MBA(Married By Accindent)

MBA(Married By Accindent)
part 17



Jam pertama pun telah usai, namun fahri tak bisa menemani nana karena ia ada rapat osis yg mendadak. Akhirnya nana ke kantin ditemani oleh amel dan luna.


" na, lo mau makan apa?" tanya amel


" gue gak nafsu mel, gue pesen es jeruk aja deh" ujar nana lesu


Amel dan luna sedang menikmati makanannya di kantin, namun tak lama mereka dikejutkan dengan kedatangan seseorang.


Brakkkk


orang itu adalah mika, mikayla. ia pun menggebrak meja dan memandang tak suka kepada nana. Amel melihat itu pun jadi tersulut emosinya.


" heii, lo gak punya sopan santun ya.. orang lagi makan juga !!!" ujar amel berdiri menantang perempuan itu


" gue gak ada urusan ama elo, gue cuma mau bikin perhitungan ama kawan lo yg sok cantik dan jalang ini!!!" ujar nya menunjuk nana


Luna yg tak terima sahabat nya dibilang jalang pun tegak dan menampar perempuan itu.


plakkk


" ati2 lo ngomong ya.. lo tu yg jalang!!!!" luna emosi


Suasana semakin panas, mika lalu mengambil minum luna dan menyiramnya kebaju nana.


" hei jalang, jangan coba2 lo deketin fahri karena dia hanya milik gue!!! camkan itu!!! gue gak segan2 buat perhitungan dengan lo kalau lo gak jauhi fahri!!!"


Nana yg tidak kuat menahan ini pun menangis pergi dari kantin. Entah kenapa dia menjadi lebih melow dan mudah terluka semenjak hamil. Padahal biasanya ia paling tidak bisa di bentak orang, jika itu terjadi maka bersiap2 lah orang itu terkena pukulan nana.


Berita nana dilabrak mika pun langsung tersebar diseluruh penjuru sekolah. Tak terkecuali fahri, ia yg sedang melakukan rapat pun memilih undur diri dan pergi mencari nana.


Nana yg kini sedang menangis mencoba untuk ditenangkan oleh amel dan luna. Mereka saling berpelukan dan sangat merasakan kesedihan yg dirasakan oleh nana.


" udah na, lo jangan tangisi ini lagi. yg penting kan fahri sayangnya ama elo na" ujar amel sambil mengelus pundak sahabatnya


" gue takut, gue takut fahri direbut ama dia mel" ujar nana masih sesegukan menangis


" gue yakin fahri gak akan ninggalin elo. Kan kalian punya dia" ujar luna sambil mengelus perut nana


Amel pun mengangguk setuju, mereka yakin fahri dan nana pasti akan selalu bersama.


Tak lama fahri pun muncul, kemudian berlutut didepan nana.


" aku udah tau semuanya. Kamu denger ya sayang, gak akan ada yg bisa misahin kita, aku janji, aku ini akan selalu menjadi milik kamu dan anak kita" ujar fahri mencoba menenangkan nana sambil memegang kedua tangan nana.


" kak, mending lo bawa nana dari sini untuk saat ini. Kayaknya nana butuh ketenangan dan butuh elo kak" ujar luna dan diikuti oleh anggukan amel.


" kamu mau sayang??" tanya fahri dan nana pun mengangguk.


Fahri pun menggandeng tangan nana menuju mobilnya diparkiran. Nana hanya menurut, karena saat ini dia memang butuh fahri, butuh pelukan fahri.


Fahri pun melajukan mobilnya menuju kesuatu tempat. Dan sepertinya menuju arah luar kota. Fahri mengajak nana ke puncak, agak bisa mendinginkan suasana hati nana saat ini. Sebelumnya nana telah menelfon maminya untuk izin kalau ia tidak pulang malam ini, ia izin mau menginap dirumah amel.