
srettt
"Apa kau tak ingin memberitahu saya dimana lokasi tuan pramana hah?"
Pria dengan tangan tanpa kulit didepannya terus menggelengkan kepalanya membuat pria yang memegang pisau itu kesal dan menendang pria tersebut tanpa iba.
"Terserah kau saja tuan kingston, jika kau terus keras kepala seperti ini maka lihatlah keluargamu yang akan bernasib sama denganmu"
Pria tersebut keluar dari ruangan yang penuh dengan bau amis dan darah yang berceceran menuju ruangan dimana pamannya berada.
"Kau itu seorang mafia atau pis1kopat sih? Sangat-sangat keji kamu de" komen sean pada keponakannya yang baru saja masuk dengan baju yang berlumuran darah.
"Mungkin pis1kopat, karena selain menyukai menyerang aku juga sangat menyukai darah haha"
Deon tertawa dengan entengnya membuat sean yang melihatnya pun berusaha menahan ludahnya sendiri. Keponakannya ini benar-benar seperti iblis melebihi ayahnya!!
"Tenang paman, aku tak kan menghab1s1 keluarga ku sendiri kok paman" imbuh deon yang seolah-olah mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh pamannya itu.
"Yayaya terserah kau saja, tapi bagaimana dengan ayahmu?"
"Jangan panggil dia ayahku paman"
Sean yang mendengar ketidaksukaan deon akan kata-katanya pun seketika gelagatan. Sedangkan deon? Bocah lima tahun lebih itu langsung berubah dengan datarnya.
"Maafkan paman de"
"Ya"
Deon pergi meninggalkan sean tuk mengganti pakaiannya sekaligus tuk merencanakan sesuatu. Dirinya memang bertanya pada tuan kingston akan keberadaan musuhnya, tapi nyatanya deon sendiri sudah tau akan keberadaan mereka.
"Suruh paman sean keluar dari rumah tua itu secepatnya, aku ingin membakar rumah itu"
......................
RK - 4 IN 1
Usaha yang reza dan nara rintis dari nol kini sudah berkembang pesat dan memiliki cukup banyak cabang. Selain bisnis yang berkembang, hubungan reza dan nara pun ikut berkembang karena mereka yang selalu bersama beberapa minggu terakhir.
Reza yang sudah siap tuk jenjang yang lebih serius pun menyiapkan serangkaian acara tuk mereka berdua karena di hari inilah reza akan melamar nara sebagai istrinya.
"Di terima ga ya, di terima ga ya, arghh kok gua gugup sih? Tapi kalo di tolak gimana? Ntar dia ngejauhin gua lagi, tapii kalo kagak di coba gua gakan tau, gua harus gimana ini haish"
Reza terus mondar-mandir bagai setrikaan dengan bibir yang terus bergumam pertanda ia gugup, bimbang, dan takut di tolak.
Sedangkan nara? Wanita yang telah bersiap itu tampak tersenyum melihat reza yang bergumam tak jelas dan membuat pipinya merona.
"Apakah reza akan benar-benar melamar ku? Aaa kok aku ikutan gugup sih"
Nara ikut mondar-mandir dan bingung ia harus melakukan apa karena ini pertama kalinya ia akan di lamar oleh seseorang.
"Bu pak kalian sedang apa? Mengapa kalian gugup? Kayak yang mau lamaran aja"
Seorang pelayan yang bekerja di sana dan melihat keduanya saling mondar-mandir dan gugup tak jelas pun langsung menggoda mereka membuat keduanya tersadar akan tingkah konyol yang mereka lakukan.
"Eh, eumm ternyata kamu udah siap ya? Ayok kita berangkat" ucap reza terbata-bata membuat pelayan tersebut tersenyum dan meraih tangan nara tuk menggenggam tangan reza.
"Moga berjodoh ya pak bu" ucap pelayan tersebut seraya pergi meninggalkan keduanya dengan senyum usilnya.
Bersambung~
Kira-kira pelayan itu bakal di pecat ga ya? hmzz ayok mikir barengan hahaha. Janlup jejaknya yak kakak~