
Nana pun berlalu meninggalkan sahabatnya menuju ruang ketua osis. Ketika sampai didepan pintu, dia mengetuk pelan.
" masuk na.." ujar fahri.
" kenapa lo panggil gue?" ujar nana
" lo gak mau deket2 ama gue na? kok jauhan gitu ngomongnya" ujarnya sedikit menggoda.
Namun nana tak beranjak dari posisinya, ia terlihat gugup. Akhirnya fahri yg mendekati dirinya.
Kini mereka hanya berjarak beberapa senti saja. Fahri menggenggam kedua tangan nana. Fahri mengungkapkan perasaannya, karena dia yakin cintanya takkan bertepuk sebelah tangan.
" na, gue mau ngomong sesuatu ama elo"
" apa? " ujar nana
" gue menyukai lo na, gue cinta ama elo na. Dari semenjak gue melihat lo pertama kali gue udah jatuh cinta ama elo na, tapi gue memang belum yakin sepenuhnya ama perasaan gue. Namun semenjak malam itu, ternyata gue beneran sayang ama elo na. Gue gak ingin lo dimiliki orang lain. " ujar fahri sambil mengecup kedua tangan nana
" gue.. gue.. " ujar nana terbata bata
" shyuuut,, gue gak minta lo jawab sekarang, terserah lo mau jawab nya kapan. sekarang lo yakinin dulu hati lo." ujar fahri sambil memegang bibir nana
" gue juga sayang ama lo fahri" ujarnya tertunduk malu.
" what?? serius lo na? ya tuhaaan, gue bahagia banget ngedengernya na.. Makash ya na lo udah balas perasaan gue" ujar fahri memeluk tubuh nana
Nana merasakan kenyamanan yg belum pernah ia temukan selama ini. Nana nyaman berada di dada dan pelukan fahri, rasanya aroma maskulin fahri begitu membuat dirinya tenang.
" i love u na" ujar fahri
" love u too" ujar nana
Fahri mendekatkan bibirnya di bibir nana. Mereka pun berciuman. Saling melumat, mengecup, melumat lagi dengan mesranya.
Tiba-tiba pintu diketuk. fahri dan nana buru2 melepaskan ciuman mereka. Fahri pun membuka pintu ruangannya.
" han, lo ngagetin gue aja !!" ternyata itu han sahabat fahri sekaligus wakil ketos
" lo ngilang gitu aja, anak2 nyariin tu!!" ujar han
" lo ama siapa didalam bro?" ujar han penasaran.
Nana pun muncuk malu2 dibelakang punggung fahri.
" wah, ada yg lagi kangen2an ternyata. ya udah deh gue pergi.." ujar han sambil tersenyum-senyum meninggalkan mereka berdua
" mulai saat ini jangan panggil elo gue ya sayang, aku kan udah jd pacar kamu"
" terus elo eh kamu mau dipanggil apa? " ujar nana
" kamu panggil aku hubby atau bie, aku panggil kamu honey atau sayang, gimana??"
" tapi kalau didepan anak2 aku malu" ujar nana tertunduk malu
" hmm kalau didepan mereka pakai aku kamu aja" ujar fahri
Mereka berdua pun kembali ke acara. Fahri kembali melakukan tugas nya, dan terkadang ia mencuri2 waktu untuk memandang wajah cantik nana. Sementara nana, hanya tersenyum membalas tatapan dari fahri. Amel dan Luna yg melihat gelagat aneh dari sahabatnya. Pasalnya semenjak kembali dari toilet nana terlihat sering senyum2 sendiri.
" na, lo kenapa? kesambet lo?" ujar amel
" eh.. gak kok.. gue lagi bahagia aja " ujar nana sedikit gelagapan
" kenapa? lo menang lotre?" ujar luna
" apaan sih lo lun.. hmm gue udah jadian ama fahri" ujar nana sambil tersenyum manis
" whattt??? " ujar amel dan luna
" biasa aja kali tu mata lo mel" ujar nana
" jangan bilang lo tadi ke toilet tu nemuin fahri? " ujar luna
" iya, dia nembak gue tadi diruang ketos" ujar nana
" selamat sahabat ku sayang.. benci jadi cinta juga akhirnya" ujar amel dan mereka pun berpelukan bahagia..