
Pertarungan yang di lakukan sean terhadap zian berlangsung dengan zian yang kalah telak dan hampir saja sean membunuh zian jika handphonenya itu tak berbunyi.
Sean dengan cepat merogoh ponselnya dan membiarkan zian yang telah pingsan karena di hajar nya.
"Ada apa?"
"…"
"APA? BAGAIMANA BISA? SAYA AKAN SEGERA KESANA SEKARANG"
Sean dengan terburu-buru langsung meninggalkan rumah tersebut dan pergi ke rumah sakit yang cukup jauh dari sana dimana rumah sakit tersebut sedang merawat nara yang berencana bvnvh diri.
Dengan kecepatan di atas rata-rata, sean dapat sampai di rumah sakit tersebut dengan waktu yang singkat.
"Dimana dia?" tanya sean pada anak buahnya dan anak buah deon yang berjaga disitu.
"Sudah di ruang perawatan bos, mari saya antar"
Sean berjalan mengikuti anak buahnya hingga masuklah sean ke dalam sebuah ruang rawat vip.
Sean berjalan mendekati nara yang sedang tertidur karena obat bius dan mengelus wajahnya yang cantik meski ada berbagai luka dari sana.
"Bagaimana bisa dia bvnvh diri seperti ini? Dan bagaimana keadaan nya?" tanya sean pada anak buahnya yang sedang berdiri di belakangnya.
"Begini bos…"
Flashback sesudah sean pergi
Setelah tak ada orang di kamarnya, nara benar-benar terpuruk dan menganggap semua orang telah menjauhinya karena kebodohannya dalam percintaan.
Nara dengan langkah yang pelan berjalan menuju balkon dengan maksud untuk menenangkan diri.
"Arghh Tuhan kenapa ujian dalam percintaan ku sangat banyak Tuhan, tak puas kah kau mempermainkan hidupku? Atau apakah aku yang memang sangat bodoh menjalaninya? Huaa Tuhan, aku sudah tak sanggup... aku ingin menyusul orang tua ku saja tuhan" teriak nara diiringi tangisannya sebelum akhirnya ia lompat dari balkon lantai dua.
Para anak buah sean dan deon yang sedang makan siang pun bergegas pergi untuk melihat nara karena teriakannya seolah-olah akan bvnvh diri.
Dan benar saja, nara sudah bersimpah darah dengan selangkangannya yang mengalami pendarah dan kepalanya yang terkena batu.
Para anak buah sean dan deon dengan sigap membawa nara ke rumah sakit dan menghubungi sean. Apakah deon ikut di hubungi? Jawabannya adalah tidak karena anak buah deon yang melarangnya, alasannya adalah karena deon sedang bertempur di negara lain dan kemungkinan akan pulang dalam jangka waktu paling cepat 3 hari.
Flashback off
"Dan untuk keadaannya, tuan dapat menanyakan langsung dengan dokternya" ucapnya.
Sean menganggukkan kepalanya dan pergi menemui dokter. Sedangkan anak buah yang tadi bersama sean bertugas menemani nara karena takut hal yang tidak-tidak.
Di ruang dokter
Sean duduk di depan dokter tersebut dengan wajah yang cukup tegang karena penjelasan dokter tersebut. Bagaimana tidak coba? Kondisi nara amat-amat parah!!
Ada beberapa bagian tubuh nara yang patah, cedera di bagian kepala, dan yang paling parah adalah nara yang harus kehilangan janin di perutnya!!
Sean memijit kepalanya yang cukup pening dan keluar dari ruang dokter tanpa sepatah kata apapun. Sean pergi menuju tangga darurat dan menumpahkan kesedihannya disana.
Baginya, walau janin yang di kandung nara bukan anaknya, sean tetap akan menganggap bayi tersebut adalah putranya karena berasal dari rahim wanita yang amat di cintai nya.
Tapi sekarang? Sean harus kehilangan janin yang tak berdosa itu karena nara yang cukup b0d0h dalam bertindak.
Sean menghela nafas kasar dan mengusap wajahnya. Andaikan saja deon tau, bagaimana reaksinya?
Bersambung~