
Nara menggaruk tengkuknya yang tak gatal namun di detik kemudian handphone milik nya berdering membuat nya menghela nafas karena telah terselamatkan.
"Saya izin mengangkat telpon dulu ya nyonya, tuan"
Nyonya artika menganggukkan kepalanya.
Beberapa saat kemudian.
"Saya izin pamit ya nona, putra saya tiba-tiba pingsan. Oh ya, tolong rahasiakan dari deon bahwa rumah sakit ini milik saya ya nyonya"
Nyonya artika yang mendengar permintaan aneh dari nara pun heran namun ia tetap menganggukkan kepalanya.
'Mungkin ia ingin anaknya hidup sederhana' batin nyonya artika berusaha berpikir positif.
......................
"Masih sakit?" tanya nara pada deon seraya mengusap-usap kepalanya.
Kini keduanya masih berada di kantor polisi karena deon yang tiba-tiba pingsan.
"Pusing bunda" lirihnya.
Deon mendungsel manja di perut sang ibu sebelum akhirnya keduanya pulang ke rumah.
Di mobil.
"Bunda maafin aku yah udah bikin bunda repot" cicit deon memecahkan keheningan.
"Gapapa kok sayang, tapi jangan di ulang lagi yah"
Deon menganggukkan kepalanya dan meminum pil yang membuatnya kembali menjadi anak kecil.
"Bunda"
Lagi-lagi deon memecahkan keheningan, namun bedanya kini ia berwujud seperti anak kecil.
"Apa cayang?" sahut nara yang masih fokus dengan jalanan.
"Pengen main dulu boleh?" tanyanya dengan ragu-ragu.
Nara pun tersenyum pada deon sebelum akhirnya menghentikan mobilnya di sebuah pasar malam.
"Main di pasar malam mau?" tanya nara pada deon seraya memberi kode lewat lirikan matanya.
Seketika deon pun tersadar dan meloncat riang. Pasar malam!! Tempat yang ia impikan tuk di kunjungi nya bersama sang bunda!!!
"Ayo pangeranku" ucap nara yang membuat deon tersenyum senang dan turun dari mobil.
Keduanya berjalan dengan menggenggam tangan satu sama lain memasuki pasar malam yang tampak ramai.
"Mau main apa nak?" tanya nara pada deon.
Seketika deon pun menunjuk kepada salah satu wahana yang penuh dengan jeritan.
Nara yang menoleh ke arah yg di tunjuk deon pun berusaha menelan salivanya. Jujur saja, ia takut untuk naik wahana itu!!!
"Sayang, kamu masih kecil. Ga boleh naik wahana itu, mending kita naik wahana lain aja yah" nego nara pada sang anak.
"Nda mau bunda, eon pengennya main itu" keukeuh deon yang membuat nara mau tak mau mengikuti keinginan putra sulungnya.
"Baiklah, sebentar ya. Bunda mau pesan tiket dulu" putus nara pada akhirnya.
Deon menganggukkan kepalanya dan tersenyum seraya menatap sang bunda yang tengah berbaris memesan tiket.
Setelah merasa aman, deon pun mengambil ponselnya dan perlahan-lahan pergi dari sana.
Karena sibuk sendiri dengan ponselnya, deon pun tanpa sadar menabrak seseorang. Kedua orang itu saling pandang dengan sejuta pertanyaan di benak mereka.
Namun beberapa saat kemudian deon pun tersadar dan pergi meninggalkan pria itu.
Pria yang di tinggalkan seperti itupun menatap deon dengan tatapan yang tak bisa di artikan sebelum akhirnya dia pergi dari tempat itu.
......................
"Carikan aku informasi tentang anak yang menabrakku di pasar malam tadi" titah pria yang tadi bertabrakan dengan deon pada asistennya yang sedang mengendarakan mobil.
"Memangnya ada apa tuan? Tumben sekali anda kepo dengan seseorang yang baru saja anda temui" heran sang asisten.
Pria yang bernama zian arshaka pun menghela nafas kasar dan menyandarkan punggungnya seraya membayangkan kejadian beberapa tahun silam.
"Aku curiga bahwa anak tadi adalah anak hasil malam kelamku bersama perempuan itu 5 tahun silam"
Bersambung~
Baby nya bunda Nara nih😍 Jangan lupa hadiah sama komennya ya say🔥