
"Tuan, wanita itu sudah hendak berangkat" lapor arga pada zian yang tampak masih fokus pada laptopnya.
Seketika zian pun menoleh pada arga dengan tatapan yang tak bisa di artikan. "Apakah wanita itu seorang ja lang yang pergi malam pulang pagi?" tanyanya seolah-olah lupa dengan informasi yang ia dapat.
Arga pun terkekeh mendengar pertanyaan zian yang tampak konyol. Apakah ia lupa dengan data yang ia berikan?
"Jika iya apakah kau masalah tuan?" arga tersenyum jahil pada sang tuannya itu.
Zian yang mendengar itupun seketika kesal dan menutup laptopnya. "Jika iya dia seorang ja lang, maka aku pastikan ia tak kan bisa jalan saat menjadi istriku nanti" gerutunya dengan pelan namun masih terdengar oleh telinga arga yang sangat tajam.
Arga lagi-lagi terkekeh dan mengikuti sang tuan yang sudah pergi duluan ke dalam mobil.
...🌺🌺🌺...
"Wow tuan! Benar katamu, bila wanita itu pergi penjagaan pun cukup berkurang" puji arga pada zian yang tampak bersiap dengan pis tol bius kedap suara di tangannya.
"Apakah kita akan menembak semua penjaga itu tuan?" Zian menganggukkan kepalanya dan menyelinap turun duluan, begitu juga dengan arga yang nampak tersenyum tipis melihat sang tuan yang sudah tak sabar.
piuw
Hanya dalam waktu 20 menit, zian dan yang lainnya mengalahkan para penjaga. Dengan hati-hati, zian mengangkat sang buah hati yang tertidur nyenyak dan kembali ke mansionnya.
Di perjalanan, zian tampak asik memandang sang buah hati yang tertidur dalam dekapannya membuat arga yang melihatnya pun tersenyum tipis.
......................
"Nona" panggil sean dengan nafas memburu karena panik membuat nara yang melihatnya pun heran di buatnya.
"Kenapa kak?"
"Tuan muda deon nona hah, tuan muda deon di cu lik" ujarnya dengan tersengal-sengal karena sangking paniknya.
Seketika nara pun menggebrak meja dan bangkit dari duduknya. "Kok bisa kak?" tanya nara yang ikut panik mendengar hal itu.
Seketika nsra pun membuka ponselnya dan mendapati 5 panggilan tak terjawab dari nomor asing. Dengan cepat nara menghubungi balik no tersebut.
"Selamat malam nona kinara" sapa orang di seberang dengan nada yang tampak ramah.
"Siapa kau? Apa maksudnya kau menculik putraku hah? Apa ada masalah kau denganku?" cerocos nara dengan emosi di ubun-ubun membuat orang di seberang nya terkekeh.
"Saya tidak ada masalah denganmu nona, tapi apa salahnya aku membawa putraku?"
Jedarr
Seketika nara pun mematung di tempatnya membuat sean yang di seberangnya pun menduga apa yang di bicarakan oleh penculik tuan mudanya itu.
"Halo nona nara, apakah kau kaget? Ah saya sudah menduga itu. Jika kau mau datanglah ke alamat yang akan saya kirimkan dan menikahlah dengan saya. Saya jamin kau masih dapat melihat putra kita yang manis ini"
Pria yang tak lain adalah zian pun langsung memutuskan panggilannya secara sepihak membuat nara yang mematung pun seketika menggerutu kesal.
"Ada apa nona?" tanya sean penasaran.
"Pria itu secara tak langsung melamar aku kak, dan parahnya ia menjadikan putraku agar aku menghampirinya. Sangat-sangat menyebalkan bukan?" gerutu nara yang tampak masih kesal.
Namun tiba-tiba sebuah chat masuk menampilkan sebuah alamat yang harus nara tuju. Sean yang melihat itupun segera siaga.
"Apakah kita akan menyerang alamat itu nona?"
"Tidak kak, dia itu sangat berbahaya. Aku tidak ingin kau dan yang lainnya terkena dampaknya. Aku sendiri yang akan datang kesana dan menjemput putraku. Doakan aku saja kak"
Bersambung~
Mas deonnya nih kak, sama-sama kemudaan kayak nara ga sih? 🤩☝️ Janlup komen sama vote nya kak💃