MY LITTLE MAFIA

MY LITTLE MAFIA
37



"Putra kecil ku, aldeon wilnansyah , ku kira kau tak sekejam ini, ternyata kau adalah mafia kecil yang sangat ganas haha, tapi aku sangat bangga padamu baby"


Deon yang mendengar itu hanya diam tak memberikan komentar hingga sean pun muncul di samping deon dan menganggukkan kepalanya pada deon.


"Apa kau yakin saya putramu tuan zian arshaka? Tapi sayang sekali, orang tua saya itu bernama kinara azura wilnansyah dan reza mahardika, dan kau? Kau sama sekali bukan ayah saya tuan" ujar deon dengan tegas dan membuat zian amarah seketika.


Ya, sean dan deon tahu bahwa mereka berdua akan di hadapkan dengan sosok zian, terlebih gelegat tuan kingston sendiri seperti sudah curiga dengan deon yang lebih mirip dengan sosok kliennya dibandingkan dengan sosok sean. Dan klien tersebut adalah zian!!


Flashback saat deon datang


"Mengapa wajah itu lebih mirip dengan sosok zian? Apakah dia putranya? Lalu apa hubungannya dengan Sean?"


Tuan kingston terus memikirkan apa yang terjadi hingga akhirnya ia pun memutuskan tuk menghubungi zian arshaka, teman sekaligus musuh terbesar yang ia miliki saat ini.


"Ada apa kau menelpon ku?" tanya zian saat telpon tersambung.


Tuan kingston menceritakan apa yang terjadi hingga akhirnya zian pun memutuskan tuk bekerjasama dengn tuan kingston dan bisa di pastikan keduanya menyusun rencana yang sangat licik tapi tentunya kalah licik dengan rencana deon dan sean.


Flashback off


"Apa kau tak ingin mengakuiku sebagai ayahmu baby?" tanya zian yang berusaha menahan amarahnya.


"Untuk apa saya mengakui anda sebagai ayah saya? Apakah anda yang merawat saya? Membiayai saya selama ini? Tidak kan? Oke saya akui saya mempunyai hubungan darah dengan anda, tapi sayangnya saya tidak memiliki hubungan batin dengan anda. Saya sendiri sadar dengan apa yang diri saya katakan, dan saya mengatakan hal itu berdasarkan fakta bahwa anda tuan zian arshaka, telah membuang saya dan bunda saya, tak membiayai hidup kami, dan sekalinya anda datang ke kehidupan kami, anda malah memberikan luka yang cukup besar, terutama pada bunda saya. Apakah anda layak dikatakan seorang ayah? Ayah yang menginginkan anak karena istrinya mand*l sepertinya cukup pantas untukmu tuan zian"


Deon berbicara dengan dinginnya membuat zian mati kutu di hadapannya. Amarah yang sedari tadi zian tahan, seketika menghilang entah kemana.


"Maaf"


"Apakah maaf dapat mengembalikan adik saya? Bunda yang ceria? Tidak kan?"


Deon mulai terpancing emosi dengan pria di depannya membuat sean perlahan-lahan mundur dari sana dan menghampiri sang ibu dan bibinya.


Deon yang menyadari itu tak menghiraukan sean dan tetap memandang zian yang terdiam karena syok bahwa nara sedang mengandung dan telah kehilangan bayi mereka.


"Mengapa kau diam? Terdiam karena kenyataan? Ohoho, bagaimana dengan istrimu yang berada di rumah dan mengetahui ini. Mungkinkah ia kan sakit jantung?"


Deon menunjukkan sebuah rekaman cctv dimana istri deon sedang mengobrol dengan beberapa temannya.


"Hey apa yang kau lakukan aldeon!!"


Zian berteriak membuat deon tersenyum sinis dibuatnya.


Ayahnya memilih wanita itu? Lantas bagaimana dengan bundanya nantinya? Memang benar keputusan deon, menyatukan sang asisten dengan sang bunda adalah keputusan yang paling tepat!!


"Jika kau menyayangi istrimu, jika kau adalah ayah saya, jauhi saya dan bunda saya dan jangan pernah anggap kami berdua ada di hidup anda"


jedarr


Bersambung~


Janlup tinggalkan jejak, klo ngga author jdi males buat up novel TwT