
"K kak, capek hahh"
Nara berhenti dan melepaskan genggaman mereka karena sudah tak sanggup tuk berlari lagi.
Reza yang melihat mereka telah berada di gang sepi pun langsung mengajak nara bersembunyi di antara barang-barang yang sudah tak berguna.
"N-nara , aku takut hidupku akan berakhir secepatnya, dan mungkin ini bukan situasi yang tepat"
Reza menghela nafas dan merogoh jasnya. Matanya seketika melotot ketika ia baru ingat bahwa cincin yang telah ia siapkan tertinggal di atas meja mereka.
"Woyy keluar kalian" teriak orang-orang itu membuat reza tersenyum karena sebuah ide yang cukup g1la muncul di kepalanya.
"Aku memang tak sempurna, aku juga tak bisa menjamin hidupku akan bahagia bersama ku. Tapi, aku hanya bisa berjanji tuk membuatmu bahagia, dan berusaha tuk menjadi yang terbaik untukmu"
Reza mengeluarkan sebuah bom dari jasnya dan menarik sebuah lingkar yang menyerupai cincin itu. Dan melempar bom tersebut kearah pria-pria yang sudah mendekati mereka.
Reza menarik tangan nara dan berlari meninggalkan tempat itu.
"So will you marry me?"
Nara membelalakkan matanya kaget dengan apa yang reza lakukan. Bisa-bisa nya reza melamarnya ketika keduanya berlari tuk menghindari kematian mereka.
Tapi, di sisi lain reza terharu melihat keseriusan reza. Ketika keduanya berada di ambang kematian, reza tetap mementingkan nara dan melamarnya.
Nara berhenti sejenak dan menatap reza dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
"M-maaf reza, karena…"
......................
Di sisi lain
"Bagaimana bisa kau ada di sini?"
Alex kaget dengan keberadaan deon dan sean yang tiba-tiba berada di hadapannya karena menurut informasi yang ia dapat hubungan deon dan nara cukup jauh karena suatu masalah. Tapi apa ini? Deon tiba-tiba berada di hadapannya karena mereka? Apakah ada penghianat dalam klan nya?
"Kau pasti menganggap ada penghianat bukan? Padahal nyatanya, anak buah mu itu tak becus dan mudah di kelabui hahaha"
Deon tertawa mengejek alex membuat alex menembaknya seketika.
dor
"Eitss ga kena"
Deon terus meledek alex hingga pertempuran pun dimulai. Sean yang awalnya diam pun mulai menggerakkan pistol nya dengan lihainya.
Perlahan-lahan deon berhasil membidik tangan alex sehingga pistol itupun terjatuh dari tangannya.
Deon berucap seperti itu membuat alex menyerang deon dengan tangan kosong.
bugh
Deon mengusap sudut bibirnya yang berdarah dan menatap alex dengan tatapannya yang tajam.
bugh
"An**** lo deon"
Dengan membabi buta alex menyerang deon membuat deon hampir kewalahan. Dan dengan cepat deon pun membalas alex hingga alex tersungkur dan pingsan seketika.
"Kalian tidak apa-apa kan?" tanya nara yang sedari tadi menatap dari jauh.
"Tidak apa-apa bunda" ucap deon seraya berusaha bangkit.
Deon menatap sean yang tampak mengacungkan tangannya yang berdarah.
"Syukurlah kalian tak apa-apa, oh ya deon, bunda ingin bicara sebentar" ucap nara yang tiba-tiba teringat dengan status putra kecilnya itu.
"Apa bunda?"
"Bisakah kau keluar dari dunia mafia?"
Deon terdiam sejenak membuat nara menghela nafas panjang dan menatap reza dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Nak, bunda tak masalah jika kau ingin terus menjadi mafia asalkan kau terus berada di jalan kebaikan dan terus membela kebaikan"
Deon yang mendengar hal itupun seketika menatap sang bunda dan memeluknya dengan erat.
Nara pun perlahan-lahan memeluk deon. "My little mafia, semoga kau selalu berada dalam lindungannya"
Reza yang melihat keduanya berpelukan pun ikut berpelukan dengan sean yang menyusul nya.
"Semoga kita terus bersama seperti ini dan tegar menghadapi dunia ini ya"
"Tenang adik ipar, kita adalah keluarga yang sulit tuk di pecah belahkan"
"Aku berjanji pada kalian, sebagai little mafia aku akan melindungi kalian, aku berjanji bunda, papa, paman"
...TAMAT...
"Baik aku dan kau juga sama-sama tidak sempurna, tapi dengan tidak kesempurnaan ini semoga kita dapat saling melengkapi dan menjadi pasangan yang sempurna walaupun kita berdua tahu bahwa tak ada yang sempurna di dunia ini, terimakasih telah mengajarkan ku tentang pentingnya membuka mata kita, pentingnya merasakan cinta dan terimakasih karena telah menyadarkan ku bahwa di dunia ini aku tak sendiri dan masih banyak yang menyayangi ku walau tak aku ketahui. Dan terimakasih karena kau telah memberitahuku bahwa sebenarnya tak selamanya mafia itu buruk. Terimakasih atas segalanya. Aku berterimakasih for all. Love you reza mahardika" -Kinara Azura Wilnansyah