MY LITTLE MAFIA

MY LITTLE MAFIA
12



"Jemput putraku dari sana, aku yakin dia masih berada di sana" titah nara pada asistennya dengan datar dengan dingin.


Bukannya nara marah dengan deon, akan tetapi nara marah dengan takdir karena takdir yang selalu mempermainkannya. Kesal dan kecewa sangat terasa di hati nara setelah mendapatkan kenyataan ini. Kenyataan yang mampu membuatnya teringat dengan masalalunya.


1 jam pun berlalu.


Kini nara telah berhadapan dengan deon yang tampak seperti korban penculikan. Mata yang tertutup serta tangan dan kaki yang terikat kuat membuat deon sangat mirip dengan korban penculikan.


Nara yang melihatnya tak tega, dan segera melepaskan pengikat dan penutup itu. Deon yang melihat sang bunda di hadapannya pun langsung terkejut dengan banyak pertanyaan di benaknya. Apa sang bunda ikut di culik? Sialaan.


"Are you oke baby?" tanya nara khawatir pada deon.


Deon menggelengkan kepalanya dan memeluk sang bunda dengan erat. "Bunda tidak apa-apa kan? Siapa yang bikin bunda ikut di culik hah? Sini tunjukin bund biar deon hajar habis-habisan" cerocos deon tanpa henti membuat nara seketika menutup telinganya.


"Awww sakit bund"


Tanpa aba-aba nara menarik telinga deon membuat sang empu memekik kesakitan namun tak di hiraukan oleh nara membuat deon hanya bisa pasrah menahan sakit pada telinga nya.


Setelah puas menarik telinga sang anak, nara pun duduk di bangku kebesarannya membuat deon heran dengan apa yang di lakukan sang bunda.


plak


Nara melemparkan sebuah berkas dengan keras membuat deon kaget dan bingung seketika.


"Baca itu" titah nara dengan nada dinginnya.


Deon meraih berkas itu dan membacanya dengan teliti. Keringat dingin mengucur deras di wajah deon ketika selesai membaca dokumen tersebut. Pikirannya hanya tertuju pada satu pertanyaan, siapa sebenarnya bundanya itu?


"Iya nona?"


"Bisakah kau beritahu siapa diriku sebenarnya? Sepertinya putraku ingin tau tentang hal itu"


Lagi dan lagi deon kaget dengan sang bunda. Bagaimana bisa bundanya tau apa yang ia tanyakan? Apakah bundanya ini cenayang?


"Baik nona, nona nara azura wilnansyah atau yang di kenal dengan nama queen busines adalah pemilik perusahaan terbesar ketiga di dunia yang hampir anda hancurkan tuan deon. Beliau juga merupakan pewaris utama dari keluarga wilnansyah yang mungkin tuan deon ketahui bahwa putri satu-satunya keluarga tersebut telah hilang beberapa tahun silam dan juga…"


"Tunggu dulu, jadi selama ini bunda pura-pura missqueen gitu?" potong deon dengan tatapan mengintimidasi miliknya.


"Ngga juga, bunda missqueen sih menurut kamu dan tetangga doang tapi kalau sama pembisnis yang lain? Hmm gatau deh"


"Haishh bunda, kok bunda nutupin itu dari aku sih?" tampak deon kecewa dengan sang bunda. Namun melihat bundanya yang memberikan tatapan marah membuatnya merinding seketika.


Bila di hadapan musuh pasti deon akan berani dan tampak datar. Tapi ini? Di depan sang ibu negara? Bagaimana bisa deon melawan?!


"Lalu bagaimana dengan kamu yang menutupi identitas mu pada bunda hah?" tanya nara yang mulai naik satu oktaf.


"Hehehe, maaf bunda. Tapi bunda ga marah kan dengan identitas ku?" tanya deon yang khawatir bundanya akan marah padanya.


Nara tampak menghela nafas panjang dan mengode agar kedua pria yang berada di ruangannya keluar karena saat ini ia sangat-sangat memerlukan ketenangan agar emosinya tidak meledak-ledak.


Bersambung~