
Di mall
Zian menggenggam lembut tangan nara yang tampak bahagia di bawa jalan-jalan ke mall.
"Kita akan kemana tuan?? Mengapa kita berpegangan tangan?" Nara terus bertanya membuat zian yang berada di sampingnya memutar bola mata malas.
"Kita akan pergi berbelanja, kau tau? Pakaian ku sudah jelek semua"
Nara yang mendengar jawaban zian pun hanya ber-oh ria walau dalam hatinya kecewa dengan jawaban zian.
Sesampainya di toko pakaian, zian menyuruh nara untuk memilih baju untuknya sebagus mungkin membuat nara terkejut dan senang di buatnya.
Kapan lagi coba milihin pakaian baru buat suaminya itu?
Setelah setengah jam berada di toko baju, keduanya pun pergi menuju restaurant italia yang berada tak jauh dari toko pakaian tersebut.
Sesampainya di sana, zian menyuruh nara memesan makanan semau nara membuat nara semakin senang di buatnya.
Wajah murung nara ketika berada di rumah menghilang seketika berkat hal-hal kecil yang di berikan oleh zian.
Sambil menunggu pesanan mereka, zian memutuskan untuk bermain ponsel dengan nara yang ia berikan ponsel yang sudah di rancang khusus olehnya.
Tiba-tiba seorang wanita perawakan tinggi datang menghampiri mereka dan ikut bergabung bersama mereka.
"Halow honey, sudah lama ya kita ga bertemu. Apa kabarmu?" tanya wanita cantik itu basa-basi dengan zian.
"Baik, lu?" balas zian dengan nada tak suka membuat nara menatap mereka berdua dengan tatapan heran.
"Baik juga honey, kamu kesini dengan siapa?" tanyanya lagi yang di jawab dengan tunjukkan jari oleh zian.
"Siapa dia honey?"
"Dia istriku, sudah jangan banyak tanya lagi. Lebih baik kau pergi atau aku panggilkan security tuk mengusirmu?" ujar zian yang membuat nara melayang ke langit seketika.
Wanita itu tampak menatap tak suka pada nara. "Berdiri kamu" titahnya yang membuat nara berdiri seketika.
Nara yang tak terima pun membalasnya dengan tarikan yang lebih kuat membuat zian terkejut seketika.
'Ternyata dia tak selemah itu' batin zian.
Zian yang melihat pertarungan keduanya sangat sengit pun memutuskan untuk memisahkan mereka berdua.
"Kau zelin, pergi dari sini" usir zian yang membuat nara tersenyum penuh kemenangan dengan zelin yang masih menampilkan aura permusuhan pada nara.
"Tunggu saja aku akan membalasmu" ucap zelin sebelum akhirnya benar-benar pergi meninggalkan mereka berdua.
Nara hanya menatap datar pada zelin dan di susul oleh zian yang tampak sedikit perhatian di bandingkan sebelumnya.
Zian sendiri merasa heran akan dirinya sendiri. Mungkinkah dia jatuh cinta pada seorang nara yang menurutnya lemah?
Batin zian terus berperang membuat nara yang melihatnya melamun langsung dengan berani menggenggam tangan zian.
Sejenak kedua terdiam dengan tangan yang saling menggenggam satu sama lain hingga akhirnya makanan mereka datang dan keduanya pun menikmatinya.
...🔥🔥🔥...
Setelah puas mengelilingi mall, akhirnya nara dan zian pun pulang menuju mansion.
Di sepanjang jalan, nara dan zian sama-sama terdiam. Hanya suara musik dan juga angin malam yang menemani keduanya.
Hingga sampailah keduanya di jalan yang cukup sunyi dan mampu membuat bulu kuduh merinding.
Nara memejamkan matanya berharap mereka dapat melewati jalan itu dengan secepat mungkin. Akan tetapi decitan rem serta badan yang terdorong ke depan membuat nara membuka matanya dan terkejut dengan apa yg terjadi.
"Keluarkan nona kinara atau kalian berdua akan mati di tanganku"
Bersambung~