa laptop itu kualitas nya bagus hahaha"
Sean yang mendengar itupun tersenyum tipis. Ia sangat tau tentang kehidupan sang nona, karena mereka telah bersama sejak 8 tahun. Lebih tepatnya saat nara berusia 15 tahun dan kehilangan kedua orang tuanya. Nara adalah gadis yang paling tangguh yang pernah sean kenal. Bahkan ketika ia kehilangan kesuciannya, gadis itu hanya terpuruk sebentar dan langsung bangkit ketika mengetahui ia akan memiliki seorang anak. Sean juga tau bahwa nara menyembunyikan status ceo dari semua orang termasuk anaknya. Hanya beberapa orang saja yang tahu bahwa nara adalah seorang CEO dari perusahaan terbesar ke 3 di dunia.
"Oh ya kak sean, apakah kau masih mengunci semua tentang malam itu?" tanya nara yang tiba-tiba teringat malam kelamnya.
"Sudah nona, tapi sepertinya ini tak akan bertahan lebih lama lagi nona. Karena cepat lamban tuan akan tau tentang keberadaan nona, apalagi kalian berdua telah memiliki seorang putra. Pasti tuan akan semakin gencar mencari informasi itu nona"
Nara menghela nafas kasar dan menatap sean dengan tatapan serius.
"Aku belum siap untuk bertemu dengan dia. Pria yang telah menghancurkan hidupku dalam satu malam itu sangat aku benci kak sean. Jika aku tak ingat pada penciptaku mungkin aku sudah membu nuhnya"
Bersambung~
...(Visual by google)...
Sean nih, kenalan dulu yukk