
"Tunggu disini dan hubungi no yg belakangnya xx, saya akan keluar dan menghadapi mereka" ujar zian pada nara yang sedang gemetar ketakutan sebelum akhirnya turun dan melawan komplotan di depannya.
Pertarungan sengit pun terjadi hingga akhirnya kelompok zian yang nara panggil datang ke tempat itu dan membantu zian.
Bukannya membantu, kelompok mafia zian malah membuat lawannya bertambah banyak hingga tanpa sadar seseorang telah membawa nara pergi.
"Boss nona nara telah di bawa" teriak salah satu anak buah zian yang menyadari hal itu.
Dengan cepat zian pun pergi membawa motor anak buahnya mengejar mobil tersebut.
Mobil yang diduga membawa nara pun menambah kecepatan mobilnya ketika sadar sedang di kejar seseorang.
Sedangkan di suatu tempat, orang tersebut tersenyum melihat ayah kandungnya yang mengejar orang yang salah dan bangkit menemui sang bunda yang sedang di periksa oleh dokter.
"Bagaimana dok??" tanya deon khawatir pada sang bunda.
"Nyonya zura tidak kenapa-napa, hanya saja kondisi kehamilannya yang sangat lemah yang membuat ia tak boleh stres atau tertekan"
Deon yang mendengar penjelasan dari sang dokter pun terdiam. Bundanya hamil? Apakah nasib sang adik akan sama seperti dirinya? Hidup tanpa kasih sayang seorang ayah? Argh tidak, ia akan mencegah hal itu!!
......................
"Arghh si*l" zian memukul anak buahnya secara membab* buta karena tak berhasil menemukan istrinya.
Istri? Ya, zian menganggap nara adalah istrinya sejak nara yang perlahan-lahan mampu merobohkan dinding pertahanan di hatinya. Hanya saja egonya yang membuatnya seperti ini. Andai saja ia dapat mengulang waktu, ia ingin meminta maaf pada putranya dan ia yakin kejadiannya tidak akan seperti ini. Dan sekarang? Putranya sudah sukses menggeser ia di dunia mafia, dan bahkan mungkin saja sekarang zian tak kan dapat menemukan istrinya.
"Sudahlah zi, percuma ae lo ngamuk kayak gini, ga bakal muncul juga si nara mah" ujar leon sang asisten berusaha menenangkan zian.
"Gimana za? gue udah mulai sayang ma dia za" curhat zian fustasi seraya meneguk alkohol di depannya.
Leon hanya diam tak menjawab apapun karena ia sendiri tak yakin bisa mencari nara sedangkan ia sendiri tau bagaimana perkembangan klan deon setelah berhasil kabur dari sini.
"Lo tenang dan siapin hati lo karena gue yakin kalo nara cinta lo dan kalian berdua itu berjodoh, gue yakin tuhan bakal mempersatukan kalian berdua"
......................
"Bunda cinta dady?" tanya deon pada nara yang sedang fokus memakan rujak buatan deon.
Sontak pertanyaan deon membuat nara tersedak ludahnya sendiri.
"Eumm b-bundaa…"
Belum juga nara menjawab, deon langsung menggebrak meja makan membuat nara tersentak kaget.
"Lupakan dia bund, jika tidak maka jangan harapkan aku akan datang menyelamatkan mu dan keluar dari dunia mafia" ujar deon dengan kilatan amarah membuat reza seketika menariknya pergi dari situ.
Sean yang memang ikut tinggal disitu dan melihat itupun dengan sigap memberikan air minum untuk sang nona yang masih kaget dengan perbuatan deon.
"Aku harus bagaimana kak?" tanya nara lirih.
Sean menatap nara iba dan mengangkat bahunya pertanda ia tak tahu harus bagaimana karena menurur sean, nara terjebak dalam pilihan yang sulit. Antara anak dan juga cinta.
Bersambung~