MBA(Married By Accindent)

MBA(Married By Accindent)
part 47



" aduuuhhh yankk... sakiiittt"


" tahan ya sayang... demi anak kita"


" kenapa sakit bangeeettt, bikinnya perasaan gak sakit ya kan yank, ampe tiap malem aku keenakan, apalagi posisi women on top "


" sayang, apaan sih omongannya kok gitu " kata Fahri kaget mendengar omongan Nana yang tiba-tiba membongkar rahasia ranjang mereka. Sementara para penumpang lain hanya tersenyum malu mendengar omongan vulgar dari mulut Nana.


Dasar Nana, masih sempet-sempetnya ngelawak ditengah kondisi kayak gini. Para sahabatnya hanya tersenyum geli mendengar omongan Nana. Sementara Han dan Fahri, lengan dan baju mereka sudah habis ditarik-tarik oleh Nana.


" Han, jangan putusin persahabatan kita ya gara-gara ini" kata Fahri sambil menunjuk lengan baju Han yang sudah sobek dan tak berbentuk karena tarikan Nana


" auuu sakit naaa" kata Han tiba-tiba, karena rambutnya ditarik oleh Nana yg sedang kontraksi


" Sabar sayangku pacarku, demi ponakan kamu yank" hibur Amel dari jok belakang sambil sesekali mengusap rambut Nana


" Kalau gak demi si utun nih, udah gue bunuh lo Fahri" kata Han mengomel


" Aduuuhhh sayaaangggg paha aku sakiiiiit" Fahri meringis menahan cubitan dan remasan Nana di pahanya.


" sakiiiittt yank... tolongin..." kata Nana


" tarik nafas terus keluarin dari mulut Na, pelan-pelan, biar lo agak rilex" kata Luna


" kok mau tau yank?" tanya Andre


" aku liat pas mama mau lahiran si Lutfi waktu itu yank, perawat nya bilang gitu ke mama" jawab Luna


" hebat ya sayangnya aku ini" kata Andre membelai pipi mulus pacarnya


" woii, jaga perasaan kami yang dibelakang ini donk.. seenaknya aja kalian, masih sempet- sempet aja mesra-mesraan" kata Han sambil meringis kesakitan menahan cengkraman kuat Nana ditangannya


" yee, gue mah gak kegatelan kayak lo ya bang, mau buru-buru nikah. Kita karier dulu kan ayank pacar?" jawab Amel membela pacarnya


" iyaaa yankkkk.. i love you pacaaarrrr " jawab Han masih dengan kesakitan


20 menit kemudian, mereka sampai di depan klinik bersalin Mama Fahri, sampai disana ternyata Mama Nita dan Papa Sigit sudah menunggu mereka.


" ma, mana ruangannya ma?" tanya Fahri sambil menggendong istrinya


" sebelah kanan nak, ruangan paling ujung, nanti mama menyusul, di sana udah ada perawat yang nunggu "


Fahri langsung membawa Nana menuju ruangan yang disebutkan oleh Mamanya.


" Ya ampun Han, kamu kenapa nak? baju sobek- sobek, tangan kena cakar, rambut kusut? kamu berantem? sama siapa? eh bentar-bentar, Fahri tadi juga gak jauh beda sama kamu bentuknya. Kalian gak lagi berantem kan?" kata Mama Nita panik


" ini hasil perjuangan kami berdua demi menantu tersayang mama" kata Han dengan lesu


" hahahhaa jadi kalian dihabisin sama Nana? ya tuhan, hahaaahahaha" kata Mama Nita mentertawakan keduanya.


" ma, ketawanya entar aja ya ma. Sekarang tolongin istri Fahri ma, dia udah kesakitan" kata Fahri dari belakang


" ya sudah, ayo kamu ikut juga, biar kamu tau perjuangan mama melahirkan kamu ke dunia ini" kata Mama Nita


" iya ma, dan satu lagi, kata Nana dia juga mau Han ada di ruangan" lanjut Fahri


" apaaaa????? ya Allah apa dosa baim ya Allah, kenapa hari ini begini bangett?" kata Han dengan lesu. Dia sudah membayangkan seperti apa nanti nasibnya berada satu ruangan dengan Nana si emak singa. Di dalam mobil saja sudah membuat bajunya jadi tak layak pakai dan tangan nya yang penuh cakaran, apalagi setelah ini nanti. Dan dengan langkah gontai akhirnya Han pun menuruti kemauan istri sahabatnya itu.


" hufttt, apapun akan aku lakukan demi si utun" ucap Han lirih.


" semangat ayank pacar" bisik Amel