
"Deon bangun sayang"
Nara menggoyangkan lengan deon dengan lembut membuat perlahan-lahan sang empu pun mulai bangun dan menguap.
Nara yang melihat itu pun seketika tersenyum dan mengacak-ngacak rambut nya dengan gemas. Tak lupa juga ia mencium pipi kanan kiri deon membuat empunya tertawa geli karna rambut sang bunda yang menusuk-nusuk hidungnya.
"Uda bunda geliii" teriak deon seraya berusaha menghindari wajah sang bunda.
Namun bukannya menjauh, nara malah menggelitiki deon membuat putranya yang amat tampan itu tertawa geli karna ulahnya.
"Udah ah, kamu gosok gigi sama cuci muka sana. Bau tau" kata nara seraya menutup hidungnya membuat deon pun seketika mencium bau nafasnya sendiri.
Hahhh
"Uh bau" komentar deon pada dirinya sendiri.
Nara yang melihat tingkah deon pun tertawa dan menggeleng-gelengkan kepalanya sebelum akhirnya menggendong deon ke kamar mandi.
"Cepet cuci muka sama gosok gigi ya, bunda mau nyiapin sarapan buat kamu" ujar nara seraya pergi meninggalkan deon di kamar mandi.
Deon mengacungkan jempol nya dan melakukan apa yang di perintahkan oleh ibu negaranya.
Setelah beberapa saat, deon pun pergi ke ruang makan dan memeluk kaki sang ibu yang sedang mengolesi selai pada roti.
"Bunda aku mau loti selai coklat ya bunda" pinta deon pada sang bunda.
Nara mengacungkan jempolnya dan memberikan roti yang deon inginkan. Keduanya pun sarapan bersama sebelum akhirnya mereka pergi bersiap untuk melaksanakan kegiatan mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Selamat pagi nona" sapa sean pada nara.
Nara yang baru tiba di perusahaan pun hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju lift tanpa bersuara sedikitpun.
Sean yang melihatnya pun heran dan ingin bertanya, namun sebelum ia membuka mulut nara sudah berbicara terlebih dahulu.
Pertanyaan yang keluar dari mulut nara membuat sean heran namun mengingat kegeniusan deon, sean pun berpikir bahwa deon adalah copy paste dari ayahnya.
"Sepertinya, tetapi saya tidak tahu pasti nona. Memangnya ada apa?"
"Tadi pagi aku melihat sebuah luka gores di leher nya deon, dan aku yang curiga pun berpikir untuk mengecek cctv tersembunyi kemarin malam karna takut ada penyusup yang melukai anakku. Tapi saat ku lihat, saat itu deon pergi dari rumah setelah beberapa saat aku pergi dan ia kembali tadi subuh dengan pakaian berbeda. Apakah ada yang ia sembunyikan dariku ya kak?"
"Sepertinya kita harus menyelidiki hal ini lebih dalam nona" ucap sean yang merasa ada sesuatu yang janggal.
......................
"Om deon athu ingin bicala dengan mu" ucap seorang gadis kecil pada deon versi dewasa.
Kini deon berada di kampusnya dengan seorang gadis kecil yang tak lain anak dari teman sekampusnya.
"Bicara apa hm?" tanya deon penasaran seraya mengusap rambut gadis itu.
"Della cuta cama om, mau nda jadi pacaltu?" gadis itu tampak menyatakan perasaannya pada deon membuat deon kaget seketika.
Namun beberapa saat kemudian ia tertawa seraya mencubit pipi della dengan gemas.
"Della sayangnya om, kamu tuh masih kecil kok udah main cinta-cintaan? Tunggu kamu dewasa dulu ya sayang" ujar deon memberi pengertian walau ia sendiri tak mengerti dengan jalan pikiran gadis berusia 3 tahun setengah itu.
"Tapi della cuta cama om dan della penen om deon nunggu della dewaca cupaya della bica jadi istlinya om" kata gadis itu dengan mata berkaca-kaca.
"Iya-iya om tunggu della dewasa, della jangan nangis ya"
Bersambung~
Visual Della nih 🤩