MBA(Married By Accindent)

MBA(Married By Accindent)
kopart 5



Setelah selesai mandi, nana merasa perutnya keroncongan.


" hmm udah jam 10, pantes lah perut gue lapar"


Nana berjalan menuju dapur, berharap menemukan sesuatu untuk mengganjal perutnya.


" Hai,gue udah masak ne. ayo kita makan" ujar fahri


" lo bisa masak?"


" ya bisalah, gue kan tinggal sendiri. gak mungkin kan mau pesen makanan terus.."


" ooh.. " ujarnya cuek..


Nana lalu melahap makanan yg ada didepannya tanpa menunggu fahri. perutnya sudah teramat sangat lapar. Fahri hanya tersenyum menyaksikan tingkah laku nana.


" setelah lo makan gue akan antarin lo pulang" ujar fahri


" hmm" ujar nana


" lo cantik, gue suka" ujar fahri lagi


Medengar itu muka nana langsung memerah. Dada nya berdebar tak beraturan.


" lo malu ya? kok merah gitu pipinya" ujarnya menggoda nana


" apaan sih lo, basi tau gak!!" ujar nana sewot. padahal ia menyembunyikan kegugupannya dihadapan fahri.


" ngapain lo malu, gue udah liat semuanya kok malam tadi. hmm sangat sempurna.." ujar fahri sambil membayangkannya


" heii, masalah ini cukup lo dg gue yg tau. gue gak mau ada orang yg tau selain kita. kalau sampai tersebar, gue beneran bunuh lo.. " ujar nana mengancam


" iya2 sayang" sambil mengedipkan sebelah matanya


" ishhh dasar mesum!!!!"


Tak lama mereka pun telah menuju rumah nana. Diperjalanan nana hanya memandang ke arah jendela. Dia malas menatap fahri, karena mengingat fahri udah merenggut keperawanan yg udah susah payah iya pertahankan.


" heii, udah sampe nih. Apa perlu gue gendong kedalam?" ujar fahri memecah lamunan nana


Nana langsung keluar dan membanting pintu mobil. Dia lalu masuk ke kamar dan melihat hp nya. Ternyata ada 50 panggilan tak terjawab dari sahabat nya.


" halo mel, gue udah dirumah"


" ya ampun na, gw ama luna khawatir banget tau gak. lo baik2 aja kan?"


" iya gue baik2 aja"


" lo pulang ama fahri ya? sicowok kulkas itu?"


" iya, besok gue ceritain ya. ya udah gue ngantuk ne mau bobok"


Setelah mengantar nana, fahri lanjut menuju showroom nya. Ia tidak masuk sekolah hari ini, karena mereka sudah bangun kesiangan karena pergulatan malam tadi.


" pagi pak fahri" ucap karyawannya


"pagi, gimana penjualan bulan ini? "


" bagus pak , bulan ini penjualan meningkat"


" bagus, ya sudah saya keruangan dulu"


" baik pak"


Fahri lalu duduk dikursi kerjanya sambil memijit2 kepalanya.


" huft, kenapa gue mikirin nana terus sih.. gak konsentrasi gue mau ngapa2in".


Pukul 8 malam, nana baru terbangun karena perutnya lapar. Dia lalu menuju kamar mandi karena badannya terasa lengket. Setelah mandi baru dia turun untuk makan.


" huft, makan sendiri lagi. selalu begini, sepi.." ujarnya sedih.


" non nana, kenapa gak dimakan makanannya non? nanti keburu dingin non" kata bik yani. Bik yani adalah pengasuh nana dari kecil. Karena itu nana merasa lebih dekat dengan bik yani daripada maminya sendiri.


" bik, kenapa sih nasib nana gini banget bik. Nana punya semuanya, bahkan tanpa nana minta pun semu tersedia. tapi nana gak bisa merasakan kasih sayang mami dan papi bik. mereka terlalu sibuk dengan urusan mereka" ujar nana sedih sambil memeluk bik yani.


" sabar sayang, bibik yakin non nana bisa melewati ini semua. non nana orang yg kuat dan tak mudah menyerah. yang penting bibik selalu ada untuk non nana, bibik sayaaang sekali ama non nana" ujar bik yani menenangkan hati nana.