MY LITTLE MAFIA

MY LITTLE MAFIA
40



Taman


Reza dan nara berjalan dengan tangan yang saling menggenggam menuju sebuah tempat yang berada di taman itu.


Sederhana tapi sangat menampilkan kesan romantis, begitulah tempat yang reza hias sedemikian rupa sehingga membuat nara terpana dibuatnya.


"Kau suka nara?"


Nara menganggukkan kepalanya dan terus menatap ke sekeliling tempat itu.



"Tempatnya bagus, kau pintar menghias nya kak" ucap nara yang tampak terpesona dengan tempat itu.


Reza tersenyum kemudian menarik salah satu kursi dan mempersilahkan nara tuk duduk.


Nara yang diperlakukan seperti itupun sangat terharu dan duduk di kursi tersebut. Reza, pria di depannya itu sangat-sangat membuatnya tersadar bahwa banyak orang yang mencintai dirinya dan bahkan reza juga menyadarkannya bahwa seseorang akan bahagia di tangan orang yang tepat dan orang yang tepat tuk nara adalah reza sendiri!!


Keduanya pun saling terdiam dengan nara yang masih terharu dengan perlakuan reza dan reza yang memikirkan rangkaian kata-kata yang sangat pas tuk nara.


dor


Suara tembakan di taman tersebut membuat keduanya tersadar dan reza pun dengan cepat menyembunyikan nara di belakang tubuhnya.


Sedangkan nara? Wanita itu masih terkejut dengan suara tembakan tersebut.


"Tuan reza mahardika, pewaris utama dari keluarga mahardika yang pergi karena tak mau di jodohkan. Dan mirisnya kini dia harus menjalani kisah asmara dengan kinara azura wilnansyah, seorang janda beranak dua yang tak becus menjaga anaknya hingga salah satu anaknya sudah tiada"


Suara pria yang reza sangat kenali membaca biodata reza dengan lugas dan datarnya membuat reza menggertakkan giginya.


"Tuan alex pramana, saya tau itu engkau, tunjukkanlah dirimu karena saya sendiri tak suka dengan orang yang berbicara di balik semak-semak"


Baru saja reza berbicara, seorang pria dengan wajah sangar keluar dari sebuah pohon membuat reza semakin was was di buatnya.


"Ternyata kau sangat kenal dengan musuh mu ya tuan reza"


Pria itu tersenyum sinis pada reza membuat reza memasang wajah datarnya karena ia sendiri sangatlah malas tuk menghadapi musuhnya yang satu itu.


Dan matanya berfokus pada buah dada yang cukup menggoda membuat alex tersenyum nakal pada nara.


"K-kak aku mau pulang" lirih nara yang risih di pandangi seperti itu.


Reza yang mendengar hal itupun menganggukkan kepalanya dan mengeluarkan pistolnya dengan perlahan-lahan.


"Berlari lah kebalik pohon itu sayang dan sembunyilah disana, aku akan berusaha melindungi mu dari sini" bisik reza yang mulai bersiap.


Dan dengan cepat nara pun lari dan menghilang di balik pohon itu meninggalkan reza yang berlawanan dengan puluhan orang sekaligus.


"Apa kau kira wanita itu kan selamat? Dan kau kira kau juga kan selamat hah? Semuanya serang dan tangkap wanita itu" titah alex dengan senyum mengejeknya.


"Mereka berdua kan selamat karena ada aku yang akan melindungi mereka" ucap deon yang tiba-tiba berada di sana.


Reza yang melihatnya pun tersenyum tipis dan mulai menyerang dengan reza yang melindungi nara di balik pohon.


dor


dor


dor


Suara tembakan terjadi dengan kerasnya membuat nara menutup telinganya seketika.


"Papaa bawa bunda pergi" teriak deon yang merasa bahwa taman itu tak aman tuk keberadaan sang bunda.


Reza yang mendengar itupun langsung menarik nara dengan lembut dan berlari secepat mungkin menghindari kejaran dari orang-orang suruhan alex


Bersambung~



Bayanginnya gitu aja yah🤓


Janlup komen & jejaknya 💃