
Kingston Company
Sean tersenyum pada paman dan ayahnya itu seolah-olah kehancuran mereka adalah suatu kebahagiaan tersendiri untuknya.
"Apa kau yang menghancurkan perusahaan ini sean kingston?" tanya tuan kingston pada putranya yang masih tersenyum. Senyum yang menurutnya tak pantas di tunjukkan tuk saat ini.
"Menurutmu bagaimana?"
Tuan kingston yang mendengar itupun memukul sang anak, namun dengan cepat di tangkis olehnya.
"Tuan Andre kingston, perkenalkan namaku adalah sean saja tanpa embel-embel kingston karena aku sendiri sudah keluar keluarga ini sejak kemat*an adikku. Bagaimana? Apakah kau terkejut? Putra yang akan kau manfaatkan tuk mengelola perusahaan ini sudah mengetahui segalanya tuan. Ah aku lupa, bukan putramu, tapi tuan sean ini sudah tahu tentang segalanya dan bahkan kini telah menghancurkan perusahaan kingston. Tapi sayang sekali, karena aku belum puas dengan hukuman yang telah kalian dapat"
Seutas senyum smirk sean tampakkan ketika melihat reaksi pria paruh baya di depannya.
Kaget? Tentu saja, kejahatan yang selama ini keluarga kingston tutupi dari seorang kingston benar-benar terungkap!! Dan tuan kingston merasa bahwa ramalan dari sosok yang pernah mengisi hatinya akan benar-benar terjadi!!
Rumit? Pasti, terlalu banyak kebohongan yang keluarga kingston lakukan membuat sean terkadang sulit tuk memecahkannya!! Tapi kini hanya ada satu yang terlintas di otak sean, yaitu balas dendam yang tak ada habisnya!!
"Oh ya tuan-tuan, saya sendiri tak akan membawa kalian menemui seorang malaikat maut, tapi saya harap kalian bisa ke gedung terbengkalai di pinggir kota karena istri kalian tengah berada disana dengan malaikat mautnya. Kalian ingin membawa polisi? Silahkan, menurutku hal itu percuma saja karena itu akan membuat hidup kalian semua lebih tersiksa di balik jeruji besi yang dingin itu. Ah rasanya aku buang-buang waktu dengan kalian, aku pamit karena saya sean harus menemui keluarga saya yang sebenarnya"
Sean langsung bangkit dari duduk nya dan pergi meninggalkan kedua pria yang masih mematung dan tak sadar dengan kepergian seorang sean. Menyesal? Sudah pasti, tapi penyesalan itu sudah terlambat karena tentu saja sean sudah tak bisa memaafkan kesalahan mereka!!
"Darimana dia tau tentang semua ini kakak?" tanya suami bibi alya pada kakak iparnya yang masih melamun itu.
"Sepertinya dari keturunan seseorang yang pernah aku sakiti dulu adik ipar, dan aku yakin masih ada beberapa hal yang dia ketahui tapi tak menyampaikannya pada kita semua"
Tuan kingston menggelengkan kepalanya pertanda mereka tak perlu melakukan hal itu.
"Sebaiknya kita pergi dari sini dan bersembunyi hingga keadaan kembali normal dan kita dapat membalaskan dendam kita dan mendapatkan keluarga kita kembali"
...----------------...
Di sebuah gedung terbengkalai
"Kalian dengar itu bukan? Suami yang kalian puji-puji itu pergi meninggalkan kalian haha"
Deon menertawakan kedua wanita yang berada di depannya. Wanita yang terus bilang bahwa suami mereka akan menyelamatkan mereka.
"Tapi tenang saja, saya akan bantu kalian agar suami kalian bersama dengan kalian. Bersama dalam penyiks44n" ujar deon dengan nada berbisik di akhir kalimatnya.
Dorr
Sebuah tembakan terdengar menggema membuat deon bersiap seketika. Sebuah asap tiba-tiba memenuhi gedung tersebut membuat deon menajamkan pendengarannya seketika.
Di balik asap tersebut, keluarlah sekelompok pria dengan satu orang yang deon kenali. Zian arshaka.
Bersambung~