MY LITTLE MAFIA

MY LITTLE MAFIA
11



Usai jam kuliah nya selesai, deon pun langsung di jemput oleh reza. Pria berusia 29 tahun tersebut tampak menunggu deon dengan sesekali menggombali mahasiswi yang lewat.


"Berhentilah genit rez" tegur deon yang baru saja sampai di parkiran.


"Eh bos, gapapa lah tebar pesona sesekali. Siapa tau ada yang mau main kamar" ujar pria tersebut seraya terkekeh geli.


Deon yang mendengar itupun hanya tersenyum tipis dan masuk ke dalam mobil. Begitupun dengan reza. Dan mobil itupun melaju menuju markas dengan deon yang terus tersenyum membayangkan della di sepanjang perjalanan.


Usai hampir 30 menit di perjalanan, mereka pun sampai di markas. Reza tampak turun duluan dan membukakan pintu untuk pemimpin devil blood itu.


Para anak buah deon yang melihat kedatangan pemimpinnya pun langsung berbaris dan menyambut sang pemimpin.


Deon berjalan menuju sebuah ruangan dimana ia dan reza akan membahas sesuatu yang rahasia. Setelah deon dan reza masuk, ruangan itupun secara otomatis tertutup.


"Apakah ada tugas untuk mendapatkan cuan hari ini reza?" tanya deon seraya membuka sebuah buku.


"Seseorang ingin kita membantunya mendapatkan data dan menghancurkan perusahaan WN company dengan bayaran 3 triliun tuan" ujar reza dengan berbinar-binar seraya menyebutkan nominal uang yang sangat besar.


"WN company? Perusahaan terbesar kedua di dunia? Ah itu hal yang sangat mudah, tapi minta bayarannya lebih tinggi yaitu 20 triliun" ucap deon tanpa kira-kira menyebutkan nominal uang.


Reza yang mendengar itupun seketika berbinar dan menelpon seseorang di depan bos nya. Tak lupa juga ia meng-loud speaker panggilan tersebut agar bosnya bisa ikut mendengarnya.


"Selamat sore tuan star, ada apa?"


"Selamat sore juga tuan artika, jadi begini tuan saya ingin bayarannya di naikan jadi 20 triliun, apakah anda sanggup?"


Reza langsung mengutarakan keinginan deon membuat orang di seberang nya berpikir sejenak.


"Baiklah saya setuju, asalkan kalian dapat mendapatkan data penting dan menghancurkan perusahaan parasit itu dalam sekejap"


Deon yang mendengar itupun tersenyum devil dan menggerakkan tangannya agar reza mengakhiri telpon itu.


Reza yang tau dengan kode itupun mengangguk dan menyuruh tuan artika untung mengirimkan 50% bayaran mereka sebelum mereka mengerjakan apa yang di perintahkan nya.


......................


Sementara itu di tempat Nara.


"Sepertinya ada yang ingin bermain-main dengan kita nona" ucap sean yang sedang berada di ruangan IT begitupun dengan nara.


Nara hanya tersenyum tipis dan meminta sebuah kursi serta beberapa cemilan yang pedas.


Usai ada yang nara inginkan, dengan cepat nara duduk dan beraksi. Jari-jari nya tampak lincah menari di atas keyboard. Tak lupa juga senyumannya yang membuat semua orang merinding seketika.


"Wow dia ingin bermain-main denganku ternyata" gumam nara terpukau seraya meminum jus kesukaannya.


30 menit


Satu jam


Dua jam


Nara masih di depan komputer nya dengan sesekali memakan cemilannya. Baik nara maupun musuhnya sama-sama tak mau kalah.


Hingga beberapa saat kemudian nara pun menang dan melacak keberadaan sekaligus identitas orang itu. Seraya menunggu komputernya menunjukkan data yang berusaha menghancurkan perusahaannya, Nara menonton drama favoritnya.


Dan


uhuk uhuk


Seketika nara tersedak makanan yang sedang ia makan saat data tersebut muncul. Dirinya sangat-sangat tak menyangka siapa yang telah berusaha membobol perusahaannya. Begitupun dengan sean yang ikut terkejut melihat data tersebut.


Bersambung~