MY LITTLE MAFIA

MY LITTLE MAFIA
29



"K-kak…"


Nara mulai ketakutan melihat sean yang baru saja masuk dengan wajahnya yang sangat datar tanpa ekspresi apapun.


Kecewa? Tentu saja, siapa juga yang tak kecewa dengan nara. Ambisinya dalam percintaan membuatnya buta dan kehilangan sesuatu yang cukup penting di hidupnya.


Sejenak sean memejamkan matanya mengingat apa yang akan terjadi bila 6 tahun sebelumnya ia tak ada? Mungkin deon pun ikut tak ada!!


"K-kakak marah ya denganku?" tanya nara lirih namun tetap bisa terdengar di telinga sean.


Sean tersenyum tipis dan mengelus rambut panjang nara yang cukup kusut.


"Untuk apa aku marah? It is your baby not my baby"


Deg


Mendengar perkataan sean, hati nara cukup teriris. Saat ini dalam pandangannya hanya kosong. Ia jadi teringat, teringat janin yang tak berdosa itu.


Ya, kali ini sudah sadar dosa apa yang telah ia lakukan. Menyesal? Tentu saja! Kini nara tersadar dengan apa yang di lakukannya dan terdiam seolah-olah kini ia lah yang paling terpuruk.


"Apa sekarang kau puas ra? Hm seharusnya kau puas dan bahkan sangat puas!!" sertak sean dengan nada berat pertanda ia sangat-sangat marah!


"M-maaf" lirih nara yang takut dengan sean.


Sean menatap sekilas pada nara dan membalikkan badannya.


Sean menghela nafas dan berbalik tuk menatap nara.


Seutas senyum simpul sean tampilkan pada wanita yang tengah terluka itu. "Ra, aku akan pergi bersama deon selama beberapa waktu sampai kau sadar bagaimana rasanya di tinggali orang yang sangat-sangat mencintaimu sesungguhnya" lirih nya yang membuat isak tangis nara semakin kencang di buatnya.


"Huhuhu aku sadar, a aku itu di sayangi banyak orang kak. Maaf kan aku kak, ku mohon jangan pergi" tangis nara yang membuat sean tersenyum tipis dan mengelus kepalanya.


"Anggap saja ini adalah ujian dari ku. Aku ingin kau belajar dari kesalahan mu ra, dan satu lagi, jangan anggap dirimu sendiri. Lihatlah sekitarmu dan cermati lah karena aku yakin kamu sebenarnya cepat tanggapan terhadap sesuatu" ujar sean yang tak mengubah keputusannya.


"Lalu untuk pernyataan cintamu kak?"


Sean lagi-lagi tersenyum dan mengelus kepala nara.


"Kau tahu ra? Aku rasa kamu hanya menganggapku seorang kakak dan selamanya begitu. Dan semoga dengan kepergian ku, kau mendapatkan cinta yang sesungguhnya dan aku bisa move on darimu walau itu sulit" ujar sean seraya menyelipkan anak rambut di telinga nara.


"Kakak pamit ya ra, tolong kamu pahami pelajaran yang nyata ini" ucapnya lagi.


Ya, sean berkata demikian agar nara sadar bahwa ia tak sendiri!! Memang banyak pintasan masalalu nara yang sangat buruk hingga membuatnya seperti ini, akan tetapi jika di biarkan saja besar kemungkinan nara akan berubah lebih buruk lagi dan sean tak akan membiarkan itu terjadi!!


Tentang perasaan, sean tak memikirkan hal itu karena ia yakin bahwa jodoh itu di atur oleh Tuhan!


Bersambung~