MBA(Married By Accindent)

MBA(Married By Accindent)
part 23



Hari sudah menunjukkan pukul 3 siang. Nana dan fahri telah bersiap-siap untuk pergi ketempat praktek dr.Nita, Spog, yang tak lain adalah mama fahri.


" kita berangkat sekarang sayang?" fahri


" oke" sambil mengecup pipi fahri


"semenjak hamil sayang nya aku ne agresif banget kayaknya" ujar fahri menggoda


" ya mau gimana lagi, anaknya yg mintak" ujar nana


" anak apa mamanya?" goda fahri


" mama nya juga kayaknya" ujar nana sambil tersenyum


Mereka pun meluncur menuju klinik mama nita. 30 menit kemudian sampailah mereka di klinik mama nita. Terlihat calon mertuanya itu telah menantikan kedatangan mereka.


" mama" ujar nana memeluk mama nita


" sayang, kamu sehat hari ini?" tanya mama


" sedikit mual tadi ma, tapi untung obatnya selalu standby didekat nana"


" obat apa? jangan sembarangan minum obat loh sayang, ga baik buat cucu mama" ujar mama nita kaget


" obatnya aku lah ma, nana kalau gak nyium aroma badan aku pasti mual2" ujar fahri kemudian


" hahaha, ternyata ini turunannya fahri banget ya. Tau gak sayang, fahri dulu juga gitu waktu mama hamil, harus cium aroma papa dulu kalau mual" ujar mama nita sambil mengelus rambut mantu nya


" iya ma? kayaknya emang gitu ma. Tau gak ma, nana dulu jijik banget loh ma ama udang. Tapi sekarang, 10 piring pun nana sanggup ngabisin udang sendiri" ujar nana


mama nita hanya tersenyum, namun tersenyum bahagia.


" ayo sayang, kita keruangan mama" ajak mama nita.


Nana pun dibaringkan di atas tempat tidur praktek mama, kemudian mama mulai menggoleskan jelly untuk USG nya diperut, dan mulai menggerakkan Alat nya.


" usianya udah 12 minggu ya sayang, namun jenis kelaminnya sebulan lagi baru bisa kita lihat. Ya tuhan, mama gak percaya rasanya kalau sekarang disini tumbuh cucu mama" ujar mama nita terharu


" apakah dia tumbuh sehat ma?" tanya fahri


" iya, sehat banget. Kayaknya dia anak yg kuat" ujar mama


Nana tersipu malu, namun ia bahagia. Hal yg dia takutkan selama ini hilang sudah. Sebelumnya nana begitu takut kalau orang tua fahri tida akan menerima dirinya dan bayinya. Namun diluar dugaan nana, orang tua fahri begitu menyayanginya.


" bie, aku laper" ujar nana manja ke fahri


Sementara mama nita hanya tersenyum bahagia melihat anak dan menantunya itu


" kamu mau makan apa sayang" tanya fahri lembut


" hmmm makan pecel ayam kayaknya seger deh bie. boleh kan ma?" tanya nana


" boleh sayang, asal jangan berlebihan" kata mama


" mama gak ikut kita sekalian" ujar nana


" kalian aja sayang, mama masih ada pasien"


" ya udah ma kalau gitu fahri dengan nana pamit ya ma" ujar fahri sambil mencium tangan mamanya


" iya hati-hati ya" kata mama sambil memeluk dan mengecup kening nana.


" oh iya fahri nana, besok pulang sekolah kalian ke butik langganan mama ya, fitting baju pengantin kalian." ujar mama nita


" iya ma" ujar nana


Mereka pun pergi dari klinik mama nita.


" siapa pasien tadi ma?" tanya rey, dokter muda sekaligus sahabat fahri. Dan keluarga fahri sudah menganggap rey sebagai bagian dari mereka, karena rey adalah yatim piatu, dan dia disekolahkan oleh mama papa fahri hingga menjadi dokter seperti sekarang.


" eh, kamu rey. Itu tadi fahri, dengan calon mantu mama"


" jadi mama udah tau nana hamil?"


" udah donk, mama bahagia rey.. oh iya, setelah fahri menikah, mama harap kamu juga segera menikah rey. mama ingin melihatmu bahagia" ujar mama membelai rambut rey


" apapun asalkan mama bahagia rey setuju ma. Bahkan kalau mama mau, mama pilihkan seorang wanita yg baik menurut mama untuk jadi istriku, aku takkan menolak pilihan mama" ujar rey sambil memeluk mama nita


" benarkah sayang? baiklah, setelah urusan fahri selesai mama akan mengenalkanmu kepadanya. Mama sudah punya calon nya rey" ujarnya tersenyum.