MY LITTLE MAFIA

MY LITTLE MAFIA
22



Pernikahan pun di gelar dengan sederhana. Tampak beberapa klien zian tampak hadir di sana. Begitupun dengan asisten nara yang setia menemani nara walaupun masuk ke dalam kandang harimau sekalipun.


"Oh oh oh , istri yang keberapa nih bro?? Parah ya lo sekalinya tebar pesona jerat yang bening terus!!" ujar salah satu teman zian yang membuat nara tahu bahwa pernikahan ini bukanlah pernikahan pertama zian.


"Maybe lima" jawab zian dengan asal membuat temannya itupun memukul bahu zian seraya tertawa. "Tapi bro kali ini lumayan hot dan beda dari yang lain" bisiknya lagi.


Teman zian yang bernama Jonathan pun seketika tertawa. "Boleh di pinjem ga nih bro?" tanyanya yang membuat zian mengangkat kedua bahunya.


"Daripada minjem bini gue, mending lo latih anak gue" ujar zian yang membuat jona tersenyum lebar di buatnya.


"Mana?" tanyanya dengan semangat.


Zian pun langsung menunjuk pada seorang pria kecil yang tampak menampilkan wajah datarnya membuat jona dapat menyimpulkan apa yang terjadi seketika.


"Gua kesana dulu ya bro" pamit jona seraya menepuk pundak zian.


Nara yang melihatnya hanya diam tanpa berkata apapun. Baginya, pernikahannya ini adalah pernikahan yang akan sangat sulit di jalani nantinya. Apakah ia akan sanggup menjalani ini semua? Hm nara tidak yakin.


......................


"Halo bro!!" sapa jona pada deon yang menatapnya dengan tatapan tak suka.


"Ada apa?" tanyanya to the point.


"Kau pasti tak suka dengan pernikahan ini, tapi gua juga sih" ucap jona tiba-tiba membuat deon menatapnya dengan tajam.


"Kau hanya membual, kau mengatakan itu hanya karena ingin mempengaruhi ku bukan?" ketus deon yang membuat jona membelalakkan matanya dan menepuk tangannya.


"Ternyata kau bisa menebak apa yang terjadi" kekeh jona seraya tersenyum devil.


"Ikutlah denganku" lanjutnya yang langsung membuat deon meninggalkannya dengan sekejap.


Akan tetapi bukan jona namanya jika tak kehabisan akal, ia dengan segera menggendong deon dan membawanya pergi membuat deon meronta-ronta ingin di lepaskan.


......................


"Dimana putraku tuan zian yang terhormat?" tanya nara dengan tatapan tajam setelah acara selesai namun nara tetap tak melihat putranya.


"Dia hanya bermain bersama temanku" jawab zian singkat seraya membuka pakaiannya.


"Bersihkan dirimu, tenang putraku aman bersama jona" lanjutnya dengan santai.


Dengan berat hati nara melakukan apa yang zian titah membuat zian tersenyum senang di buatnya.


"Ternyata dia penurut" gumam zian seraya menatap nara yang sudah masuk ke dalam kamar lain.


Beberapa saat kemudian zian pun menyusul nara ke kamar mandi membuat nara yang melihatnya pun menjerit kaget dengan zian yang melancarkan aksinya.


......................


"Kau tau om? Aku sangat tidak menyukai tempat ini" ucap deon seraya menatap perempuan yang berada di samping jona dengan tatapan jijik.


"Ah padahal ini adalah tempat terbaik"


Deon hanya menatap datar pada jona seraya bangkit dari duduknya. Seperti nya dia bisa kabur dari jangkauan jona sekarang.


Dan benar saja, dengan tubuhnya yang kecil serta orang-orang yang berdesakkan membuat deon bisa melarikan dirinya seketika.


Ia langsung meminum pil nya menjadi versi dewasa dan berlari sekuat tenaga agar dapat meloloskan diri dari daddy serta om nya yang sangat menyebalkan itu.


"Bertahanlah ibu, aku akan menjemputmu pulang" gumam deon berjanji dalam hati.


Bersambung~