
Di kediaman kingston
Deon amat-amat di banggakan oleh keluarga kingston hingga dalam waktu dekat akan diadakan pesta ulangtahun untuk deon yang konon akan ulang tahun dalam waktu dekat.
Akan tetapi, mereka tak tahu bahwa orang yang mereka banggakan adalah seorang malaikat maut!!
Di kamar sean
"Apa kau sudah dapat siapa saja yang bersalah dan yang mana yang tidak?" tanya sean pada keponakannya.
Deon menganggukkan kepalanya dan menunjukkan sebuah kertas kecil.
"Nyonya dan tuan kingston, paman dan bibi, beberapa pelayan keluarga kingston, mata-mata keluarga kingston dan dokter keluarga kingston"
Sean menganggukkan kepalanya dan memberikan acungan jempol pada deon hingga seutas senyum smirk pun terbit dalam wajah seorang deon.
"Paman mau tau fakta baru tidak?" tanya deon yang membuat sean bingung seketika.
Deon lagi-lagi tersenyum dan segera memberikan sebuah map yang ia ambil dari ruang rahasia keluarga kingston.
"Adikmu sebenarnya tak bvnvh diri, tapi dia di racvni oleh dokter si4l4n itu dan itu juga atas perintah seluruh keluarga kingston yang berada disini kecuali gionald (anak bibi sean yang paling bungsu) dan suami dari anak pertama bibinya paman yang tak tahu apa-apa karena merasa kasihan dengan adikmu. Dan di keluarga ini yang tak terlihat apapun hanya gionald" ujar deon memberitahu.
Sean yang mendengar itupun amarah seketika namun berusaha memendamnya saat tahu bahwa adiknya ternyata di bvnvh oleh keluarganya sendiri.
Tuk gionald? Sean tahu tentang anak itu, anak yang bahkan selalu di sakiti oleh keluarga karena kurang dalam hal kepintaran. Sean sendiri tahu sebagaimana lembutnya hati anak itu, tidak seperti keluarganya yang lain yang penuh dengan hati yang gelap.
"Aku sudah tak tahan ingin memberikan pelajaran tuk keluarga ini" ucap sean penuh amarah.
"Bagaimana kita tak mulai dari sekarang saja paman?" tanya deon dengan senyum penuh makna.
"Maksudmu?"
"Aku mempunyai rencana lebih bagus karena mendapatkan data yang lebih baru, dan caranya adalah mengungkap kebusukan anak pertama dari bibinya paman yang telah mengh4b1si orang tua angkat bunda" ucap deon yang membuat sean membelalakkan matanya kaget namun detik kemudian ia ikut tersenyum.
Malam hari pun tiba
Sean dan deon mengirimkan laporan pada p0lisi dan juga media tuk menyergap hotel yang sedang tania(anak pertama bibi sean).
Baik deon maupun sean pun sama-sama duduk di depan televisi pura-pura sedang menonton berita. Dan siaranpun dimulai.
Tania terungkap sedang berselingkuh di belakang suaminya alex dan lebih parahnya lagi, tania tercap sebagai pelaku utama tabrak lari belasan tahun yang lalu!!
"Bagaimana bisa anakmu ketahuan alya?" tanya nyonya kingston pada adiknya.
Bibi alya mengedikkan bahunya pertanda ia pun tak tahu karena jelas sekali ia menyembunyikan semuanya secara rapat-rapat, tapi mengapa sekarang malah terbongkar?
"Jadi kak tania itu benar-benar membvnvh?" tanya sean yang tiba-tiba datang.
Seketika keluarga itupun terdiam dan pergi menuju kantor polisi tempat tania di tahan.
"Paman, aku heran bagaimana bisa tu4 bangk4 itu bisa hidup selama ini" ucap deon seraya memperhatikan tuan kingston yang berusia hampir 70 tahun.
"Itu disebabkan karena dia yang belum mendapatkan azabnya, apa kau ingin melihat tua bangk4 yang telah membuang nenekmu?"
Deon yang mendengar itupun langsung menganggukkan kepalanya dan sean pun membawa deon ke tempat nenek buyutnya di rawat.
Setibanya di sebuah ruangan...
"Halo nenek buyut" sapa deon saat tiba di sebuah ruangan yang penuh dengan peralatan medis.
Ya, deon tak tau bahwa nenek buyut nya masih hidup karena ternyata keluarga kingston pandai menyembunyikan nenek buyutnya demi mendapatkan perusahaan yang sangat besar itu.
"Siapa kau?" tanya wanita tua itu yang membuat deon tersenyum miring.
"Perkenalkan aku deon nek, cicit nenek sekaligus cucu dari putri nenek yang telah di buang. Dan nenek tau? Aku kemari sebagai malaikat pencabut nyawa bagi nenek loh" ujar deon seraya memainkan sebuah suntikan yang membuat wanita tua yang tak mau mati tersebut ketakutan seketika.
"S-sean ba-bantu nenek" cicit wanita itu yang tak di hiraukan oleh sean.
"Kenapa harus bantu nenek coba? Kemana tuh penyihir kesayangan keluarga kingston?" tanya deon meremehkan wanita tua tersebut.
Wanita tersebut semakin gemetar ketakutan kala deon sudah memasukkan sebuah cairan pada saluran infus nya.
"Selamat menderita nek, tenang saja itu efek hari pertama nenek tak bisa berbicara dan bergerak dan di hari selanjutnya? Mungkin nenek akan muntah usus"
Sean yang mendengarnya pun bergidik ngeri membayangkan hal tersebut bila terjadi.
"Ayok deon, mari kita biarkan wanita tua ini" ujar sean seraya berjalan terlebih dahulu dan disusul oleh deon.
bersambung ~