MY LITTLE MAFIA

MY LITTLE MAFIA
38



Zian terdiam mendengar ucapan sang putra. Sedangkan deon yang melihat itupun tersenyum sinis dan pergi dari sana meninggalkan zian bersama sean.


Zian yang tersadar ketika deon sudah pergi pun menatap sean yang tampak sedang memainkan pisau miliknya.


"Ada apa?" tanya sean tanpa menoleh pada zian.


"Mengapa kau menyakiti keluarga mu sendiri?"


Zian bertanya seperti itu membuat sean tertawa terbahak-bahak seketika.


"Lantas bagaimana denganmu? Menyakiti anak, istri pertama dan istri kesekian. Apakah kau sadar dengan apa yang kau ucapkan tuan zian arshaka?"


Skakmat


Ucapan sean membuat zian terdiam dan pergi meninggalkan gedung tersebut bersama anak buahnya. Sedangkan sean? Ia terus menggoreskan pisau tersebut pada kedua wanita yang selama ini bertopeng dua.


srek


"Aaa"


Bibi alya berteriak karena kulitnya yang tergores oleh pisau yang berada di tangan sean. Sedangkan nyonya kingston? Wanita itu tampak tak berkutik karena ia sendiri sangat ingat dengan wanita yang tak lain adalah saudari kembarnya yang ia sakiti hingga tiada.


"Come on bibi, jangan berteriak. Suaramu itu sangat berisik. Lagipula diriku tak akan mengotori tanganku dengan menghab1s1 kalian"


Ucapan sean membuat secercah cahaya dan harapan di mata nyonya kingston dan bibi alya tumbuh seketika dan senyum pun terbit di kedua wajah itu.


"Tapi anakku lah yang akan menghab1s1 kalian perlahan-lahan" ujar sean dengan senyum yang sulit tuk di artikan.


drrrtt


Deon


Paman, bawa mereka ke l1


Aku menunggu bersama peliharaan ku


Dengan tak sabarannya, sean membuka tali yang mengikat bibi alya dan nyonya kingston menggunakan pisau membuat tangan mereka tergores dan mengeluarkan darah segar.


"Awss" ringis keduanya yang membuat sean kembali tersenyum sinis.


"Rasa sakit kalian melebihi rasa sakit adik saya nyonya-nyonya, dan bukankah saya baik karena telah melepaskan kalian?"


"A-apakah kau benar-benar melepaskan kami?" tanya nyonya kingston dengan senyum penuh kemenangan karena merasa bahwa omongan saudari tirinya itu tak kan terjadi sama sekali.


Sean menganggukkan kepalanya dan menyuruh agar kedua wanita itu lari dari gedung ini secepat yang mereka bisa. Sedangkan dirinya akan menunggu permainan selanjutnya.


Dengan percaya kedua wanita itupun turun dari lantai 2 menuju lantai satu.


"Halow" sapa deon dibawah seraya mengelus sosok makhluk yang mampu membuat kedua wanita itu gemetaran di tempat.


"Baby, lihatlah kedua wanita itu baby" titah deon pada sosok makhluk tersebut.


Makhluk yang tak lain sebuah beruang buas pun seketika menoleh ke arah kedua wanita itu dan...


"Serang keduanya karena mereka telah menyakiti keluarga ayahmu dan keluarga ku"


Satu kalimat yang sangat jelas terdengar di ruangan tersebut dan tanpa aba-aba beruang tersebut menyerang kedua wanita itu meninggalkan deon dan sean yang menikmati pertunjukan tersebut.


"Walau aku masih belum puas, tapi bagiku mereka juga berhak tuk menderita lebih lama lagi" ujar sean yang terus menyimak.


Deon yang mendengar hal itupun menganggukkan kepalanya pertanda setuju dan bangkit dari duduknya.


"Lebih baik kita mengerjakan misi selanjutnya paman" ucap deon yang mempunyai misi tuk menghab1s1 sebuah keluarga yang terkenal akan kelicikannya dalam berbisnis dan bahkan keluarga tersebut lah yang mengganggu pergerakan deon dalam dunia mafia dan sean di dunia bisnis.


"Baiklah, ayok pergi"


Bersambung~