MY LITTLE MAFIA

MY LITTLE MAFIA
16



"Bunda mau belangkat kelja kah?" tanya deon pada nara yang tampak santai memakan makanannya.


"Ngga lah, bunda mau nemenin putra bunda. Buat kerjaan kan bisa secara online baby. Kenapa emangnya? Ada masalah kah?" tanya nara heran sekaligus curiga pada anaknya itu.


Deon hanya menggelengkan kepalanya dan melanjutkan sarapannya.


Usai sarapan, deon mengajak nara untuk berenang di kolam belakang. Dan nara pun langsung menyetujuinya.


Byurrr


Deon melompat ke dalam kolam dengan riangnya di susul oleh nara yang nampak riang. Keduanya bermain air hingga badan deon menggigil kedinginan. Nara yang melihatnya pun tak tega dan mengangkat sang anak.


"Are you okey baby?" tanya nara khawatir.


"Dingin bund"


Deon menjawab dengan bibir yang pucat serta badan yang bergetar membuat nara seketika menggendongnya menuju kamar sang putra.


Dengan telaten nara mengganti dan memandikan deon sebelum akhirnya deon pun terbaring di atas ranjang dengan badan yang dingin dan pucat.


"Sebentar ya baby, bunda mau telpon dokter dulu" ujar nara sebelum akhirnya pergi menelpon.


Deon yang melihat sang bunda fokus menelpon pun langsung mengambil ponsel salah satu pelayan dan menghubungi reza berharap reza dapat membantunya.


Setelah itu, deon pun kembali berbaring dengan harapan bahwa reza dapat membantunya.


"Selamat siang tuan muda" sapa dokter yang di panggil oleh nara.


Deon yang melihat keberadaan dokter itupun seketika melongo karena belum 5 menit bundanya menelpon dokter itu kini sudah berada di mari.


"Tolong periksa putra ku dok" titah nara dengan nada khawatir.


Dokter itu menganggukkan kepalanya dan memeriksa deon dengan teliti.


"Hanya demam biasa nona, cukup berikan obat ini 8 jam sekali serta banyak istirahat dan saya jamin tuan muda akan cepat sembuh" ujar dokter itu seraya memberi resep.


Nara menganggukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih pada dokter itu sebelum menyuruhnya pergi bersama pelayan yang mengantarnya.


Usai memastikan deon benar-benar sudah terlelap, nara pun turun dari ranjang deon. Namun tiba-tiba pandangan nara tertuju pada ponsel yang berada di samping deon tepatnya di bawah selimutnya.


Segera nara ambil ponsel tersebut dan membukanya.


jedarr


Nara mendapati sang anak chat seseorang yang kemungkinan besar adalah asistennya di dunia mafia. Rasa sesak pun memenuhi dada. Apakah putra kesayangannya itu akan mengingkari janjinya? Apakah sang anak menganggap dirinya itu adalah seorang penculik?


Nara hanya bisa menghela nafas panjang dan mengelus dada, menambahkan kesabaran yang ada di dalam dirinya tuk hadapi tingkah putranya itu.


Nara menatap putranya yang terlelap dan mengelus rambutnya sebelum akhirnya pergi dari kamarnya.


"Bii" panggil nara pada salah satu pelayan paruh baya yang melintas.


"Iya nona?"


"Kumpulkan seluruh pekerja di taman, ada yang ingin saya bicarakan"


......................


"Tuan, apa kita sergap mansion itu sekarang?" tanya arga pada zian yang sedang fokus dengan laptopnya.


"Tunggu wanita itu pergi dan kita sergap mansion itu" ujarnya tanpa mengalihkan pandangannya.


"Lah kenapa tuan?" Arga langsung heran dengan tuannya itu. Apakah dia takut akan melukai wanitanya itu?


Ya, arga menganggap nara itu adalah wanita dari sang tuan karena ia yakin sekali, wanita itu pasti bisa menaklukkan deon. Walau nanti pasti ada wanita lain yang terluka, tapi arga yakin bahwa nara lah yang terbaik.


Bersambung~



Mass Arga nih bund, cocok ga jadi suami author?🤭 JANGAN LUPA KEMBANG SAMA KOMENNYA YA SAY🤗❤️🔥