
"Moon Goddness!" Aku melepaskan pelukan. Aku terkejut ketika dia sudah ada di belakangku. Walaupun, sorot matanya tidak menyeramkan tapi tetap saja. Aku terkejut karena rasa malu yang teramat dalam.
"Siapa pria ini?" Dia bertanya, sedangkan matanya melihat Alucard.
"Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud menyakitimu." Entah kenapa aku malah meminta maaf pada Moon God. Seharusnya, aku memperkenalkan Alucard padanya. Akan tetapi, mulutku seakan terkunci dengan sendirinya. Apakah karena aku merasa sebagai pengkhianat. Karena Moon God lah yang telah memperkenalkan dan menyatukanku dengan Zilong.
"Aku bertanya tentang pria ini? Kenapa kamu malah meminta maaf padaku?" Dia berkata dengan nada datar.
Aku melihat rambutnya terurai panjang dengan gaun putih yang sangat aku sukai. Namun, sekarang aku seperti tengah diinterogasi olehnya. "Maafkan aku, aku minta maaf!" Kataku sembari tertunduk. Bukan hanya karena malu, tapi aku tidak bisa melukai, Orang telah aku anggap sebagai seorang Raja.
Moon God mendekat, dia merangkul seraya mengusap punggungku. "Aku tidak akan menghakimimu, Miya Shuzuhime! Bicaralah, pasti ada alasan kenapa kamu bisa berbuat sesuatu yang membuat semua orang terluka!"
Aku semakin membenamkan kepalaku di atas bahunya. Aku tahu, kenapa dia berkata kalau perbuatanku akan melukai bangsaku sendiri. Karena mereka sangat menyanyangi Zilong. Dia panglima perang yang paling bisa diandalkan. Mereka pasti sedih ketika aku menjalin hubungan bersama Alucard.
"Maafkan aku! Maafkan aku yang tidak bisa mengendalikan diri dan setia pada sumpahku sendiri!" jawabku seraya mengalihkan pandangan pada Alucard.
Dia melihatku dengan tatapan tidak suka. Kemudian dia berbalik dan memunggungiku. Apa yang tengah dia pikirkan? Apa dia sakit hati akan pembicaraanku bersama Moon God.
"Sudah jangan merasa bersalah. Aku tahu kamu melakukan hal ini, pasti ada alasan kuat yang bisa kita bicarakan!" ucapnya. Seperti biasanya dia berbicara bijak.
"Banyak hal yang tidak aku perkirakan sebelum! Aku datang bersama Nana ke pantai selatan, bersama kita mencari Alucard. Namun yang terjadi adalah Zilong sudah menjadi kekasih Kadita. Aku sangat terluka sampai sekarang. Tetapi, kedatangan Alucard bisa membalikkan kedaan hariku yang tengah kacau. Beberapa kali dia menyelamatkanku!" Jelasku padanya. Ketika aku berbicara moon God terus memandangiku aku tahu dia melakukan hal itu untuk memastikan kalau aku tidak berbohong.
"Baiklah, aku mengerti pada pembicaraanmu kali ini. Apa Zilong tidak ingin bersama kita lagi?" Dia bertanya.
"Aku sudah mengajaknya, tapi dia tidak mau mendengarku. Malahan dia menyerangku tanpa rasa peduli sedikitpun!" Aku berkata sembari menitikkan air mata. Aku sudah tidak sanggup lagi untuk berucap.
"Sabarlah, Miya! Aku tahu kamu tidak akan melakukan hal yang melanggar batas. Perkenalkan pria yang telah mengisi hatimu. Perihal Zilong, kita simpan dahulu. Sampai keadaan membaik." Moon God berbalik melihat pada Alucard yang masih membelakangi kami berdua.
"Alucard!" Aku memanggilnya, namun dia diam bergeming.
Aku menggelengkan kepala. Aku tahu, dia akan berbalik apabila aku menyebut namanya dengan panggilan yang dia sukai. "Sayang, mendekatlah!"
Benar saja dia berbalik secepat mungkin, walaupun wajahnya masih terlihat sendu. "Iya ... ada yang bisa aku bantu!" jawabnya seraya mendekati kami berdua.
Tingkah Alucard mampu membuat Moon God yang terbiasa mengulas senyuman sekilas saja, kini tertawa sembari menutupi mulutnya dengan tangannya yang lembut.
"Baru kali ini, aku bertemu Hero yang terlihat dingin tetapi kamu mempunyai jiwa yang humble. Selamat datang di Moon Elf, kalau anda tidak keberatan kamu bisa tinggal bersama warga di sini. Sebelum kami membangunkan rumah untukmu!" Sepertinya Moon Elf menyukainya. Aku merasa tenang, kalau Alucard diterima olehnya. Setidaknya dia bisa membantuku untuk menjelaskan duduk perkara cintaku yang kadas bersama Zilong.
"Atas nama bangsa pemburu aku memohon maaf atas kelancanganku mencintai salah seorang pengikutmu. Sungguh, bukan dia yang bersalah. Hanya saja aku datang pada saat yang tepat. Mungkin kalaulah aku datang ketika dia masih bersama Kekasihnya, aku tidak akan ada di sini!" tandasnya menjelaskan dengan detail.
Aku menatap lagi pada Alucard. Kenapa dia berkata seperti itu. Aku sangat takut, apabila perkataannya bisa menyinggung Moon God.
Moon God tersenyum pada Alucard, "Memang kamu datang pada waktu yang sangat tepat. Aku sangat berterima kasih untuk hal ini. Karena kamu telah menjaga keselamatan Miya, sampai dia bergabung lagi di sini!"
Aku terkejut ketika tiba-tiba, Alucard menarik tanganku sampai aku menabrak lengannya. "Moon God, aku tidak akan menunda-nunda rasa cintaku pada Miya. Atas persetujuanmu aku memohon agar aku diizinkan untuk melamar dan menikahinya!" Kemudian dia berlutut di depan kami berdua. Sedangkan, tanganya masih saja mengenggam tanganku.
Perlahan aku mengikuti apa yang dilakukan olehnya yaitu berlutut di depan Moon God sembari menundukkan wajah.
"Apabila itu sudah menjadi keputusan kalian aku akan membantunya, tapi ingat menikah itu bukan perkara antara suka dan tidak, tapi lebih dari itu. Dengan menikah berarti kalian telah berikrar agar kalian satu sama lain harus saling peduli dan mengerti akan kekurangan kalian berdua. Akan banyak badai yang akan lalui. Semoga kalian bisa melewatinya seraya menggenggam tangan seperti ini!" ucap Perempuan cantik yang tidak akan pernah berubah menjadi tua meski usianya telah ratusan tahun.
Dia tidak pernah menikah, ataupun bersama dengan seorang pria. Dia tidak bisa menikah ataupun melabuhkan cinta pada seorang pria karena apabila itu terjadi dia akan berubah menjadi mahluk Elf biasa yang bisa mempunyai keturunan dan berakhir tua. Entahlah apakah dia pernah mencintai seorang pria atau tidak.
"Terima kasih, Moon God. Kami sangat senang mendengarnya!" ucapku seraya membungkukkan setengah tubuhku yang masih berlutut.
"Namun, ada satu sarat yang harus kalian penuhi."
"Syarat apa? Apapun syaratnya aku akan menjalaninya, karena aku sangat mencintainya!" tegas Alucard.
Ketika dia berkata seperti itu, aku tidak tahu, dalam perutku kini seperti ada ribuan Kupu-kupu menari indah.
"Bangunlah dahulu!" pinta Moon God.
Kami berdua bangun, kemudian berdiri tegak di depannya.
"Kalian tidak bisa tinggal satu atap bersama. Dan ketika memasuki gerbang Moon Elf kalian harus berbicara pada semua, apabila hubunganmu bersama Zilong telah berakhir dan kalian ingin hidup bersama! Itu saja syarat yang harus kalian jalani!" Moon God menepuk bahuku sembari berbisik di dekat telinga, "jaga dia, Miya. Jangan sampai mahluk lain mengambilnya darimu. Karena pesona gesture tubuhnya bisa melelehkan hati seorang perempuan!" Setelah mengingatkan aku, dia pergi meninggalkan kami dengan kecepatan tinggi.
"Terima kasih, Moon God! Aku pastikan untuk menjaga hatinya!" Aku berkata sendiri karena sebelum aku menjawab moon God telah jauh meninggalkanku.
"Hai, calon Istriku. Apa kamu bahagia setelah Moon God merestui kita berdua?" tanyanya sembari memelukku dari belakang.