Miya Alucard

Miya Alucard
Sumpah Sang Hero Sejati



Alucard berlari pada pria setengah monster sembari mengusung pedangnya. Gerakan cepatnya mampu memundurkan monster yang terlihat lebih besar dari yang lainnya. Beberapa kali dia menebaskan pedangnya. Tepat di perut Sang Monster. Aku segera keluar sembari membawa busur.


Aku melihat ruangan begitu besar, walaupun ruangan ini, di dominasi warna silver dan hitam. Aku masih menunggu dan menjaga kondisi Alucard yang tengah bergelut dengan monster paling besar. Saking besarnya, Alucard terlihat kecil walaupun membawa pedang. Jiwa pemburunya terus berkecamuk, dia melawan monster itu tanpa ampun.


Beberapa kali monster paling kuat itu, terkecoh oleh gerakan Alucard. Namun, dia masih tetap tangguh. "Siapa kalian?" Dia bertanya pada Alucard tanpa menghentikan pertarungan.


"Untuk apa kamu mengetahui tentang kami. Dari gerakan kami, sudah cukup memperkenalkan diri!" Seru Alucard sembari maju mendekat.


Kilatan cahaya dari pedang Alucard terus menerangi kamar besar ini. Monste itu meraih senjatamya berupa tongkat yang sangat panjang.


Meskipun, Beberapa kali dia menebas pada bagian tubuh monster ini. Namun, tetap saja tidak berhasil. "Siapa kamu?" Dia bertanya dengan kondisi dada yang turun naik.


" Aku adalah Makhluk misterius yang tersembunyi di Imperial Sanctuary. Aku melambangkan kekuatan, kemenangan, dan kehancuran. Aku Sang Sanctuary Lord yang memiliki kekuatan luar biasa untuk menganugarehi seluruh makhluk di hutan ini. Aku mempunyai pasukan dan  kekuatan besar, membuatku abadi."


Aku baru ingat, dahulu Zilong pernah bertarung dengannya,tapi dia mengalami kekalahan yang sangat telak. Katanya apabila monster yang berbentuk kura-kura bergabung nantinya akan berubah menjadi makhluk yang lebih mengerikan yang biasa kita sebut dengan Lord. Penguasa hutan yang tak bisa dikalahkan dengan senjata saja. Saking kuatnya Sanctuary Lord, Zilong menyebutkan bahwa tidak ada yang dapat dibandingkan dengannya. Bahkan hanya petarung paling pemberani yang dapat berlindung darinya hanya dalam waktu yang singkat.


Aku tidak tahu, apakah Alucard mampu mengalahkannya karena setahuku apabila monster ini bisa dimatikan atau dikuasai, mereka bisa membantu apabila ada pertempuran. Mereka bisa menjadi kawan terbaik. Aku sangat berharap Alucard bisa mengalahkannya.


"Oh, jadi kamu adalah raja para Monster! Bagaimana kalau aku mengalahkanmu. Apakah kamu akan mengabdi padaku!" Ejek Alucard yang membuat geram Monster terbesar itu.


Dia seperti terpancing untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya. Alucard terus meloncat ketika sang Monster memukul dengan senjatanya. Aku ikut terhempas ketika dia memukul lantai. Aku pun ikut meloncat mencari tempat yang aman dari serangannya yang sangat kuat.


"Kamu sangat jago memainkan alat yang sangat besar itu? Pantas saja tubuhmu layak seperti sapi gemuk." Alucard mengejek dia lagi. Aku tidak tahu, untuk apa dia terus memprovokasi raja monster itu.


Dugh!


Pukulan kembali terdengar ketika dia disebut sapi gemuk. Sepertinya dia tidak terima akan penghinaan ini. Ketika dia tengah dikuasai amarah, gerakkannya menjadi tidak beraturan saking kesal, dia lupa untuk berkonsentrasi. Aku melihat Alucard mendekat dan menusuk punggungnya, hingga terbelah. Namun, setelahnya belahan itu tersambung lagi.


"Bedebah, kamu memancing kemarahanku, hingga aku lupa untuk membunuhmu!" Sesalnya sembari mengayunkan kembali senjata.


Aku melihat monster itu, tumbang seketika. Namun, kali ini aku tidak boleh terkecoh oleh para monster yang bisa bangun lagi. Mereka bisa bangun lagi, apabila telah menyelesaikan misinya.


"Tembakan panahmu, sampai menembus jantungnya. Kemudian biarkan dia menjadi penolong kita. Karena setahuku monster ini tidak pernah ingkar janji!"


Aku melesatkan panah tepat di jantungnya. Dia bergerak seperti tengah kesakitan. Aku tidak menyangka kalau monster itu ternyata bangun lagi, aku kira monster itu sudah mati ternyata tidak. Memang benar apa yang dikatakan oleh Alucard ketika kita bisa mengalahkan monster itu, maka akan menjadi keuntungan kita di kemudian hari.


Aku melihat dengan kepalaku sendiri, bagaimana semua luka yang ada di tubuh Monster tersebut menjadi hilang entah ke mana, seperti tidak pernah mengalami luka sedikitpun. Perlahan monster itu bangun dan dia berkata, "apa yang harus aku lakukan untuk membantumu!" Ujarnya sembari menatap Alucard dengan bola mata yang menakutkan.


"Aku menginginkan kesetiaan darimu. Aku hanya ingin, ketika kami tengah kesulitan, kamu akan datang membantu tanpa diminta. Jadi, aku harap kamu selalu ada untuk kami." Alucard berkata tegas sembari melihat dan mengarahkan pedang pada monster tersebut. Aku tidak tahu kenapa dia bersikap seperti itu. apakah ini seperti gertakan atau sebagai tanda perjanjian di antara mereka.


"Baiklah, aku akan selalu ingat akan hal ini di manapun kamu berada ketika kamu tengah kesulitan ataupun dalam pertempuran. Aku akan membantu tanpa balas jasa atau hutang budi. Apabila kekuatanku diperlukan, aku akan mengerahkan seluruh pasukan untuk membantumu. Ini adalah sumpahku karena kamu telah mengalahkanku, " ujar sang raja monster.


Aku tersenyum ketika semuanya terlihat baik-baik saja. aku kira di dalam ruangan ini adalah hari terakhir aku bersama Alucard. Ternyata Moon God masih memberikan izin supaya aku bisa menikmati kehidupan ini. Aku tersenyum pada Alucard. Dulu, aku menganggap dia adalah hero yang gampang terkalahkan, namun ternyata dia adalah hero yang mempunyai skill dan strategi perang yang sangat mumpuni. Dalam hati aku berkata, "aku mulai menyukaimu Dante Alucard!"


Sang raja monster itu berdiri mendekati Alucard. Aku bersiap dengan segala keadaan, tanpa diminta olehnya, aku menarik panah tapi hanya sebagai gertakan. Aku takut apabila sang monster itu menyerangnya. Namun, ternyata tebakanku salah, monster itu hanya ingin menepuk bahu Alucard.


"Sekarang apa yang bisa aku bantu untuk kalian!" Tawar sang raja monster.


"Keluarkan aku dari wilayah kerajaan dan hutan ini!" Pintanya.


Monster itu mengangguk dan membuka pintu kamarnya lebar-lebar. Dari kamar tersebut aku langsung memandang sebuah taman yang sangat indah. Taman yang begitu menenangkan monster-monster kecil berlarian dengan riangnya. Sangat berbeda ketika aku melewati taman yang ada diantara ruang yang menakutkan—tempat penyiksaan.


Di sini seperti taman tanpa adanya kegelisahan dan kecemasan. Aku tidak tahu apakah semua monster kecil bisa mendapatkan kehidupan layak seperti yang ada di taman ini aku juga tidak tahu. Sang Raja monster kemudian memanggil penjaganya. Dia berkata, "bawalah, dua temanku ini menuju gerbang dan katakan pada semua monster untuk tidak mengganggunya karena aku sudah berteman dengan mereka."


Setelah keluar dari kerajaan, aku dan Alucard terus berjalan ke arah depan karena sang raja monster itu berpesan pada kami agar kami tidak melihat ke belakang. Sebenarnya rasa penasaranku menggelitik untuk menoleh ke belakang tapi Alucard menahan kepalaku. Dia berkata, "jangan melanggar sesuatu yang sudah kamu sepakati dengan orang lain. Jangan coba menghianati dirimu sendiri. Walaupun, itu terlahir dari rasa penasaran dan merasa tidak dilihat oleh orang lain. Bersikaplah sebagai hero yang senantiasa menjadikan sumpah sebagai takdir hidupnya."


Aku tertunduk ketika dia berkata seperti itu, apakah ketika aku melanggar sumpahku sendiri, aku bukan seorang hero sejati?