MBA(Married By Accindent)

MBA(Married By Accindent)
part 12



Keesokan harinya, mual muntah nana sudah tidak dirasakannya lagi. Nana memutuskan untuk berangkat sekolah, namun harus dengan syarat fahri mendampingi nana kecuali jam belajar. Nana gak bisa nolak, karena dia benar2 kangen sekolah dan sahabatnya.


Ketika nana turun dari mobil, fahri buru2 menggandeng tangan nana seakan2 takut nana kenapa2.


" bie.. jangan berlebihan gini donk bie.." nana merasa belum terbiasa


" gak berlebihan kok, aku cuma mau jadi papa siaga aja buat anak aku yank.."


" ya tapi aku risih bie kamu giniin. kamu gak liat apa mata anak2 pada ngeliatin? ntar mereka curiga lagi bie ama kita." ujar nana


" udah cuekin aja yank, yg penting itu kamu ama anak kita"


Nana pun mengalah, ia selalu kalah jika sudah berdebat dengan fahri. Fahri pun mengantar nana hingga ke kelas nana. baru setelah itu fahri pergi ke kelas nya.


" chieeeee yang diantar ayank mbeb nya" ujar amel dan luna menggoda nana


" ihh apaan sih kalian" ujar nana


" eh, kemarin lo kemana ama fahri? " ujar amel dengan keponya.


" ada deh" ujar nana sambil tersenyum


" iiih lo gitu kan main rahasia2 an ama kita." ujar luna


Nana hanya tersenyum melihat kedua sahabatnya itu jengkel kepadanya.


" na lo gak kenapa?" ujar mereka khawatir.


" gue gak papa, " ujarnya lemas namun tiba2 nana pun pingsan.


Amel dan Luna panik, ia menelfon fahri.


" kak, nana pingsan ditoilet. kakak bisa kesini?" ujar amel setengah menangis


Tak berapa lama fahri pun datang sambil berlari. Ia pun menggendong nana dan membawa nana ke UKS. Sampai disana ia pun menelfon dokter rey.


Nana sedang diperiksa dokter rey bersama dengan fahri, sementara luna dan amel menunggu diluar ruangan dengan cemas.


" Kan gue udah bilang bro, cewek lo harus bedrest seminggu ini. Dia belum bisa beraktivitas seperti biasa. " ujar rey kepada ryan


" iya gue salah rey, besok gue pastiin dia akan bedrest dirumah" ujar fahri penuh penyesalan.


Setelah dokter rey pamit, amel dan luna pun masuk kedalam ruangan.


" kak, ada apa sebenarnya kak? kakak lagi gak nutupin sesuatu kan dari kami? " ujar amel


Fahri menghembuskan nafasnya.


" baiklah, mungkin ini saatnya kalian tau, karena kalian adalah sahabat nana. Jadi waktu malam kalian ke club andre, kakak membawa nana yg tengah mabuk keluar dari club, karena nana mau dilecehkan oleh pria yg mungkin berniat jahat sama nana. Sampai dijalan, kakak baru ingat kalau kakak gak tau rumah nana, jadi kakak terpaksa membawa nana ke apartement kakak. Ketika kami dikamar, nana langsung bugil didepan kakak dan merayu kakak hingga kami melakukan hubungan layaknya suami istri. Kakak salah, kakak gak bisa ngontrol nafsu kakak ke nana. Asal kalian tau, sebenarnya kakak sudah lama menyukai nana, apalagi setelah kejadian malam itu, cinta kakak semakin besar kepada nana. 2 hari yang lalu, kakak memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan kakak ke nana, dan semua itu diterima oleh nana. Kakak pun mengajak nana pergi kesuatu tempat untuk merayakan hari jadi kami. Jadi pagi kemarin, nana muntah2 kayak ditoilet tadi, kakak pun memanggil dokter rey. Ternyata nana sedang mengandung anak kakak" ujar fahri sambil memegang erat tangan nana yg masih belum siuman.