MBA(Married By Accindent)

MBA(Married By Accindent)
part 26



Tak terasa bel istirahat pun berbunyi. nana pamit kepad kedua sahabatnya kalau ia akan menemui fahri.


" gue pergi dulu ya" ujar nana


" lo gak nitip sesuatu dikantin?" ujar luna


" hmn jus pokat aja deh, beliin dulu ya, tar gue minum pas udah masuk lokal" ujar nana


Ia pun segera melangkah menuju ruangan fahri. Tanpa mengetuk pintu, nana masuk kedalam lokal itu. Namun betapa kagetnya dia ketika mendapati fahri sedang memeluk mikha disana.


" kamu ngapain?" tanya nana sambil airmata yg telah berjatuhan dipipi cantiknya


Fahri kaget melihat nana, ia langsung melepaskan pelukannya pada mikha.


" mom daddy bisa jelasin" ujar fahri


" apa yg harus dijelasin , aku mau masuk kelokal dulu, aku capek" nana membalikkan tubuhnya dan berlari menuju lokal.


" sayanggh, dengerin aku duluuu" fahri mengejar nana dibelakangnya


Nana pun masuk kedalam lokal dan duduk dikursinya sambil menangis


" mom, daddy gak ada maksud kayak gitu. Daddy bisa jelasin semuanya."


" apa yg mau daddy jelasin?"


" mom, ini gak seperti yg mommy kira. Tadi daddy sedang nungguin mom diruangan, tau-tau mikha masuk. pertamanya daddy gak hiraukan dia ada disana, tapi kemudian dia seperti orang yg mau pingsan. Lalu daddy reflek menangkap dia sebelum dia jatuh kelantai. gitu mommy, daddy gak ada niat buat selingkuhin mommy" ujar fahri sambil mengelus rambut nana


" beneran dad?" nana memandang kedua mata fahri


" apa ada mommy temukan kebohongan dimata daddy saat ini?" tanya nya kepad nana


Nana langsung memeluk fahri.


" mommy takut daddy ninggalin mommy"


" daddy gak akan pernah ninggalin mommy. Percayalah sama daddy mom"


" yuk keruangan osis, mommy mau menghirup obat mommy dulu" ajak nana


Mereka pun pergi menuju ruangan osis dan menguncinya dari dalam.


Sementara mikha yg tadinya merasa bahagia karena sukses menciptakan pertengkaran antara nana dan fahri malah *** geram kedua tangannya.


" sial, kok udah baikan lagi sih mereka!!!" ujarnya kesal


" dad, nanti jadi kan kita kebutik?"


" jadi donk mom, kalau gak nanti daddy bakalan disemprot ama mama"


" dad, mulai besok kita gak bisa ketemu lagi" rengek nana


"kan cuma 2 hari sayang, selesai itu kita bisa bersama selamanya" ucap fahri menenangkan nana


" tapi kalau dedek kangen ama daddy gimana?"


" kan bisa video call"


" tapi kan gak bisa nyium aroma daddy" rengeknya lagi


" mommy dengerin daddy ya, kita harus bisa lewatin ini, gak lama kok, setelah ini mommy bisa peluk daddy sepuas-puasnya gak akan ada lagi yg melarang kita" sambil memegang kedua pipi chuby nana


" aku pasti merindukanmu"


" apalagi aku sayang"


" ya udah bell udah bunyi tu, mommy masuk ya, nanti daddy tunggu diparkiran okey" ucap fahri


" cium dulu"


Nana pun segera melumat bibir fahri tanpa aba2. Fahri membalas ciuman itu hingga nana melepaskan sendiri bibirnya dari fahri.


" mommy kekelas ya dad, byee"


Nana beranjak pergi menuju kelasnya. Dikelas amel dan luna telah menunggunya dengan segelas jus pokat pesanan nana.


" gimana udah siap ketemuannya?" tanya amel


" udah, mana jus pokat gue?" tanya nana


" ini, yg special buat elo makbun" ucap luna


" makbun?" tanya nana


" mak bunting" bisik luna pelan diikuti oleh anggukan amel


Nana hanya tertawa mendengar istilah sahabatnya itu.