
Hari ini adalah hari minggu, dan hari ini adalah hari yang sangat di tunggu-tunggu oleh semua orang kecuali seorang pria kecil yang bernama Aldeon Wilnansyah. Bagaimana tidak coba? Setiap hari minggu ia pasti akan sendirian di rumah tidak seperti hari biasa dimana ia akan menghabiskan waktunya di sekolah ataupun perpustakaan.
"Huhh aku bocen" gumam deon yang masih berusia 5 tahun.
Deon menatap rumah kumuh yang ia tempati bersama sang ibu kemudian ia masuk lagi ke dalam saat melihat salah satu tetangga yang selalu menghi nanya.
tok tok tok
Deon yang baru saja hendak masuk kamar terpaksa kembali keluar untuk membukakan pintu.
ceklek
"SURPRISE" seru Kinara Azura Wilnansyah.
Wanita berusia 23 tahun itu langsung memeluk putranya dan mengecup seluruh wajahnya dengan penuh kasih sayang.
Sedangkan deon, ia sangat terkejut melihat sang ibu hingga mematung di tempat. Tak biasanya ibunya berada di rumah saat hari minggu seperti ini. Biasanya ibunya pasti akan sibuk berkerja tanpa mempedulikan dirinya.
"B-bunda? Kok bunda jam cegini nda kelja?" tanya aldeon heran.
Nara yang di tanya seperti itu pun tersenyum dan mengajak aldeon untuk membicarakan sesuatu di dalam saja.
"Bunda pulang karna bunda sadar kalo putra kecil bunda ini sangat membutuhkan bunda di bandingkan kerjaan bunda"
Seketika deon mengerutkan keningnya heran.
"Bunda tau selama ini bunda terlalu mengabaikan mu, maafkan bunda yah karna telah menitipkan mu pada tetangga" ucap kinara penuh sesal seraya menggenggam tangan deon.
Deon menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Iya bunda, nda papa. Tapi aku mohon bial bunda nemenin aku, aku nda mau sendilian di lumah ini bunda"
Nara yang mendengar itupun langsung menyesal karena telah mengabaikan deon. Di peluknya tubuh kecil sang putra seraya sesekali mengecup puncak kepala deon.
"Maafkan bunda baby"
Lagi-lagi deon mengangguk dan membalas pelukan sang bunda.
Beberapa saat kemudian…
Dengan semangat 45 deon pun mengangguk. Namun di detik kemudian ia menggelengkan kepalanya pertanda tidak mau.
"Kenapa ga mau hm?"
"Deon tatut di hi na lagi cama tetangga bunda" cicitnya yang membuat nara memijit pelipisnya pusing karena memang tetangga di sini menganggap mereka itu sebuah kesi alan yang mungkin akan membawa petaka untuk komplek itu.
Beberapa saat kemudian…
"Oh iya, bunda ingin menanyakan sesuatu padamu" ucap nara dengan nada serius.
Deon yang di tatap serius seperti itu pun mengernyitkan dahinya heran.
"Nanya apa bunda?"
"Apa obat yang sedang kamu buat diam-diam tanpa sepengetahuan bunda?"
deg
Seketika deon gugup, namun beberapa saat kemudian ia mulai tenang dan berani menatap manik mata sang bunda.
"Aku cedang membuat obat yang akan membuat kita dewaca dengan cepat bunda" jawab deon dengan lantangnya.
Seketika nara menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang di ucapkan sang anak. Ternyata anaknya super duper genius!!
Deon yang melihat sang bunda bengong pun langsung masuk ke kamar dan mengambil sebuah kotak.
Nara yang melihat deon kembali dengan kotak itupun langsung menebak-nebak apa yang akan terjadi.
"Bunda liat aku" seru deon seraya memegang pil kecil.
Nara memperhatikan apa yang deon lakukan hingga beberapa saat kemudian nara tercengang dan hampir pingsan!!
"K-kamuuu!!!"
Bersambung~
Assalamualaikum wr. wb, welcome di karya author yg baru... Maaf yah kalo karya nya jarang update soalnya ini karya untuk menuangkan imajinasi dan kegabutan 🤗🙏